Penyakit Tanaman Pertanian

TANGGUH Probiotik Natural Nusantara

TANGGUH Probiotik Natural Nusantara Peternakan dan Perikanan salah satu produk terbaru dari PT Natural Nusantara keluaran tahun 2014 bersamaan dengan Produk TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer yang akan membantu perati dan peternak dalam meningkatkan hasil produksi secara Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian (Aspek K-3).

Kategori Produk: Agrokomplek
Nama Produk: TANGGUH PROBIOTIK
Kode Produk: TAPRO
Isi/Berat: 1 Liter
Harga: Rp.75.000,-


TANGGUH Probiotik diformulasikan khusus untuk menyempurnakan proses fermentasi di dalam pencernaan ternak & ikan sehingga mampu mempercepat proses pertumbuhan.

TANGGUH Probiotik diproses dari bahan-bahan alami murni sehingga aman, sehat dan dapat meningkatkan gizi, cita rasa, dan dapat menekan tingkat kerusakan ternak (palatibilitas). TANGGUH Probiotik juga berfungsi meningkatkan kesuburan perairan sekaligus kesehatan ikan dan udang.

Kandungan TANGGUH Probiotik NASA












Dosis Pemakaian TANGGUH Probiotik NASA:

  • Ternak 
    • 2 tutup botol (20 cc) per 20 liter air untuk 100 kg (1 kwintal) pakan ternak hijauan/jerami
    • 1 tutup botol (10cc) per 1 liter air untuk 5 kg pakan kosentrat/komboran
  • Udang: 5 - 6 liter / hektar
  • Ikan: 3 - 6 liter / hektar
Cara Pemakaian TANGGUH Probiotik
Pemakaian untuk pembuatan pakan ternak
  1. Bahan dicacah hingga berukuran 5 cm lalu ditumpuk setebal 20 cm, siramlah dengan larutan TANGGUH Probiotik sesuai dosis diatas, kemudian taburkan bekatul
  2. Tumpuk lagi bahan di atasnya dan ulangi prosedur yang sama terus menerus hingga mencapai ketiinggian 1 meter
  3. Tutup rapat 1 - 3 hari
  4. Buka dan keringkan sebelum diaplikasikan ke ternak.
Untuk menyempurnakan proses pencernaan dan metabolisme dalam tubuh ternak, aplikasikan juga secara bersamaan dengan VITERNA PLUS.

Pemakaian Untuk Kolam Udang & Ikan
  1. Larutkan TANGGUH Probiotik 2 - 3 liter bersamaan dengan TON (Tambak Organik Nusantara) dengan air secukupnya, lalu siramkan merata ke tanah dasar tambak/kolam pada tahan persiapan lahan (belum ada air)
  2. Larutkan TANGGUH Probiotik 0,5 liter dicampur air secukupnya lalu siramkan merata ke air tambak/kolam setiap 2 minggu sekali bersamaan dengan TON selama 6 kali mulai umur 21 hari.
Pemakaian Untuk Pakan Ikan & Udang
  • Larutkan 5 cc (0,5 tutup botol) TANGGUH Probiotik dan 10 cc VITERNA dalam air secukupnya untuk dicampur dengan 8-10 kg pakan ikan/udang.

Dapatkan TANGGUH Probiotik  dan tingkatkan produktivitas peternakan dan perikanan Anda hanya di Distributor Resmi NASA...!!!


*************
DAPATKAN HARGA SPECIAL MEMBER


Viterna Plus Serbuk Organik Nasa

Viterna Plus Serbuk Organik hadir di awal tahun 2015 sebagai satu inovasi terbaru dari PT. Natural Nusantara dalam menjawab tantangan pasar di sektor peternakan saat ini.

Kategori Produk: Peternakan
Nama Produk: Viterna Plus Serbuk
Kode Produk: VTNS
Isi/Berat: 250 gr
Harga: Rp.125.000,-

Viterna Plus Serbuk ini merupakan bentuk lain dari Viternna Plus Cair dimana keunggulan dan kualitasnya sama dengan produk cairnya yang sudah teruji dan banyak dibuktikan para peternak, bukan saja di Indonesia tapi juga di manca negara.

Fungsi dan Kegunaan Viterna Plus Serbuk

Viterna Plus sangat baik digunakan untuk penggemukan/pembesaran Sapi, Kambing, Domba, Ayam, Kelinci, Ikan, Udang dang sebagainya dengan fungsi sebagai berikut:

  1. Menambah kandungan gizi untuk ternak, ikan dan udang.
  2. Meningkatkan pertambahan berat badan harian (ADG).
  3. Meningkatkan nafsu makan ternak,ikan dan udang.
  4. Mempercepat pertumbuhan ternak, ikan, dan udang.
  5. Mempercepat waktu panen (untuk ternak pedaging, ikan dan udang).
  6. Mengurangi angka kematian.
  7. Meningkatkan kandungan gizi daging ikan dan ternak.
  8. Mengurangi bau kotoran ternak.
  9. Produ alami yang aman untuk ternak, ikan, udang dan lingkungannya.
Cara penggunaan Viterna Plus Serbuk Organik:
  • Ternak Besar (Sapi, Kerbau dll): 5 - 10 gram/ekor/hari dicampurkan air minum atau pakan (komboran)
  • Ternak Kecil (kambing/domba, kelinci dll): 5 gram/ekor/hari dicampurkan air minum atau campuran pakan/komboran
  • Ternak Unggas (ayam, itik,puyuh, burung, dll): 0,5 - 1 gram/liter air minum setiap hari:
    • Pedaging: diberikan 1 hari sekali
    • Petelur: diberikan 3 hari sekali
  • Perikanan (bandeng, udang, ikan, sidat, dll): 5 - 10 gram + 1 Liter air + 3 kg pakan ikan
Catatan:
Kombinasi pemakaian Viterna Plus (Cair/Serbuk) akan lebih maksimal jika dipadukan dengan TANGGUH Probiotik atau POC NASA + HORMONIK.

Viterna Plus Serbuk dikemas dalam kemasan Box (kotak) yang berisi 10 sachet @ 25gram memudahkan dalam pengiriman untuk daerah yang sulit dijangkau pengiriman berat, sehingga dapat menghemat biaya pengiriman.

Dapatkan Viterna Plus Serbuk Organik NASA di Distributor Resmi NASA.


Vitamin Ternak Organik Viterna Plus

Viterna plus - Vitamin Ternak Organik merupakan suplemen pakan ternak dari PT. Natural Nusantara.

