Penyakit Tanaman Pertanian

APLIKASI PUPUK NASA ORGANIK DONGKRAK HASIL PRODUKSI GABAH


Penggunaan Pupuk NASA berikut di alami oleh seorang Petani Padi, awalnya sang petani tersebut menganal Produk PT Natural Nusantara dari seorang Leader NASA asal Madura. Beberapa produk NASA diujicobakan ke tanaman padi varietas Ciherang dengan luas lahan 300 m2 dan tanaman padi tersebut di bandingkan dengan tanaman milik tetangga dengan varietas dan lahan yang hampir sama.


Produk NASA yang di gunakan diantaranya adalah:

  • SUPERNASA
  • POC NASA
  • HORMONIK
  • AERO 810 (Perekat, perata dan pembasah) dan
  • PESTONA (sebagai pengendali hama dan penyakit)

Saat menggunakan produk-produk dari NASA tersebut ternyata benyak mengalami peningkatan, tanaman padi pertumbuhannya lebih cepat, waktu panen menjadi lebih seingkat serta jumlah anakanpun lebih banyak berkisar 25 - 35 anakan, sedang yang tanpa menggunakan produk NASA hanya sekitar 17- 20 anakan saja.


Cara menggunakan Produk NASA tersebut yaitu :

  • Tiga hari sebelum tanam lahan di berikan 1 botol SUPERNASA (3kg) dengan dicampur SP-36 dan PONSKA lalu di tebar merata ke lahan sebagai pupuk dasar.
  • Untuk penggunaan POC NASA, HORMONIKdan AERO 810 di semprotkan pada pagi hari saat usia padi berumur 15 hari, 25 hari, dan 35 hari.
    Dengan Dosis/Takaran :
    Produk
    Takaran
    Keterangan
     POC NASA
     4-5 tutup
     Untuk ukuran 1 tangki (15   liter)
     HORMONIK
     1-2 tutup
     AERO 810
     1 tutup

    Untuk pengendalian Hama dan Penyakit di gunakan PESTONA dengan dosis 7 tutup/tangki  ditambah 1 tutup AERO 810 yang di semprotkan pada sore harinya.
 Dengan aplikasi seperti di atas sang petani tersebut merasakan keuntungan yang banyak diantaranya adalah bulir padi (buahnya) lebih padat dan bernas. Selain itu penggunaan pupuk makro (khususnya urea) dapat berkurang sekitar 25% dari biasanya. Penggunaan pupuk urea biasanya menghabiskan 100 kg, setelah menggunakan Pupuk Produk NASA tersebut menjadi 75 kg saja. Sedangkan pupuk TSP menggunakan 50 kg dan 25 kg PONSKA, Pupuk KCI hanya menggunakan 25 kg saja. Dan mendapatkan hasil yang benar-benar menggembirakan. 

Jmlah panen dan kualitas gabah lebih tinggi walaupun lahan kurang air. Sebelum menggunakan produk NASA, luas lahan tersebut hanya mendapatkan 1,2 ton/3000 m, tetapi setelah menggunakan produk NASA hasilnya meningkat menjadi 1,8 ton/3000m2.

Sebagai gambaran analisa ekonomi sederhana sebagai berikut:
Penghematan Urea Rp. 30.000
Penghematan PONSKA Rp. 43.750
Penghematan TSP Rp. 42.500
Penghematan KCL Rp. 62.500
Maka total penghematan pupuk makro sebesar Rp. 178.750

Dari pemakaian Produk NASA sebanyak :
2 botol POC NASA, 2 botol HORMONIK, 1 botol SUPERNASA, 1 botol AERO 810 dan 1 botol PESTONA, jika diuangkan di daerah tersebut adalah sebanyak Rp.204.000


Sedangkan toral produksi setelah menggunakan produk NASA sebanyak 1,8 ton/3000 m2, jika harga gabah saja 1 kg = Rp. 2.100 maka Rp. 2.100 x 1,8 ton = Rp. 3.780.000

dan sebelum menggunakan Produk NASA hanya menghasilkan 1,2 ton/3000 m2 yang jika di kalkulasikan total penghasilan Rp.2.250.000. Dari analisa tersebut ada selisih Rp. 1.260.000 dengan menggunakan produk-produk PT Naturan Nusantara (NASA).


 VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI PEMELIHARAAN TANAMAN PADI ANDA, SEHINGGA HASIL PRODUKSI MENINGKAT TAJAM




Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO

Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 

HP ;087839383561 dan 081326912561 

(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com

Facebook : bambang alfath


Cara pemesanan :


1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.


2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.


3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan



TIPS CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL

TIPS CARA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL


Para petani padi pejuang bangsa dimanapun berada, 
Mari belajar bersama membuat benih padi unggul. Benih padi unggul sangat penting sekali bagi kita karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan budidaya kita. Bagaimanapun baiknya perawatan tanaman yang dilakukan, hasilnya tidak dapat diharapkan jika benihnya jelek. Dan biaya perawatan tanaman akan semakin memberatkan jika tetap dipaksakan menggunakan benih yang jelek.

Saat ini banyak benih padi yang beredar di pasaran, yang sebagian diantaranya seingkali membuat kita kecewa melihat hasilnya. Seringkali kita menemukan kejadian walaupun benih yang kita gunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel, namun setelah kita tanam hasilnya tidak memuaskan.

  1. Langkah yang utama untuk membuat benih padi yang unggul adalah kita harus memiliki benih padi berlabel putih, benih dengan label putih bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat. Seandainya kita kesulitan mendapatkan benih berlabel putih kita bisa juga menggunakan benih yang berlabel ungu. Benih berlabel ungu bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg untuk lahan 1 ha.
  2. Langkah yang kedua kita siapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Lahan harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya terjaga. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.
Sebelum benih label putih/ ungu kita semai, sebaiknya kita seleksi dulu dengan menggunakan air garam/ air abu. Gunakan benih yang terendam dan jangan gunakan benih yang mengapung. Rendam dengan air bersih ditambah pupuk organik cair NASA selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi.

Lahan pesemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya semprot Pupuk Organik Cair NASA + HORMONIK + pestisida organik PESTONA secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida organik BVR dan CORRIN, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.

Pada saat pengolahan tanah luku garu sebaiknya ditaburi Dolomit ditambah pupuk organik padat SUPERNASA dan Phospat (TSP atau SP-36).

Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo 2 : 1 atau maksimal 4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss (hari setelah semai). Saat penanaman jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 2-3 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.

Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun. Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali. Penyemprotan Pupuk Organik Cair NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR tiap 1-2 minggu sekali dan bisa dicampur dengan pestisida organik seperti PESTONA, BVR dan CORRIN.

Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang sefamili dengan padi.

Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ditambah pupuk organik padat POWER NUTRITION ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.

Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.

Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar 1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.

VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI PEMELIHARAAN TANAMAN PADI  ANDA, SEHINGGA HASIL PRODUKSI GABAH MENINGKAT TAJAM





Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO
Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 
HP ;087839383561 dan 081326912561 
(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com
Facebook : bambang alfath

Cara pemesanan :

1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.

2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.


3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan

METODE BUDIDAYA PADI SAWAH

METODE BUDIDAYA PADI SAWAH

Sebagai negara agraris masyarakat Indonesia harus belajar cara budidaya tanaman padi yang baik dan benar. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Kandungan karbohidrat yang tinggi dan rasa yang enak membuat beras dipilih sebagai salah satu makanan favorit bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu kebutuhan beras di Indonesia sangat besar sekali, sehingga pemerintah sampai mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sebagai negara agraris Indonesia seharusnya bisa menghasilkan beras sendiri dari budidaya tanaman padi yang bisa tumbuh subuh di Indonesia. Maka dari itu peluang untuk membudidayakan padi sangat menjanjikan, apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang sangat pesat pasti akan berpengaruh terhadap permintaan beras.Biasanya banyak orang dari pedesaan memilih untuk merantau ke kota besar untuk menjadi kuli daripada membudidayakan tanaman padi. Bertanam padi hanya dijadikan pekerjaan sampingan, hal inilah yang menyebabkan hasil panen yang mereka dapatkan tidak maksimal. Padahal bila mereka serius hasil dari bertani sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

8 METODE DALAM BUDIDAYA TANAMAN PADI

Untuk mendapatkan hasil padi yang berkualitas Anda harus mengetahui cara budidaya padi yang baik dan benar. Hal pertama yang harus Anda miliki adalah kesungguhan untuk membudidayakan tanaman ini, dengan mendedikasikan tenaga dan pikiran Anda 100 % untuk membudidayakan tanaman ini maka Anda akan mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Agar hasil budidaya tanaman padi melimpah Anda bisa mempelajari caranya. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ikuti.