Kategori Produk: Peternakan, Perikanan
Nama Produk: Viterna Plus
Kode Produk: VTN
Isi/Berat: 500cc
Harga: Rp.41.000,-

Viterna Plus diolah dari bermacam-macam bahan alami dari hewan serta tumbuhan yang berguna bagi penyedia za-zat yang diperlukan hewan ternak, ikan dan udang yang memenuhi Aspek K3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian).
Viterna Plus merupakan produk alami sehingga aman untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Manfaat Viterna Plus NASA:

  1. Meningkatkan kuantitas daging (peningkatan ADG / Average Daili Gain bagi sapi dan peningkatan bobot bagi ayam)
  2. Meningkatkan kualitas daging ternak dengan mengurangi kandungan kolesterol
  3. Meningkatkan kesehatan hewan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) sehingga tidak mudah terserang penyakit
  4. Memacu enzim-enzim pencernaan hewan ternak
  5. Menyediakan mineral-mineral esensial maupun non esensial
  6. Menyediakan bermacam-macam nutrisi alami untuk meningkatkan pertumbuhan hewan ternak seperti protein, vitamin, lemak dan sebagainya
  7. Menambah kandungan asam lemak di dalam rumen atau lambung lemak
  8. Meningkatkan efektifitas dan efesiensi pakan (TDN)
  9. Mempercepat pertumbuhan ternak dengan menyediakan hormon pertumbuhan alami
  10. Meningkatkan nafsu makan hewan ternak
  11. Mengurangi bau kotoran
Cara pemakaian Viterna Plus Nasa:
  • Ternak Besar: Sapi, Kerbau, Kuda dll: 5 - 10 cc perhari dicampurkan air minum atau campuran pakan (komboran)
  • Ternak Kecil: Kambing, Kelinci, Babi dll: 4 - 8 cc perhari dicampurkan  air minum atau pakan (komboran)
  • Ternak Unggas: Ayam, Itik, dll: 1-2 cc/ liter air minum setiap hari satu kali
  • Dapat juga ditambahkan dengan HORMONIK dengan komposisi 1-2 tutup Hormonik : 1 botol Viterna Plus
Dapatkan Viterna Plus Vitamin Ternak Organik di Distributor Resmi NASA.


UNTUK DAPATKAN HARGA SPESIAL MEMBER

Pupuk Organik Cair POC Nasa

POC Nasa merupakan Pupuk Organik Cair produk PT. Natural Nusantara yang diproses dengan formula khusus dan dibuat dari bahan dasar alami (organik) yang multiguna untuk tanaman, peternakan dan perikanan.

Kategori Produk: Agrokomplek
Nama Produk: POC Nasa
Kode Produk: NASA
Isi/Berat: 500 cc
Harga: Rp.31.000,-

Tersedia kemasan kecil 100 cc Rp.16.000,- dan kemasan besar 3 ltr Rp.174.000,-










Fungsi dan Manfaat Pupuk Organik Cair POC Nasa:

  1. Meningkatkan produksi tanaman (kualitas dan kuantitas) dengan mengutamakan kelestarian lingkungan (aspek K-3: Kuantitas - Kualitas - Kelestarian)
  2. Menjadikan tanah yang keras menjadi gembur secara berangsur-angsur
  3. Melarutkan sisa pemakaian pupuk kimia dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman
  4. Memberikan semua jenis unsur makro maupun mikro lengkap
  5. Dapat mengurangi penggunaan pupuk Urea dan SP-36 serta KCL 12,5% - 25%
  6. Setiap 1 liter POC NASA mengandung fungsi unsur hara mikro yang setara dengan 1 ton pupuk kandang
  7. Memacu pertumbuhan tanaman serta akarnya, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan, juga dapat mengurangi kerontokan bunga dan buah (mengandung hormon ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin)
  8. Membantu perkembangan mikro-organisme dalam tanah yang berguna bagi tanaman seperti cacing tanah, Penicilium Glaucum dan lainnya
  9. Meningkatkan daya tahan tanaman dari gangguan hama dan penyakit
  10. Meningkatkan bobot/berat ternak besar seperti sapi dan kambing, ikan, udang serta unggas
  11. Meningkatkan nafsu makan ternak, ikan/udang dan unggas
  12. Membantu pembentukan bahan pakan alami (plankton) bagi ikan dan udang
Untuk hasil yang lebih optimal, sangat bagus jika dalam aplikasi dipadukan dengan HORMONIK.

Dapatkan produk Pupuk Organik Cair POC NASA di Distributor Resmi NASA


Untuk Bergabung Menjadi Distriburor Resmi NASA
Dan Dapatkan Harga Spesial

Hormonik (Hormon Organik Nasa)

Hormonik merupakan produk hormon yang bersifat organik yang diproduksi oleh PT. Natural Nusantara untuk semua tanaman, hewan ternak,ikan dan udang.

Kategori Produksi: Agrokomplek
Nama Produk: Hormonik
Kode Produk: HRN (100cc), HRNB (500cc)
Harga: Rp.26.000,- (100cc), Rp.122.000,- (500cc)

Hormon yang terkandung dalam produk HORMONIK NASA ini adalah senyawa alami Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat mengatur pertumbuhan tanaman yang terdiri dari hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin.
Produk Hormonik Nasa ini sangat aman digunakan baik bagi kesehatan manusia, binatang  maupun kelestarian lingkungan.

Manfaat dan Kegunaan Hormonik:

  • Mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman dan akar.
  • Memperbesar dan memperbanyak umbi
  • Mengurangi kerontokan pada bunga dan buah
  • Meningkatkan keawetan hasil panen
  • Memicu dan meningkatkan bobot pada hewan ternak, udang maupun ikan.
Cara Pemakaian Hormonik:
  • Kocok dahulu sebelum digunakan
  • Dosis: 1 - 2 cc HORMONIK per liter air
  • Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA (dosis 1 tutup Hormonik + 3 tutup POC Nasa) per tangki
  • Penggunaan dengan cara di semprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata
  • Tanaman semusim: mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi, yaitu sebelum berbunga/berumbi (3-6 kali disemprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik
  • Tanaman tahunan: 2-4 bulan sebelum berbunga/berbuah (3-6 kali semprot)
  • Unggas: 1-2 tutup Hormonik + 1 botol (500cc) POC Nasa atau Viterna Plus, kemudian 1-2 cc dari campuran tersebut dilarutkan dalam 1 liter air minum.
Hormonik Nasa mempunyai dosis yang lebih lebar sehingga apabila dalam penggunaannya ada kelebihan dosis, maka tidak akan membahayakan tanaman ataupun hewan ternak  Anda.
Produk Hormon Organik Nasa ini mudah terurai oleh alam sehingga aman bagi kesehatan lingkungan dan juga manusia

Dapatkan Hormonik Nasa di Distributor Resmi NASA sekarang juga....!!!



Dapatkan Harga Khusus Dengan Bergabung Menjadi 

Cara Hebat Budidaya Cacing Sutra

Tertarik dengan cara budidaya cacing sutra? Jangan khawatir, meski Anda masih pemula, kami akan membahas langkah mudah memulai bisnis membudi dayakan cacing yang omsetnya per bulan bisa mencapai belasan juta rupiah ini. Silakan menyimak ulasan dan langkahnya dalam tulisan kami ini.


Pertama, persiapan bibit

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah persiapan bibit. Bibit cacing sutra bisa dibeli atau ditangkap dari sungai atau sawah. Namun, kebanyakan petani memilih untuk membeli bibit cacing sutra di pasar sebab lebih praktis. Setelah dibeli, bibit cacing sutra ini harus dikarantina selama kurang lebih 2 hingga 3 hari menggunakan air bersih yang terus mengalir dengan debit yang kecil. Ini dimaksudkan untuk menghilangkan bakteri patogen yang mungkin menempel dalam tubuh cacing.

Kedua, pembuatan media tumbuh cacing sutra

Selanjutnya, Anda bisa menyiapkan habitat atau media tumbuh cacing tersebut. Anda bisa menyiapkan kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter persegi. Kubangan ini harus dibuat lengkap dengan saluran air, baik keluar maupun masuk. Kemudian di setiap kubangan, buatlah petakan dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 10 cm (tinggi). Kemudian antar petakan diberi lubang dengan jari-jari 0,5 cm.

Ketiga, pemupukan lahan dan pembuatan pakan

Langkah selanjutnya dalam cara budidaya cacing sutra ini adalah pemupukan. Cara ini dimaksudkan agar cacing dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan lebih optimal. Caranya adalah dengan menyiapkan pupuk kandang atau ampas tahu. Ukuran ampas tahu adalah 200 hingga 250 gram per meter persegi, sedangkan pupuk kandang 300 gram per meter persegi. Jika Anda ingin membuat pupuk sebagai pakan, ikuti langkah di bawah ini;
  • Siapkan kotoran ayam lalu jemur hingga kering dan gas beracunnya hilang selama kurang lebih 6 jam
  • Siapkan EM4, gula pasir dengan air. Campurkan menurut ukuran 4 ml EM4 dengan 300 ml air plus ¼ sendok makan gula pasir. Lantas diamkan selama 2 jam.
  • Masukkan cairan pada poin dua ke dalam kotoran ayam. Untuk ukuran di atas, digunakan 10 kg kotoran ayam
  • Jika sudah tercampur, tutup rapat dan biarkan selama 5 hari dengan tujuan agar fermentasinya dapat berjalan sempurna
Keempat, fermentasi lahan

Lakukan fermentasi pada lahan dengan merendam lahan hingga 3 sampai 4 hari menggunakan air setinggi 5 cm saja.

Kelima, cara benar menebarkan bibit cacing sutra

Kemudian, jika semuanya sudah siap, Anda bisa menebarkan bibit sutra ke dalam lahan dan selama perawatan, usahakan mengaliri air dengan debit yang lambat. Bisa menggunakan 2 hingga 5 liter air per sekon.

Keenam, makanan cacing sutra

Anda perlu tahu pakan untuk cacing sutra, yakni bahan organik yang sudah bercampur dengan sedimen atau lumpur yang ada di dasar lahan (perairan).

Ketujuh, teknik panen

Pada awal panen cacing sutra bisa dilakukan setelah 75 hari, setelah itu, Anda bisa memanennya tiap 15 hari sekali.

Perawatan dalam cara budidaya cacing sutra ini sangat penting untuk menjaga hasil panen Anda.

Ikan Nila Moster Super Besar

Baru-baru ini saya sedang bongkar kolam ikan nila dimana ikan nila ini saya bongkar karna alasan air yang sudah terlalu keruh atau jorok dalam bahasa kitanya.

Ikan ini sudah terbilang tua sehingga sudah tidak baik lagi digunakan untuk indukan.

Baca tentang Budidaya Ikan Bila.

Berikut hasil jepretan kami tentang ikan nila, bentuk besar dari panjang dan lebar yang kami ukur.






Keterangan gambar :
  • Panjang 60 cm
  • Lebar 25 cm

Cukup besar bukan untuk ukuran ikan nila. Sekian informasi dari kami. Salam Pertanian

Pemeliharaan Jangkrik

Dalam pengelolaan peternakan budidaya jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yg sangat penting. utk menghindari adanya zat-zat atau racun yg terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu & diolesi lumpur sawah. utk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki & setiap kaki masing-masing dimasukkan ke dalam kaleng yg berisi air.


Pengontrolan Penyakit 

Untuk pembesaran jangkrik dipilih jangkrik yg sehat & dipisahkan dari yg sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yg berjamur karena dpt menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yg basah juga dpt menyebabkan timbulnya penyakit.

Perawatan Ternak 

Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yg harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab & gelap, maka yangtidak kalah pentingnya adalah gizi yg cukup agartidak saling makan (kanibal).

Pemberian Pakan jangkrik

Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yg dibuat dari kacang kedelai, beras merah & jagung kering yg dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dpt mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda & gambas. Sedangkan utk jangkrik yg sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yg menambah pakan utk ternak yg dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk & beberapa vitamin yg dihaluskan & dicampur menjadi satu.

Pemeliharaan Kandang 

Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali & kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

Hama Penyakit Jangkrik


Dalam hal membudidayakan jangkrik tidak lepas dari yang namanya hama dan penyakit. Berikut adalah sedikit artikel tentang Hama dan penyakit dalam budidaya jangkrik. 

Penyakit, Hama & Penyebabnya 

Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yg serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yg menempel di daun. Sedangkan hama yg sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak & ular.

Pencegahan Serangan Hama & Penyakit 

Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan & daun tempat berlindung yg tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dpt diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yg berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.

Pemberian Vaksinasi & Obat

Untuk saat ini karena hama & penyakit dpt diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dpt ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat & vaksinasitidak diperlukan.

Beternak Sapi Perah yang Baik dan Benar

Berikut ini adalah cara beternak sapi perah yang baik dan benar.

1. SEJARAH SINGKAT

Sapi adalah hewan ternak terpenting sebagai sumber daging, susu, tenaga kerja dan kebutuhan lainnya. Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging di dunia, 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit. Sapi berasal dari famili Bovidae. seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika (Syncherus), dan anoaa

Domestikasi sapi mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM. Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah, kemudian menyebar ke Eropa, Afrika dan seluruh wilayah Asia. Menjelang akhir abad ke-19, sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole murni.

Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalan menyilangkannya dengan sapi Red Deen. Persilangan lain yaitu antara sapi lokal (peranakan Ongole) dengan sapiperah Frisian Holstein di Grati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia.


2. SENTRA PERIKANAN

Sentra peternakan sapi di dunia ada di negara Eropa (Skotlandia, Inggris, Denmark, Perancis, Switzerland, Belanda), Italia, Amerika, Australia, Afrika dan Asia (India dan Pakistan). Sapi Friesian Holstein misalnya, terkenal dengan produksi susunya yang tinggi (+ 6350 kg/th), dengan persentase lemak susu sekitar 3-7%. Namun demikian sapi-sapi perah tersebut ada yang mampu berproduksi hingga mencapai 25.000 kg susu/tahun, apabila digunakan bibit unggul, diberi pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak, lingkungan yang mendukung dan menerapkan budidaya dengan manajemen yang baik. Saat ini produksi susu di dunia mencapai 385 juta m2/ton/th, khususnya pada zone yang beriklim sedang. Produksi susu sapi di PSPB masih kurang dari 10 liter/hari dan jauh dari standar normalnya 12 liter/hari (rata-ratanya hanya 5-8 liter/hari).

3. JENIS

Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus.

Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda), Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia). Hasil survei di PSPB Cibinong menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein.