PENGOLAHAN TANAH UNTUK TANAMAN PADI

Membajak Lahan Untuk di Tanami Padi

Membajak Lahan Untuk di Tanami Padi
Langkah pertama sebelum menanam padi adalah membersihkan lahan yang akan ditanami. Bersihkan berbagai tanaman gulma seperti rerumputan, semak belukar serta hal lain yang mungkin akan mengganggu perkembangan tanaman padi. Setelah lahan bersih dari tanaman liar langkah selanjutnya adalah memberikan aliran air pada lahan. Proses ini bertujuan untuk menggemburkan tanah agar mudah untuk dibajak dengan menggunakan alat tradisional ataupun modern.
Setelah lahan tanam menjadi gembur, genangi lahan tersebut dengan air sampai mencapai ketinggian 5-10 cm. Cara mengatur ketinggian air bisa dengan cara membuka dan menutup akses keluar masunya air pada pintu irigasi. Diamkan lahan tersebut selama 2 minggu agar racun pada tanah menjadi netral dan juga kondisi tanah menjadi berlumpur.

MEMILIH BIBIT PADI YANG UNGGUL DAN BERKUALITAS



Agar hasil panen padi bisa melimpah tentu selain lahan tanam yang baik Anda memerlukan bibit padi yang unggul. Untuk mengetahui bibit padi yang baik Anda bisa mengetahuinya dengan cara berikut.


  1. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dengan air selama kurang lebih 2 jam.
  2. Letakan benih yang sudah direndam di atas ain yang sudah dibasahi dengan air. Kemudian hitung berapa benih padi yang telah direndam tad, ada berapa yang bisa mengeluarkan kecambah. Bila yang keluar kecambah sampai 90 % itu artinya benih padi tersebut memiliki kualitas yang baik.

MENYEMAI BENIH PADI DI LAHAN

Setelah memiliki benih padi yang baik, langkah selanjutnya adalah menyemai benih tersebut pada lahan tanam. Untuk menyemai benih padi Anda bisa melakukanny dengan mengikuti beberapa langkah berikut.
  1. Rendam benih padi yang akan disemai selama sehari semalam, tiriskan dan biarkan selama 2 hari sampai benih tersebut mengeluarkan kecambah.
  2. Siapkan lahan untuk menyemai benih padi sekitar 500 m2 untuk 1 hektar lahan sawah. Usahakan lahan yang digunakan untuk menyemai padi tetap berair dan berlumpur.
  3. Berikan pupuk Urea ditambah TSP masing-masing 10 gr untuk 1 m2 lahan persemaian.
  4. Tanam bibit padi yang sudah berkecambah tadi di lahan persemaian yang telah disiapkan. Cara menanam benih padi adalah dengan menyebar bibit secara merata pada lahan penyemaian.

CARA MENANAM PADI

Cara Menanam Padi

Cara Menanam Padi
Tahap selanjutnya adalah menanam bibit yang telah disemai ke dalam lahan persawahan yang sudah dipersiapkan. Cara menanam padi adalah dengan memindahkan bibit persemaian ke dalam lahan persawahan. Berikut adalah langkah-langkahnya.
  • Salah satu ciri bibit padi yang sudah siap tanam adalah memiliki daun dua sampai tiga helai dan telah berusia kurang lebih 2 minggu.
  • Cara menanam bibit padi tersebut bisa dilakukan dengan cara tunggal maupun ganda. Untuk satu lubang bisa diisi satu atau dua tanaman padi.
  • Proses penanaman bibit padi yang baik adalah dengan membuat lahan tergenang dengan air sedangkan kedalaman penanaman bibit sekitar 1-1,5 cm. Tidak terlalu dalam serta posisikan akar seperti membentuk huruf (L), hal ini dilakukan agar agar bisa tumbuh dengan sempurna.

PENYIANGAN LAHAN

Agar padi yang ditanam bisa tumbuh dengan sempurna Anda perlu merawatnya dengan membersihkan tanaman lain yang mengganggu atau biasa disebut dengan tanaman gulma. Penyangan tanaman gulam bisa dilakukan saat masa tanam padi menginjak umur 3 minggu dan selanjutnya bisa dilakukan penyiangan rutin setiap 3 minggu sekali. Penyiangan yang baik bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan mencabut gulma dengan menggunakan tangan.