4. MANFAAT

Peternakan sapi menghasilkan daging sebagai sumber protein, susu, kulit yang dimanfaatkan untuk industri dan pupuk kandang sebagai salah satu sumber organik lahan pertanian.

5. PERSYARATAN LOKASI

Lokasi yang ideal untuk membangun kandang adalah daerah yang letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk tetapi mudah dicapai oleh kendaraan. Kandang harus terpisah dari rumah tinggal dengan jarak minimal 10 meter dan sinar matahari harus dapat menembus pelataran kandang serta dekat dengan lahan pertanian. Pembuatannya dapat dilakukan secara berkelompok di tengah sawah atau ladang.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.

Pembuatan kandang untuk tujuan penggemukan (kereman) biasanya berbentuk tunggal apabila kapasitas ternak yang dipelihara hanya sedikit. Namun, apabila kegiatan penggemukan sapi ditujukan untuk komersial, ukuran kandang harus lebih luas dan lebih besar sehingga dapat menampung jumlah sapi yang lebih banyak. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.

Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahan lainnya. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5x2 m atau 2,5x2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8x2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5x1 m per ekor, dengan tinggi atas + 2-2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan 

kelembaban 75%. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m).

Pembibitan

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah:
  • produksi susu tinggi,
  • umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
  • berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi,
  • bentuk tubuhnya seperti baji,
  • matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat,
  • ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelok-kelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek,
  • tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan tiap tahun beranak.
Sementara calon induk yang baik antara lain:
  • berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi,
  • kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar,
  • jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar,
  • pertumbuhan ambing dan puting baik,
  • jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta sehat dan tidak cacat.
Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • umur sekitar 4-5 tahun,
  • memiliki kesuburan tinggi,
  • daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya,
  • berasal dari induk dan pejantan yang baik,
  • besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik,
  • kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat,
  • muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,
  • paha rata dan cukup terpisah,
  • dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar,
  • badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta sehat bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.

Prosedur:

Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan. Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.

Perawatan Bibit dan Calon Induk

Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, harus disisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu, sapi diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya.

Sistim Pemuliabiakan

Seringkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkan anak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. Bibit harus diberi kesempatan untuk bergerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari.

Pemeliharaan

Sanitasi dan Tindakan Preventif

Pada pemeliharaan secara intensif sapi-sapi dikandangkan sehingga peternak mudah mengawasinya, sementara pemeliharaan secara ekstensif pengawasannya sulit dilakukan karena sapi-sapi yang dipelihara dibiarkan hidup bebas. Sapi perah yang dipelihara dalam naungan (ruangan) memiliki konsepsi produksi yang lebih tinggi (19%) dan produksi susunya 11% lebih banyak daripada tanpa naungan. Bibit yang sakit segera diobati karena dan bibit yang menjelang beranak dikering kandangkan selama 1-2 bulan.

Perawatan Ternak

Ternak dimandikan 2 hari sekali. Seluruh sapi induk dimandikan setiap hari setelah kandang dibersihkan dan sebelum pemerahan susu. Kandang harus dibersihkan setiap hari, kotoran kandang ditempatkan pada penampungan khusus sehingga dapat diolah menjadi pupuk. Setelah kandang dibersihkan, sebaiknya lantainya diberi tilam sebagai alas lantai yang umumnya terbuat dari jerami atau sisa-sisa pakan hijauan (seminggu sekali tilam tersebut harus dibongkar). Penimbangan dilakukan sejak sapi pedet hingga usia dewasa. Sapi pedet ditimbang seminggu sekali sementara sapi dewasa ditimbang setiap bulan atau 3 bulan sekali. Sapi yang baru disapih ditimbang sebulan sekali. Sapi dewasa dapat ditimbang dengan melakukan taksiran pengukuran berdasarkan lingkar dan lebar dada, panjang badan dan tinggi pundak.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada sapi dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
  • sistem penggembalaan (pasture fattening)
  • kereman (dry lot fattening)
  • kombinasi cara pertama dan kedua.
Pakan yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan yang berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, alfalfa, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa

umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB. Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum).

Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan per hari.

Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberian pakan secara kereman dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau, setiap hari sapi digembalakan. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.

Pemeliharaan Kandang

Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat (agak terbuka) agar sirkulasi udara didalamnya berjalan lancar. Air minum yang bersih harus tersedia setiap saat. Tempat pakan dan minum sebaiknya dibuat di luar kandang tetapi masih di bawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak atau tercampur dengan kotoran. Sementara tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi daripada permukaan lantai. Sediakan pula peralatan untuk memandikan sapi.

7. HAMA DAN PENYAKIT

Penyakit

Penyakit antraks

Penyebab: Bacillus anthracis yang menular melalui kontak langsung, makanan/minuman atau pernafasan.

Gejala : Demam tinggi, badan lemah dan gemetar; gangguan pernafasan, pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul, kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina, kotoran ternak cair dan sering bercampur darah, limpa bengkak dan berwarna kehitaman.

Pengendalian: vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau penyakit Apthae epizootica (AE)

Penyebab: virus ini menular melalui kontak langsung melalui air kencing, air susu, air liur dan benda lain yang tercemar kuman AE.

Gejala : Rongga mulut, lidah, dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjolan bulat berisi cairan yang bening, demam atau panas, suhu badan menurun drastis, nafsu makan menurun bahkan tidak mau makan sama sekali, air liur keluar berlebihan.

Pengendalian: vaksinasi dan sapi yang sakit diasingkan dan diobati secara terpisah.

Penyakit ngorok/mendekur atau penyakit Septichaema epizootica (SE)

Penyebab: bakteri Pasturella multocida. Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri.

Gejala: Kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak, berwarna merah dan kebiruan, leher, anus, dan vulva membengkak, paru-paru meradang, selaput lendir usus dan perut masam dan berwarna merah tua, demam dan sulit bernafas sehingga mirip orang yang ngorok. Dalam keadaan sangat parah, sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam.

Pengendalian: vaksinasi anti SE dan diberi antibiotika atau sulfa.

Penyakit radang kuku atau kuku busuk (foot rot)

Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor.

Gejala: Mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh, kulit kuku mengelupas, tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit, sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh.

Pencegahan Serangan

Upaya pencegahan dan pengobatannya dilakukan dengan memotong kuku dan merendam bagian yang sakit dalam larutan refanol selama 30 menit yang diulangi seminggu sekali serta menempatkan sapi dalam kandang yang bersih dan kering.

8. PANEN

Hasil Utama

Hasil utama dari budidaya sapi perah adalah susu yang dihasilkan oleh induk betina.

Hasil Tambahan

Selain susu sapi perah juga memberikan hasil lain yaitu daging dan kulit yang berasal dari sapi yang sudah tidak produktif serta pupuk kandang yang dihasilkan dari kotoran ternak.

Budidaya Jangkrik yang Baik dan Benar

Sekarang ini budidaya/ ternak jangkrik sudah banyak yang membudidayakannya. Tentunya jika ternak jangkrik benar-benar dilakukan dengann teknik yang benar maka hasinya pun akan bagus. Pada kesempatan ini blog budidaya petani akan menyajikan artikel tentang Teknik Cara Ternak Jangkrik, selamat menyimak.

1.SEJARAH SINGKAT

Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yg diadakan dibanyak kota. Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yg dibutuhkan utk produksi telur yg akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan utk produksi jangkrik utk pakan ikan & burung maupun utk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2-3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. dlm siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.

Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun utk kota-kota besar yg banyak penggemar burung & ikan, pada awalnya sangat tergantung utk mengkonsumsi jangkrik yg berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yg ditangkap dari alam maka mulailah dicoba utk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif & usaha ini banyak dilakukan dikota-kota dipulau jawa.


2. SENTRA PERIKANAN

Telah diutarakan didepan bahwa utk sementara ini, sentra peternakan jangkrik adalah dikota-kota besar dipulau jawa karena kebutuhan dari jangkrik sangat banyak. Sedangkan diluar pulau jawa sementara ini masih banyak didapatkan dari alam, sehingga belum banyak peternakan-peternakan jangkrik.

3. JENIS

Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yg terdapat di Indonesia. Jenis yg banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus & Gryllus testaclus, utk pakan ikan & burung. Kedua jenis ini dpt dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yg tenang.

4. MANFAAT

Jangkrik segar yg sdh diketahui baik utk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer & hwambie serta utk pakan ikan, baik juga utk pertumbuhan udang & lele dlm bentuk tepung.

5. PERSYARATAN LOKASI
  • Lokasi budidaya harus tenang, teduh & mendapat sirkulasi udara yg baik.
  • Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya & lain sebagainya.
  • Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Ternak jangkrik merupakan jenis usaha yg jikatidak direncanakan dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yg perlu dilakukan dlm merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana & melaksanakan usaha ternak jangkrik.

Penyiapan Sarana & Peralatan

Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yg teduh & gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi utk kandang peneluran. utk menjaga kondisi kandang yg mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah & diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun & daun-daun lainnya utk tempat persembunyian disamping utk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dlm sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkriktidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yg ditutup kasa utk memberikan sirkulasi udara yg baik & utk menjaga kelembapan kandang. utk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik,tidak ada ukuran yg baku. yg penting sesuai dengan kebutuhan utk jumlah populasi jangkrik tiap kandang. 

Menurut hasil pemantauan dilapangan & pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dpt dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun utk mengirit biaya, maka dinding kandang dpt dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, & kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. utk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak & serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yg berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yg dilumurkan ditiap kaki penyangga.

Pembibitan

Pemilihan Bibit & Calon Induk

Bibit yg diperlukan utk dibesarkan haruslah yg sehat,tidak sakit,tidak cacat (sungut atau kaki patah) & umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yg baik adalah jangkrik-jangkrik yg berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yg lebih baik. Kalaupun induk betinatidak dpt dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dpt dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif. 

Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, & induk jantan yg baik adalah sebagai berikut:

Indukan:
  • sungutnya (antena) masih panjang & lengkap.
  • kedua kaki belakangnya masih lengkap.
  • bisa melompat dengan tangkas, gesit & kelihatan sehat.
  • badan & bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
  • pilihlah induk yg besar.
  • dangan memilih jangkrik yg mengeluarkan zat cair dari mulut & duburnya apabila dipegang.
Induk jantan:
  • selalu mengeluarkan suara mengerik.
  • permukaan sayap atau punggung kasar & bergelombang.
  • tidak mempunyai ovipositor di ekor.
Induk betina:
  • tidak mengerik.
  • permukaan punggung atau sayap halus.
  • ada ovipositor dibawah ekor utk mengeluarkan telur.

Perawatan Bibit & Calon Induk

Perawatan jangkrik yg sdh dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan & dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yg lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa & laba-laba. utk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yg biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran & dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

Sistem Pemuliabiakan

Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yg dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan & induk betina, sedangkan utk bertelur ada yg alami & ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati & telur yg diperolehtidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

Reproduksi & Perkawinan

Induk dpt memproduksi telur yg daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yg bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yg khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk & kadang-kadang ditambah dengan vitamin.

Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih & lem kayu, & diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu & serutan kayu.

Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yg dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina & jantan 10 : 2, agar didapat telur yg daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sdh selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agartidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dlm disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dpt juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telurtidak merata matangnya (daya tetas).

Proses kelahiran

Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yg permukaan dlm kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yg lembut. dlm satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari & telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

Pemeliharaan

Sanitasi & Tindakan Preventif

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dlm pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yg sangat penting. utk menghindari adanya zat-zat atau racun yg terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu & diolesi lumpur sawah. utk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki & setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yg berisi air.

Pengontrolan Penyakit

Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yg sehat & dipisahkan dari yg sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yg berjamur karena dpt menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yg basah juga dpt menyebabkan timbulnya penyakit.

Perawatan Ternak

Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yg harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab & gelap, maka yangtidak kalah pentingnya adalah gizi yg cukup agartidak saling makan (kanibal).

Pemberian Pakan

Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yg dibuat dari kacang kedelai, beras merah & jagung kering yg dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dpt mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda & gambas. Sedangkan utk jangkrik yg sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yg menambah pakan utk ternak yg dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk & beberapa vitamin yg dihaluskan & dicampur menjadi satu.

Pemeliharaan Kandang

Air dlm kaleng yg terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali & kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

7. HAMA & PENYAKIT

Penyakit, Hama & Penyebabnya

Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yg serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yg menempel di daun. Sedangkan hama yg sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak & ular.

Pencegahan Serangan Hama & Penyakit

Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan & daun tempat berlindung yg tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dpt diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yg berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.

Pemberian Vaksinasi & Obat

Untuk saat ini karena hama & penyakit dpt diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dpt ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat & vaksinasitidak diperlukan.

8. PANEN

Hasil Utama

Peternak jangkrik dpt memperoleh 2 (dua) hasil utama yg nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yg dpt dijual utk peternak lainnya & jangkrik dewasa utk pakan burung & ikan serta utk tepung jangkrik.

Penangkapan

Telur yg sdh diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring & ditempatkan pada media kain yg basah. utk setiap lipatan kain basah dpt ditempatkan 1 sendok teh telur yg kemudian utk diperjual belikan. Sedangkan utk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan & dimasukkan ketempat penampungan utk dijual.

Jenis Ayam Burma

A. AYAM BURMA ORIGINAL

Ayam Burma atau ayam Birma merupakan ayam yang berasal dari negeri Myanmar/Burma adalah sejenis ayam kebanyakan di perkampungan negeri Myanmar. seperti halnya di negeri kita, disana juga banyak warga yang memang menyukai ayam aduan, bisa jadi karena bisa dijadikan sebagai symbol kekuasaan ataupun hoby belaka yang tentunya bisa saja dibumbui dengan perjudian.


Karakteristik fisik ayam burma memiliki tubuh yang relatif kecil, tulangannya relatif tipis, berbulu lebih lebat dengan warna dominan jalak (wido) dan brintik kecoklatan. kontruksi kaki ayam burma seperti kaki burung pemakan ikan lebih besar sedikit, merit, padat dan keras. warna kakinya memiliki kekhasan kebanyakan kukunya agak berwarna kehijauan atau kecoklatan.