MEMBERIKAN PUPUK PADA TANAMAN PADI

Memberikan Pupuk untuk Padi

Memberikan Pupuk untuk Padi
Memberikan pupuk merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Karena tanpa adanya pupuk yang baik tanaman padi akan sulit utuk tumbuh dengan sempurna dan tentu saja hasil panen tidak bisa maksimal. Berikut adalah takaran serta cara memberikan pupuk yang baik untuk budidaya tanaman padi.
  • Untuk pemupukan pertama bisa Anda lakukan saat padi telah berusia 7-15 hari setelah ditanam. Anda bisa menggunakan jenis pupuk Urea dan TSP yang dicampur dengan dosis sekitar 100:50 Kg/ha atau bisa disesuakan dengan kondisi tanaman.
  • Untuk pemberian pupuk pada tahap dua bisa dilakukan saat tanaman padi telah berumur 25-30 hari. Gunakanlah pupuk jenis Urea 50 Kg/ha serta Phonska 100 Kg/ha.
  • Proses pemumukan terakhir bisa dilakukan saat tanaman berumur 40-45 hari. Anda bisa menggunakan pupuk jenis Urea yang dicampur dengan Za dengan perbandingan 50 : 50 Kg/ha.

MELINDUNGI TANAMAN PADI DARI HAMA

Setiap tanaman budidaya tidak lepas dari gangguan hama yang merusak tanaman oleh karena itu Anda harus mencegahnya. Biasanya ada beberapa hama yang mengganggu budidaya tanaman padi diantarnya tikus, orang-orang, belalang, lembing, wereng hingga walang sangit. Untuk hasil maksimal pengendalian hama sebaiknya dilakukan dengan cara alami yaitu dengan memelihara hewan pemangsa sehingga dapat menghambat perkembangan hama tersebut.
Oleh sebab itu jangan membasmi ular yang ada di sekitar sawah Anda, karena hewan tersebutlah yang bisa menjadi predator untuk hama tikus yang sering merusak tanaman padi. Keuntungan pengendalian hama secara alami adalah terjaganya lingkungan dan cukup aman untuk kelangsungan ekosistem alam. Tetapi bila penyakit atau hama tidak belum bisa diatasi dengan cara tersebut, maka Anda bisa menggunakan petisida untuk mengendalikan hama.

MEMANEN TANAMAN PADI

Memanen Tanaman Padi yang Telah Menguning

Memanen Tanaman Padi yang Telah Menguning
Inilah saat yang paling ditunggu oleh para petani yaitu masa panen tanaman padi. Tanda tanaman padi telah siap untuk dipanen adalah warna butiran bijinya sudah mulai menguning, ranting buahnya sudah mulai menunduk karena terisi dengan beras. Proses pemanenan padi bisa dilakukan dengan cara tradisonal yaitu menggunakan sabit atau dengan cara modern yang menggunakan mesin otomatis.
Untuk mengurangi kerugian pada saat panen usahakan untuk segera memanen padi karena bila usia padi terlalu tua biji padi akan rontok. Itulah proses budidaya tanaman padi yang cukup panjang, oleh karena itu kita harus menghargai makanan ini jangan membuangnya atau berlebih-lebihan dalam memasak sehingga terbuang. Selain itu jika banyak yang menanam tanaman ini sudah pasti Indonesia akan bisa surplus stok beras.
VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI DALAM BERBUDIDAYA PADI, SEHINGGA HASIL PRODUKSI GABAH MENINGKAT TAJAM




Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO
Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 
HP ;087839383561 dan 081326912561 
(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com
Facebook : bambang alfath

Cara pemesanan :

1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.

2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.


3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan


CARA MENDONGKARAK PRODUKSI GABAH KERING


Semestinya, kenaikan harga beras yang berulang setiap tahun dijadikan peluang untuk menggenjot produksi. Tentu, bagi sentra-sentra produksi padi seperti di Jawa, upaya meningkatkan produksi hanya bisa ditempuh dengan intensifikasi. Akibat penyempitan lahan di Jawa, Sumatera, dan Bali, upaya untuk meningkatkan produksi padi hanya dapat dilakukan dengan intensifikasi. Salah satu trik yang bisa diterapkan adalah menambahkan pupuk SUPER NASA GRANULE.