Ayam burma mulai terkenal sebagai ayam aduan adalah setelah orang Thailand membawa & mengembangbiakan dinegeri siam, dan ternyata mampu memberikan perlawanan bahkantipspetani memenangkan dalam banyak pertandingan biarpun kalah tandingan.

Kelebihan ayam burma adalah pada tingkat akurasi pukulannya hingga 90% adalah sekitar kepala, paruh dan mata lawan yang dibuatnya tidak berdaya. Sementara

Kekurangan ayam burma adalah pada ukuran zise yang memang lebih kecilan dan berkisar 2,0 hingga 2,75 Kg, dengan kontruksi tulangan yang tipis, dirasa kurang tangguh jika di hadapkan dengan ayam yang memiliki pukulan keras dan mengarah ke badan.

B. AYAM BURMA GOSTAN

Ayam Burma Gostan adalah salah satu jenis ayam burma original generasi baru dengan ciri khas memiliki gaya bertarung adalah selalu mundur menghindar dan melemparkan pukulan (Defensive agresive) yang mengarah ke kepala, paruh & mata lawan.


C. AYAM BURMA RAMBONG

Ayam Burma Rambong adalah salah satu jenis ayam burma original dengan ciri khas yang merupakan kelebihannya adalah sangat lincah seperti berjoget ( Rambong istilah Siam = joget ) dan sambil melemparkan pukulan kea rah kepala, paruh dan mata, bahkan sambil jatuhpun ayam ini masih mampu melemparkan pukulan.


D. AYAM BURMA BRASILIAN

Ayam Burma Brasilian adalah hasil crossing breeding antara ayam burmatipspetani dengan ayam Brasil dengan prosentasi 85% genetik ayam burma dan 15% genetik ayam Brasil. Karakter ayam ini adalah memiliki daya tahan pukulan dan ketangguhan yang lebih baik dibandingkan ayam burma original. Kualitas pukulannya lebih keras dan mematikan. Akan tetapi tingkat kecepatannya tidak secepat original. Ukuran zise lebih besaran jika dibandingkan ayam original berkisar 2,6 hingga 3,3 Kg.

E. AYAM BURMA MABIN 

Ayam Burma Mabin adalah salah satu jenis ayam burma generasi terbaru dengan ciri khas yang merupakan kelebihannya adalah pukulannya sambil melompat lompat seperti kuda terbang & sangat lincah sambil melemparkan pukulan kearah kepala, paruh dan mata. Ukuran ayam Burmatipspetani mabin ini hampir sama dengan ukuran jenis ayam burma lainnya hanya memiliki portus yang lebih ramping & tinggi.

F. AYAM PAMA

Ayam Pama adalah hasil crossing breeding antara ayam burma dengan beberapa jenis ayam aduan yang ada, seperti ayam burma dengan ayam Saigon, ayam burma dengan ayam siam, ayam burma dengan ayam Malaysian.

Karakter ayam pama ini karena masih memiliki sifat genetic ayam burma hingga 50% maka tentunya akurasi pukulannya mendekati ayam burma ditambah sifat yang ada pada ayam crossing-nya. Seperti diantaranya:

ayam burma X ayam Saigon disebutnya magon. Ayam jenis ini memiliki karakter sifat yang dibawa dari ayam saigon seperti tahan pukul dan pukulan keras dengan ukuran body yang relatif besar. Kelebihan jenis ayam ini pastilah adalah ukuran yg besar dan pukulan yg keras ditambah lagi akurasi yang sempurna dibawa dari sifat ayam burma. Dengan penampilan yang lebih gagah dan kekar serasa membuat percaya diri pemilik jika di bawa dalam arena pertandingan.

Ayam burma X ayam Siam disebutnya mathai. Memiliki tehnik bermain seperti ayam BK yaitu seperti ayam lock, bongkar, nyayap ditambahkan sifat pukulan ayam burma dan kecepatan defensive yang sulit untuk dipancing atau antilock dan pukulan yang keras lagi akurat, membuat jenis ayam ini menjadi trend tersendiri sebagai jenis ayam pama bangkok antilock.

Ayam burma X ayam Pakhoy (Malaysian +Texas) disebutnya makhoy. Ayam ini bukan hanya memiliki tehnik ayam pakhoy (ketip bulu) seperti mematuk punggung sayap, paha , memukul badan yang sangat keras akan tetapi sifat pukulan akurat dan keras sekitar kepala justru menjadi kelebihan jenis ayam ini. Sekarang ini justru ayam jenis ini sedang menjadi trend di negeri Siam. Beberapa arena pertandingan banyak dimenangi jenis ayam Makhoy

Penghasilan Hebat dengan Beternak Semut Rangrang

Semut yang diternak Prihandono pun bukan semut biasa, tetapi semut rangrang salah satu jenis semut yang dikenal sangat sakit jika menggigit.

Bagaimana Prihandono menjalani usahanya ?

Prihandono mengatakan, pertama-pertama untuk memulai bisnisnya yakni membuatkan rumah untuk semut. Untuk membuatkan rumah bagi semut-semut tersebut agar betah tinggal dan tidak kabur hanya dengan menggunakan media sederhana yakni berupa botol-botol bekas air mineral.

“Saya juga harus memberi makan dan minum secara teratur pada semut peliharaan ini agar tidak mati dan cepat bertelur,” ungkap Prihandono.


Menurut Prihandono, suhu tempat semut ini tinggal juga harus di perhatikan, jika udara terlalu panas harus menyemprotkan air layaknya embun agar suhu menjadi lebih dingin. “Sebab bila terlalu panas semut peliharaannya bisa mati,” jelasnya.

Dengan cara ini, Prihandono mengaku dapat memetik hasil berupa telur semut rangrang atau yang biasa dikenal dengan sebutan kroto. Berkat ketelatenannya beternak semut rangrang, dirinya dapat meraup rupiah antara Rp800 ribu-Rp1 juta per minggunya.

Prihandono mengungkapkan, di pasaran, harga kroto cukup lumayan mencapai Rp150 ribu rupiah per kilogram (kg). Oleh masyarakat, telur semut atau kroto sangat dibutuhkan dan permintaannya sangat tinggi karena dipakai untuk pakan burung.

“Dalam seminggu, setidaknya saya dapat memanen kroto dua kali dari kandang semutnya ini dan sekali panen dapat memperoleh 3-4 kg,” jelasnya.

Sebelumnya menjadi peternak semut rangrang, Prihandono mengaku dirinya pernah menjadi peternak kambing, namun karena harga pakan kambing terus meroket dan selalu merugi, dirinya kemudian banting setir dan beralih beternak semut rangrang ini.

“Selain hasil yang diperoleh cukup lumayan mencapai Rp800 ribu-Rp1 juta per minggunya, pengeluaran untuk pakan semut juga sangat sedikit hanya sekitar Rp30 ribu per minggu yakni untuk membeli jangkrik yang dijadikan pakan atau membeli gula untuk minum semut,” katanya.