Aplikasi pupuk   SUPER NASA GRANULE  sangat efektif dan efisien, karena hanya dibutuhkan 50 kg per hektar. Selain mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap SUPER NASA GRANULE  juga diperkaya dengan ZPT yang berfungsi sebagai perangsang akar, batang dan buah. Penggunaan SUPER NASA GRANULE  dapat mengurangi kebutuhan pupuk makro UREA, TSP, KCL maksimal 50% dari total penggunaan.

Sebelum menambahkan pupuk mikro, produksi padi Ciherang yang ditanam Bapak Sakti di Madiun, pada musim hujan rata-rata hanya 8 ton GKP per ha. Sedangkan saat musim kemarau rata-rata 8.7 ton. Sebaliknya, setelah mengaplikasikan pupuk SUPER NASA GRANULE, hasil panen musim hujan meningkat menjadi 9-9,5 ton per ha, atau naik hingga 19%. Demikian pula sewaktu musim kemarau, meningkat menjadi rata-rata 12 ton GKP per ha (20%).

Dengan menambahkan 50 kg pupuk SUPER NASA GRANULE, Bapak Sakti mengeluarkan tambahan biaya produksi Rp.950.000 per ha. Penggunaan pupuk makro UREA, TSP & KCL dikurangi sampai 50%, jika semula beliau menggunakan makro NPK Phonska sebanyak 700 kg, dengan menggunakan pupuk SUPER NASA GRANULE beliau hanya memerlukan 350 kg pupuk makro, ini berarti pengurangan biaya pupuk makro sebesar Rp. 840.000, ini berarti ada penambahan modal sekitar Rp. 110.000. Tambahan modal itu nyaris tak berarti bila dibandingkan hasil panennya.
Natural Nusantara: Menanam Padi di Lahan Pasir

Tak dapat dipungkiri, pemahaman sebagian besar petani terhadap konsep pemupukan lengkap berimbang hingga kini masih rendah. Buktinya, sampai sekarang mereka lebih banyak mengandalkan pupuk Urea, SP-18, KCl maupun ZA. Padahal pupuk itu pun hanya dapat memenuhi sebagian unsur hara makro, seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), atau Sulfur (S).

Menurut Prof. Dr. Iswandi Anas, Pakar Bioteknologi Tanah di Faperta IPB, untuk tumbuh dengan baik semua tanaman termasuk padi memerlukan paling tidak 16 unsur hara esensial. Terbagi atas unsur hara makro (C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, dan S) serta unsur mikro (Fe, Mn, Mo, B, Cu, Zn, dan Cl). “Pupuk mikro hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kalau takaran pupuk makro butuh ratusan kg per ha, pupuk mikro hanya 0,5-10 kg,” jelasnya.

Hal senada diutarakan Dr. Ir. Atang Sutandi, M.Si., Spesialis Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, juga di IPB. “Walaupun dibutuhkan sedikit, keberadaan pupuk mikro sangat penting,” ujarnya. Bila tidak diperhatikan, lanjut dia, tanaman akan menunjukkan gejala defisiensi (kekurangan). Kalau sudah terjadi defisiensi, walaupun diberi perlakuan pupuk mikro, tingkat pertumbuhan dan produksi tanaman tidak akan bisa pulih.
Bulir padi dengan pupuk SUPER NASA GRANULE

“Meskipun pupuk mikro hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit, ia menentukan produksi. Perlu diingat, yang paling menentukan produksi adalah unsur hara yang berada dalam keadaan paling minimal,” ungkap Iswandi, yang juga Dewan Pupuk Nasional, itu.

Perlu Edukasi

Di pasaran, sudah banyak beredar pupuk mikro kemasan. Ada kemasan yang hanya berisi beberapa unsur mikro, ada pula yang digabung dengan unsur makro, ditambah zat pengatur tumbuh maupun mikroba.

Sayangnya kenyataan di lapangan, petani masih banyak yang enggan untuk menggunakannya. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani mengenai jumlah dan jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Ditambah lagi kurangnya edukasi dari pemerintah tentang manfaat hara mikro bagi pertumbuhan dan perkembangan padi.

“Sejak revolusi hijau, pemerintah memprogramkan peningkatan produksi padi melalui pemanfaatan pupuk makro, terutama yang berbasis N. Oleh sebab itu, sampai sekarang masih 60% petani menggunakan pupuk makro berbasis N,” imbuh Rahmat S. Sargani, produsen pupuk, di Bandung.