Selain itu, juga ada nutrisi dan obat-obatan tertentu yang biasanya dibeli Prihandono di toko dan harganya juga sangat murah. Dibandingkan dengan beternak kambing, Prihandono merasakan bahwa beternak semut rangrang jauh lebih menguntungkan karena tidak menguras waktu dan tenaga.

Ada Ide Budidaya Lobster Air Tawar ? Anda Hebat

Lobster menjadi salah satu bahan baku unggulan di dunia kuliner seafood. Rasanya yang lezat membuatnya selalu dicari banyak orang, meskipun harganya cukup mahal. Dan, karena hal ini pula, banyak restoran atau hotel yang selalu kekurangan pasokan lobster untuk memenuhi pesanan pelanggan mereka.

Dilain sisi, ketersediaan lobster pada pembudidaya lobster juga sangat terbatas. Oleh karena itu, bisnis ini sangat menjanjikan. Bila Anda ingin mencoba budidaya lobster air tawar, Anda perlu mengetahui beberapa hal berikut.


1. Tentang Lobster Air Tawar

Lobster termasuk dalam keluarga Nephropidae atau udang dengan tubuh beruas-ruas dan capit besar bergerigi tajam. Ada banyak jenis lobster yang dapat kita temui, seperti lobster Jepang, lobster Papuan dan lainnya. Lobster-lobster tersebut terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu lobster air laut dan lobster air tawar.

Sedangkan untuk lobster air tawar sendiri, ada banyak jenis yang dapat Anda temui, seperti Yabby, Marron dan lainnya.

Siklus hidup lobster bermulai dari telur, larva, lobster kecil dan lobster dewasa. Lobster juga berganti kulit layaknya udang. Yang perlu diingat, lobster adalah hewan kanibal, jadi Anda harus teliti menempatkan lobster berdasarkan umur dan ukuran.

2. Persiapan Budidaya
  1. Yang pertama adalah kolam. Bila Anda hanya mempunyai pekarangan kecil, kolam seluas 2 m x 3m dengan kedalaman 1,5 m – 2 m sudah cukup.
  2. Buat kolam permanen dengan semen agar tidak bocor. Tetapi, bila dana Anda terbatas, Anda juga dapat menggunakan terpal.
  3. Jumlah kolam yang perlu Anda persiapkan minimal 2 kolam, untuk anakan dan lobster dewasa. Ingat, lobster bersifat kanibal, jadi harus ada pemisahan ini.
  4. Setelah kolam jadi, isi dengan air, tetapi jangan sampai penuh karena lobster dapat kabur. Isi juga dengan tumbuhan air, seperti enceng gondok. Anda juga dapat menambahkan aerator untuk menambah suplai oksigen.
  5. Biarkan kolam selama 5-7 hari. Setelah itu, pasangan indukan lobster siap dimasukkan ke dalam kolam.
3. Pemeliharaan

Untuk makanan, Anda dapat memberikan cacahan ubi, sayuran dan lainnya setiap pagi dan sore. Beri pasokan makanan yang cukup agar lobster tidak menjadi kanibal.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda juga dapat memasukkan beberapa pipa paralon berbagai ukuran. Hal ini akan menjadi tempat berlindung, kala lobster kecil atau yang sedang berganti kulit akan diserang lobster yang lebih besar.

Pergantian air dapat dilakukan 2 minggu sekali.

4. Panen dan Pemasaran

Usia lobster terbaik untuk dipanen adalah 7 bulan. Pemanenan biasanya dilakukan pada sore hari.

Anda dapat menggunakan banyak metode penangkapan lobster, seperti manual, flow trapping, perangkap tikus dan lainnya. Sebelumnya, kurangi air kolam sampai tersisa sedikit agar mempermudah penangkapan.

Pemasaran dapat Anda lakukan dengan menawarkan ke restoran dan pengusaha kuliner. Karena lobster banyak dicari, maka Anda pasti mudah untuk menemukan konsumen anda. Dan, keuntungan yang didapat juga cukup besar. Jadi, tertarik untuk budidaya lobster air tawar?

Leguminosa Sebagai Pakan Ternak

Leguminosa adalah tanaman penutup tanah yang baik, selain berguna untuk menyuburkan tanah karna interaksi bintil akar yang cukup baik tanaman rumput ini juga berpotensi lain yaitu Leguminosa Sebagai Pakan Ternak.

Begitu banyak jenis dari leguminosa yang kita ketahui, jika anda membaca diberbagai media baik online maupun ofline begitu banyak jenis dari tanaman penutup.

Leguminosa Sebagai Pakan Ternak
Berikut beberapa Leguminosa yang bisa kita gunakan sebagai pakan ternak :

Calliandra calothyrsus 
Deskripsi
  • Leguminosa pohon, perennial
  • Daun majemuk
  • Bunga berbentuk kupu-kupu
  • Batang bercabang banyak dan berkayu
Centrosema pubescens Asal : Amerika Selatan
Deskripsi
  • Legume perennial, batang menjalar
  • Daun trifoliat
  • Batang tidak berkayu meskipun telah berumur 18 bulan
  • Tahan kering
  • Perbanyakan dengan biji
Clitoria ternatea Asal : Asia bagian tropis
Deskripsi
  • Legume perennial, dapat menjalar tinggi
  • Sebagai pencegah erosi
  • Daun dan polongan yang masih muda dimakan ternak
  • Sistem perakaran dalam
Gliricidia sepium Asal : Amerika Tengah
Deskripsi
  • Leguminosa pohon, perennial
  • Batang berkayu dan cepat tumbuh
  • Daun majemuk warna hijau
  • Bunga warna ungu sampai ungu muda bercampur putih
Leucaena leucocephala Asal : Amarika Tengah
Deskripsi
  • Berupa pohon tidak berduri dan selalu hijau
  • Perakaran dalam, tinggi antara 2-10 meter
  • Daun berkarang, bunga membentuk pola warna putih kekuningan
  • Dikembangkan dengan biji
Sesbania sesban
Deskripsi
  • Pertumbuhannya cepat
  • Perakarannya dangkal
  • Tidak tahan kering
  • Dapat tumbuh baik di daerah tropis yang lembab
Sesbania grandiflora Asal : Srilanka
Deskripsi
  • Pertumbuhannya cepat
  • Cabang sedikit, polong panjang
  • Tumbuh subur di tanah sawah
  • Dapat tumbuh baik di daerah tropis yang lembab dengan curah hujan 2000 mm/tahun
Stylosanthes guianensis Asal : Amerika Tengah, Amerika Selatan
Deskripsi
  • Leguminosa perennial, dengan tumbuh tegak atau semi tegak
  • Tinggi dapat mencapai 1,5 meter
  • Daunnya trifoliat dengan anak daun warna hijau berbantuk langset dengan ujunya meruncing
  • Bunganya kecil berwarna kuning atau putih
  • Buahnya berbantuk polong
Baca selengkapnya tentang leguminosa : Kacangan Penutup Tanah (Leguminosa)

Sekian dan Terimakasih

Budidaya Kroto yang baik dan benar

Apa itu kroto? bagi yang belum mengetahuinya kroto adalah campuran telur dan larva yang dihasilkan oleh semut rangrang. Budidaya kroto semakin populer karena harga jual kroto terbilang tinggi, meskipun berfluktuatif.

Jauh sebelum permintaan membludak, kroto didapatkan dari perburuan di alam bebas. Lama kelamaan keberadaan kroto semakin langka. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk mendapatkan kroto dalam jumlah banyak dan kontinyu.

Tidak semua jenis semut bisa dibudidayakan dan menghasilkan kroto yang digunakan sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang telah berhasil dibudidayakan secara meluas adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia hingga ke Australia bagian utara.

Persiapan budidaya kroto

Dalam sistem budidaya, semut rangrang bisa hidup dalam sarang buatan. Sarang atau kandang untuk semut rangrang bisa dibuat dari paralon, bambu, toples, dan lain sebagainya. Adapun langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto adalah sebagai berikut:

a. Menyiapkan bibit koloni

Bibit koloni untuk budidaya kroto bisa didapat dari hasil tangkapan di alam atau membelinya dari petani lain. Ada kiat-kiat tersendiri untuk mendapatkan bibit koloni dari alam, yang akan kami uraikan dalam tulisan terpisah.

Bila kesulitan mendapatkan bibit koloni dari alam, kita bisa membeli bibit kroto pada pembudidaya lain. Bibit kroto biasanya dijual dalam kemasan stoples atau botol plastik bening. Harganya cukup mahal, satu botol plastik berukuran 1 liter harganya sekitar 150-200 ribu rupiah.

b. Membuat kandang

Pada kesempatan kali ini kami akan menjabarkan cara membuat kandang kroto menggunakan paralon. Kandang paralon lebih praktis, fleksibel dan mudah perawatannya. Adapun kelebihan dari media paralon adalah sebagai berikut:
  1. Membuatnya mudah, tinggal memotong paralon dengan panjang yang sama. Kemudian susun dalam rak, media langsung bisa digunakan.
  2. Media tahan lama, bisa untuk 5-10 tahun.
  3. Paralon umumnya gelap atau kedap cahaya, namun kedua sisinya terbuka. Lingkungan yang baik bagi semut rangrang yang membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/m2 saja.
  4. Karena bentuknya silinder, bila disusun dengan baik posisinya akan saling menguatkan dan tidak mudah berpindah.
  5. Lebih mudah dalam pemanenan dan meminimalkan kematian koloni pasca panen. Serta mudah dibersihkan.
Berikut ini tahapan pembuatan kandang untuk budidaya kroto:
  1. Buat sebuah rak bersusun 2 tingkat. Rak bisa dibuat dari mambu, kayu atau besi. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat.
  2. Letakkan setiap kaki rak di atas wadah plastik, bisa mangkuk atau piring arau potongan kaleng. Berikan air pada wadah tersebut, bisa juga dengan memberikan cairan oli bekas, agar cairan tidak cepat menguap dan kering.
  3. Penggenangan kaki-kaki rak dalam cairan tersebut bertujuan untuk menghindari kaburnya koloni semut rangrang. Bagian-bagian rak tidak boleh bersentuhan dengan dinding atau benda lainnya.
  4. Pilih paralon berdiameter 12 cm, kemudian potong panjang masing-masing sekitar 50 cm, atau sesuaikan dengan lebar rak.
  5. Susun paralon tersebut dalam rak, berikan daun-daunan dalam paralon untuk merangsang semut rangrang membuat sarang. Langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit koloni pada kandang tersebut.
  6. Kandang harus diletakkan di tempat yang tenang, jauh dari gangguan. Karena ratu semut membutuhkan ketenangan agar bisa bertelur dengan optimal. Kandang budidaya kroto akan lebih baik bila ditempatkan di ruangan tertutup.
c. Menebarkan bibit koloni

Setelah rak dan pipa paralon untuk kandang selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah meletakkan koloni semut rangrang. Paralon merupakan media budidaya kroto yang sangat praktis. Tidak seperti toples atau media lainnya yang harus dipersiapkan, media paralon cukup disusun diatas rak, langsung bisa digunakan.

Biasanya bibit koloni dijual dalam toples atau dalam botol plastik. Untuk memindahkannya pada media paralon, cukup potong botol plastik atau buka toplesnya dan letakkan di atas tumpukan paralon.

Kemudian sediakan pakan dan air gula di sekitar sarang tersebut. Semut rangrang dengan sendirinya akan berkeliaran dan mulai masuk dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Setelah semut kerasan tinggal di kandang, selanjutnya tinggal memberikan perawatan rutin agar koloni menghasilkan kroto dengan maksimal.

Pemberian pakan

Jenis-jenis pakan budidaya kroto diantaranya ulat, jangkrik, belalang, cecak dan hewan kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam yang telah direbus agar tidak membusuk dan berbau. Atau, berikan tulang-tulangan, pemberian tulang sapi atau kambing harus dipecahkan sampai sumsumnya keluar. Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto.

Selain protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam, semut rangrang mendapatkan asupan karbohidrat dari gula, biasanya berupa nektar yang dihasilkan kutu daun seperti aphid. Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan memberikan gula pasir yang dilarutkan dalam air.

Cara memberi makan koloni semut rangrang adalah sebagai berikut:
  • Gunakan tatakan, bisa dari piring plastik atau wadah lain yang bentuknya ceper. Letakan bahan makanan dalam wadah tersebut, misalnya ulat hongkong, belatung, daging ayam atau tulang belulang. Wadah diletakkan pada rak disamping sarang semut.
  • Apabila menggunakan pakan hidup yang bisa melompat, misalnya jangkrik. Hendaknya lumpuhkan terlebih dahulu agar tidak kabur. Atau bisa juga dimasukkan langsung pada sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil untuk tempat air yang telah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok gula pasir pada sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

Pemanenan kroto

Kapan kroto mulai bisa dipanen? jawabannya, secara teoritis telur semut rangrang mempunyai daur 15-20 hari. Mulai dari telur-larva-hingga menjadi semut. Pemanenan bisa dilakukan setelah sarang semut terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih. Pada media atau sarang yang telah stabil, selanjutnya kroto bisa dipanen setiap 15-20 hari.

Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya hingga 6 bulan pertama tidak dipanen terlebih dahulu. Kemudian setelah 6 bulan, pemanenan bisa dilakukan 2 kali setiap bulannya. Atau bisa diatur menjadi setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dan siklus panen.

Tahap melakukan pemanenan adalah sebagai berikut:
  1. Siapkan wadah berupa baskom atau ember plastik.
  2. Siapkan juga saringan dari kawat ram, letakkan dalam baskom tersebut.
  3. Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut.
  4. Ambil media atau sarang dan tumpahkan isinya ke dalam baskom yang sudah diberi saringan kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar baskom sedangkan semutnya akan tersaring.
  5. Bersihkan media paralon dan letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak.
Sumber : Alamtani.com
Back To Top