Tidak mengherankan bila aplikasi pupuk makro tidak diikuti peningkatan produksi. Sebab, untuk pertumbuhan dan perkembangannya, tanaman tidak memperoleh nutrisi yang lengkap. Jangankan memenuhi unsur mikro, pemberian hara makronya saja tidak lengkap. “Kalau tanaman sudah menampilkan gejala defisinsi hara mikro, pengurangan produksi bisa lebih dari 50%, walaupun kita sudah mengaplikasikan pupuk makro,” tandas Atang. “Pupuk mikro masih PR bagi kita karena baru menyelesaikan N, P, K, Ca, dan Mg,” imbuh Catur.

Saatnya Dimanfaatkan

Tampaknya penggunaan pupuk mikro wajib dilakukan. Sebab, menurut Iswandi, tanah darat maupun sawah di Indonesia hampir semuanya sudah sakit. “Sekitar 73% tanah pertanian kita kadar bahan organiknya sudah kurang dari 1%. Padahal, bahan organik ini ibarat nyawa bagi tanah,” tandasnya.

“Umumnya, lahan yang terus-menerus ditanami tanpa penambahan unsur mikro pasti akan tereksploitasi. Sebab, unsur mikro terus terpanen dari tanah. Oleh karena itu, pupuk mikro wajib kita tambahkan,” papar Catur.

Sebagai gambaran, setiap 1 ton jerami padi mengandung 9 kg N, 2 kg  P, 30 kg Silikat (Si), 6 kg Ca, dan 2 kg Mg. Bila jerami itu tidak dikembalikan ke sawah, tentu unsur hara mikro Si kian terkuras. Padahal Si, menurut Iswandi, sangat dibutuhkan oleh padi. Hara Si diperlukan untuk menjadikan tanaman membentuk daun yang tegak sehingga daun efektif melakukan fotosintesis.

Menurut Atang, daerah yang kekurangan unsur mikro, biasanya dijumpai pada lahan asam dan tanah basa. Seperti tanah mineral berbahan induk masam atau berbahan organik rendah, tanah berpasir putih (kuarsa), tanah berdrainase buruk, dan lahan yang terus-menurus dipupuk fosfat. “Sawah di Jawa cenderung sudah jenuh fosfat. Kalau sudah jenuh fosfat, semua unsur hara diendapkan menjadi garam fosfat yang tidak bisa diserap tanaman,” terang Iswandi. Dari 100 kg pupuk fosfat (TSP/SP-18) yang kita berikan, lanjut dia, hanya 15%—20% yang diserap tanaman. Sisanya yang 85% mengendap. “Bukan hanya mengendap sendirian tetapi juga mengendapkan unsur hara mikro,” urainya.

Beberapa wilayah di Indonesia yang miskin unsur mikro, terutama Fe, Zn, dan Mn, adalah Sulawesi, Maluku, Nusatenggara Barat, dan Nusatenggara Timur. “Memang, ada daerah tertentu yang salah satu kandungan unsur mikronya tinggi, tapi daerah lain malah sebaliknya. Oleh sebab itu, sebelum merekomendasikan penggunaan pupuk mikro, kita lihat dulu kandungan unsur di dalam tanahnya. Lalu, melihat tanaman apa yang diusahakan,” papar Benny Hermawan MM., Direktur Utama PT Andalan Chemist Indonesia, produsen pupuk di Jakarta.

Menurut perhitungan Catur, paling tidak empat unsur mikro yang harus diutamakan, yaitu Boron (B), Mangan (Mn), Besi (Fe), dan Tembaga (Cu). Sedangkan menurut Atang, dari 7 unsur mikro itu, yang paling banyak dibutuhkan tanaman berturut-turut adalah Fe, Mn, Cu, dan Zn (Seng). Sementara Molibdenum (Mo), paling sedikit diperlukan tanaman.

Sebenarnya, menurut Iswandi, untuk mengembalikan kesuburan tanah bisa dilakukan dengan pemupukan organik, seperti pupuk kandang maupun kompos. Kedua pupuk organik itu akan mengekstraksi semua unsur hara (makro dan mikro) yang terikat dalam partikel tanah sehingga bisa diserap akar tanaman. Sayangnya, kandungan unsur mikro dalam pupuk organik ini rendah. Karena itu, pada lahan tertentu, penambahan hara mikro tetap diperlukan. “Kalau pemanfaatan pupuk organik itu dipertahankan, penurunan unsur hara mikro tidak akan drastis,” urainya.

Kesimpulan

Penggunaan pupuk mikro mutlak diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan hara pada tanaman, penggunaan pupuk organik juga diperlukan untuk memperbaiki kualitas tanah dan melarutkan residu kimia yang ada pada tanah, semua kebutuhan tanaman ada pada pupuk SUPER NASA GRANULE, dengan dosis rendah mampu meningkatkan produktifitas tanaman.

VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI ANDA, SEHINGGA HASIL PRODUKSI MENINGKAT TAJAM



Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO
Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 
HP ;087839383561 dan 081326912561 
(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com
Facebook : bambang alfath

Cara pemesanan :

1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.

2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.


3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan

HASIL GABAH KERING TERCAPAI DI MUSIM KERING



CUACA TIDAK MENENTU BUKAN ALASAN UNTUK MENUAI PANEN DENGAN HASIL TIDAK BERMUTU. DENGAN MENGGUNAKAN PRODUK NASA 10,4 TON GKP (GABAH KERING PANEN) PER HEKTAR BISA DENGAN MUDAH DIHASILKAN MESKI CUACA TIDAK BERSAHABAT.

Berikut ini Kisah Tondo Yang menanam Padi dengan pupuk organik Cair Nasa,Super Nasa, Power Nutrition,Natural Glio Dan Pestona
Padi varietas Ciherang yang ditanam Tondo menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan dibandingkan sebelumnya.
Selama 4 kali menggunakan produk NASA, hasil panennya selalu diatas rata-rata,
tentunya 10 ton GKP per hektar bukan hasil yang terlalu “wah”. Jauh berbeda dengan petak petani lain.
Rata-rata hasil yang didapat berkisar 7 ton GKP per ha.
Menurut  Tondo  kunci keberhasilannya adalah pada pemupukan dan pola penanaman. Pupuk diberikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. “Waktu pemupukan harus tepat,” kata ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki kecamatan Gamping, Sleman.
Selain menggunakan pupuk makro berimbang, lahan pertanamannya sudah pasti menggunakan produk-produk NASA. SUPERNASA, POWER NUTRITION dan GREENSTAR menjadi andalan pupuk organik lengkap makro dan mikro.
Lahan seluas 3.300 m2 milik Tondo membutuhkan 8 botol SUPERNASA 250g, 4 botol POWER NUTRITION 500g dan 6 dus GREENSTAR. Dengan dosis pemupukan ini, cukup menyokong pertumbuhan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan panen.
Aplikasi pemupukan ini disesuaikan dengan jadwal yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Secara keseluhan pemberian pupuk dilakukan 3 kali, yaitu sebagai pupuk dasar, pada umur 15-20 hari setelah tanam (HST) dan umur 40-50 HST. SUPERNASAdiaplikasikan sebagai pupuk dasar (6 botol) dan pemupukan ke-3 (2 botol). GREENSTAR pemupukan ke-2 (2 dus) dan ke-3 (4 dus), sedangkan POWER NUTRITION pada pemupukan ke-3 saja.
Produk lain yang menunjang juga diberikan. Tondo menggunakan GLIO dan PESTONA untuk mengamankan hasil panennya. Masing masing produk tersebut adalah 3 dus untuk GLIO dan 3 botol PESTONA.
Tondo juga menerapkan pola tanam dengan menyisipkan penanaman palawija setiap 2 tahun. Meskipun air irigasi melimpah, ia tidak lantas tergoda untuk menanam padi secara terus menerus.
Menurut petani yang juga penangkar benih ini, sistem penanamannya jejer legowo 6:1. Setiap 6 baris tanaman padi diberi jarak sebelum 6 baris berikutnya. Jarak tanamnya 24 cm yang pada umumnya hanya 22 cm. Sedangkan setiap lubang tanam hanya ditanam 1-2 bibit padi.
System penanaman ini secara kenampakan fisik menunjukan perbedaan dibandingkan penanaman lainnya. “Kalau diamati ada perbedaan, anakannya rata-rata sebanyak 25 batang sedangkan lainnya 22 batang sudah bagus,” kata Tondo.
Dengan pengalaman di atas saya mengajak anda para petani yang belum menggunakan produk-produk Nasa Segeralah Mencoba dan Anda akan tahu sendiri Hasilnya.Untuk mendapatkan produk Nasadapat melalui website ini.
Terima Kasih Semoga Bermanfaat

VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI  ANDA, SEHINGGA HASIL PRODUKSI MENINGKAT TAJAM



Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO
Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 
HP ;087839383561 dan 081326912561 
(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com
Facebook : bambang alfath

Cara pemesanan :

1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.

2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.

3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan

Teknis Budidaya Padi Teknologi NASA

TEKNIS BUDIDAYA PADI SAWAH ORGANIK NASA


Sebagai bahan pangan pokok di Indonesia, beras mutlak dibutuhkan dalam jumlah yang besar dan berkelanjutan. Dan alangkah baiknya kalau kita sebagai negara agraria, mampu menghasilkan sendiri tanpa perlu mengekspor dari negara lain. Untuk itu, PT Natural Nusantara sebagai perusahaan berbasis agro organik, berusaha memberikan pedoman Teknis Budidaya Padi yang praktis untuk para petani Indonesia agar bisa meningkatkan hasil panen tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Teknis Budidaya Padi Teknologi NASA

Kali ini akan menyajikan cara budidaya tanaman padi secara ringkas dengan gambar dengan harapan bisa lebih enak untuk diikuti para petani.

Persiapan Benih

Teknis Budidaya Padi Nasa 01
  1. Kebutuhan benih 20-40 kg/ha
  2. Benih padi direndam dalam air selama 6-12 jam dengan larutan POC NASA dosis 2-5 cc/liter
  3. Tiriskan dan peram selama 1-2 malam hingga benih berkecambah

Pembibitan & Olah Lahan

  1. Siapkan lahan persemaian seluas 20-40 m2 untuk setiap 1 kg benih.
    Persemaian diairi dengan berangsur sampai 3-5 cm.
    Teknis Budidaya Padi Nasa 02
    Semprot persemaian dengan melihat tabel berikut:
    POC NASA + HormonikNatural BVRPESTONA
    4 : 1 tutup/tangki1 sdm/tangki7 tutup/tangki
    umur 2 mingguumur 2 mingguumur 3 minggu
  2. Olah lahan tanam:
    Teknis Budidaya Padi Nasa 03
    Lakukan pengolahan lahan sebelum tanam dengan aplikasi SUPERNASA dengan dosis 3-6 kg/ha ditambah dengan Dolomit 100-300 kg/ha, TSP 100-200 kg/ha, serta UREA 50-100 kg/ha.
    Catatan:
    Dolomit dan TSP idealnya kurang lebih 2 minggu sebelum tanam
    SUPERNASA dan UREA sebaiknya digunakan pada 0 HST (menjelang atau saat tanam)

Pindah Tanam dan Jarak Tanam Padi

Lakukan pemindahan tanaman (bibit saat umur 18-25 hari setelah semai (hss) yaitu saat bibit memiliki 5-7 daun atau 3-5 anakan.
Jarak tanam dapat berupa jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm, atau jarak tanam legowo 40 cm x 20 cm x 10 cm, yaitu mengilangkan satu baris setiap menanam dua baris, serta dalam baris dipadatkan.

Pemeliharaan Tanaman Padi

Pemupukan I umur 15-20 setelah tanam: Urea 100 kg/ha + NPK 100 kg/ha
Pemupukan II umur 40-45 setelah tanam: Urea 50 hg/ha + NPK 200 kg/ha + Power Nutrition 3-6 kg/ha
Penyemprotan POC NASA : 4-5 tutup + Hormonik  1-2 tutup per tangki pada umur 15, 30, 45 hari setelah tanam
Saat penyemprotan dapat ditambah dengan PESTONA atau BVR
Teknis Budidaya Padi Nasa 04a
Jaga ketinggian air di sawah setinggi kurang lebih 3 cm selama 3-5 hari, untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma
Teknis Budidaya Padi Nasa 04b
Tambah penggenangan air sampai 5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir. Jika jumlah air terbatas, lakukan penggenangan dan pengeringan bergantian
Secara bertahap, kurangi penggenangan pada usia 2 minggu sebelum panen, sampai lahan benar-benar kering saat panen.
Itulah pedoman praktis teknis budidaya padi teknologi organik Nasa yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat !

VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI KEBUN  ANDA, SEHINGGA HASIL PRODUKSI  MENINGKAT TAJAM



Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO
Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 
HP ;087839383561 dan 081326912561 
(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com
Facebook : bambang alfath

Cara pemesanan :

1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.

2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.

3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan

Back To Top