Penyakit Tanaman Pertanian

Cara Membuat Pupuk Cair Sendiri Untuk Tanaman Semusim

DasarPertanian - Penggunaan pupuk cair pada tanaman memang sangat bagus dan dapat meningkatkan kualitas tanaman. Tetapi tidak banyak petani yang menggunakan pupuk cair ini sebagai pupuk tambahan mereka karena harga yang memang cukup mahal. Tetapi bagi anda yang juga mengalami masalah tersebut, tidak perlu kuatir karena sebaenarnya kita bisa membuat pupuk cair sendiri dengan bahan baku pupupk NPK Phonska dan ditamba pupuk lainnya. Makanya disini dasar pertanian akan bagikan sedikit tutorial tentang cara membuat pupuk cair sendiri dengan mudah.

Penggunaan pupuk cair yang akan kita buat ini ditujukan untuk memupuk tanaman semusim, seperti tanaman cabe, dan sayuran lainnya. Dalam penggunaan pupuk cair ini, saya telah mencoba sendiri mempupuk tanaman cabe dengan larutan pupuk phonska dan pupuk lainnya dan hasilnya sangat bagus. Disamping hasilnya sangat bagus, kita juga lebih menghemat biaya dari pada harus membeli pupuk cair yang dijual dipasaran.

Sebelum memulai pembuatan pupuk cair ini sebaiknya anda tahu berapa dosis yang harus digunakan pada tanaman tersebut. Karena jika pemberian pupuk cair buatan ini berlebihan maka hasilnya juga tidak bagus. Selain itu tata cara pemupukannya juga harus diperhatikan, nanti bisa anda simak penjelasannya dibawah ini.

Cara Membuat Pupuk Cair Sendiri Untuk Tanaman Semusim
Proses pembuatan pupuk cair sendiri


Cara Membuat Pupuk Cair Sendiri Untuk Tanaman Semusim


Untuk membuat pupuk cair sendiri ini kita hanya membutuhkan pupuk anorganik berupa pupuk NPK Phonska, Pupuk KCL, dan pupuk SP-36. Berikut ini merupakan cara pembuatan pupuk cair sendiri dengan bahan pupuk anorganik.
  • Silahkan anda takar kira-kira 2 kg pupuk NPK Phonsksa, 1 kh pupuk KCL, dan 1 kg pupuk SP-36.
  • Kemudian larutkan semua bahan tersebut dalam air bersih, bisa anda gunakan ember. Untuk takaran airnya yaitu jika dengan perbandingan pupuk tersebut yaitu gunakan air sebanyak 8 liter.
  • Aduk-aduk pupuk yang sudah dilarutkan hingga tercampur dan larut semuanya.
Dalam hal ini kita sudah berhasil membuat pupuk cair sendiri dan tinggal menggunakannya pada tanaman. Namun untuk dosis dan takaran penggunaan pupuk cair ini harus tepa dan sesuai, untuk itu seilahkan baca penjelasannya dibawah ini.

Cara Penggunaan Pupuk Cair Buatan


Setelah anda berhasil membuat larutan pupuk cair, maka saatnya menggunakannya pada tanaman semusim. Dalam hal ini yang saya coba adalah tanaman cabe. Jadi untuk menggunakan pupuk tersebut, tadi larutan tersebut menjadi sekitar 8 liter pupuk cair. Itu tidak langsung digunakan ya, tapi masih harus dicampur lagi dengan air. Kalau langsung kita gunakan memupuk tanaman, maka bisa jadi tanaman akan mati karena panas. Jadi harus diencerkan lagi dengan air bersih. Berapa kira-kira takarannya? Berikut penjelasannya.
  • Untuk menggunakannya sebaiknya anda encerkan 1 liter pupuk cair tersebut dengan 20 liter air bersih.
  • Setelah itu anda pupukkan pada tanaman cabe dengan cara menyiramkannya pada bagian akar tanaman.
  • Gunakan pupuk cair ini setelah usia tanaman sekitar 1 bulan keatas. Jadi anda bisa menggunakan 8 liter pupuk cair tersebut pada tanaman setelah usia tanaman siap diberi pupuk cair.
Sekarang anda sudah bisa membuat sendiri pupuk cair dirumah dan jika penggunaan rutin yaitu minimalnya 2 bulan sekali, maka saya jamin tanaman cabe atau tanaman sayuran anda akan subur dan berkualitas hasilnya. Semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

Penggunaan Pupuk NPK Phonska Pada Tanaman Cabai

Dasar Pertanian - Penggunaan pupuk NPK Phonska pada tanaman cabai sangat berpengaruh pada kesuburan tanaman cabai yang sudah kita budidayakan. Dosis penggunaan pupuk NPK Phonska pada tanaman cabe ini juga harus ditentukan dan ditetapkan sesuai dengan aturan dan anjurannya. Tidak lebih dan tidak boleh kurang, karena jika serba lebih dan kurang, maka hasilnya tidak akan maksimal. Sedangkan tanaman cabe ini sendiri adalah salah satu jenis tanaman yang sangat sulit untuk dibudidayakan tanpa adanya pengalaman. Akhirnya jika kita tetap menanam cabe tanpa adanya ilmu tentang bagaimana cara budidaya cabe yang benar, maka hasilnya akan minim, bisa jadi cabe keriting, tidak produktf, dan terserang hama penyakit.

Jika kita mau meningkatkan hasil panen cabe tentu harus melakukan pengoptimalan dan perawatan intensif pada tanaman cabe. Salah satu cara melakukan pengoptimalan tanaman cabe adalah dengan memberikan pupuk. Untuk jenis pupuk yang baik bagi tanaman cabe ini bisa kita piilih dan sesuaikan dengan apa yang seharusnya kita berikan. Terutama pada pemberian pupuk dasar pada tanaman cabe.

Silahkan baca: Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe

Pada postingan ini dasar-pertanian akan memberikan sedikit informasi tentang pemberian pupuk NPK Phonska pada tanaman cabe. Kita ketahui bahwa kandungan dalam pupuk NPK Phonska ini sangat baik untuk tanaman, terutama tanaman cabe ini. Berikut ini merupakan cara penggunaan pupuk NPK Phonska pada tanaman cabe.

Penggunaan Pupuk NPK Phonska Pada Tanaman Cabai
Penggunaan pupuk NPK Phonska pada tanaman cabe



Penggunaan Pupuk NPK Phonska Pada Tanaman Cabai


Langkah-langkah penggunaan pupuk


Sebelum kita menggunakan pupuk NPK Phonska ini, sebaiknya kita pahami dulu bagaimana langkah-langkah dalam memberikan pupuk NPK Phonska ini pada tanaman cabe.  Dalam hal ini kita bisa menggunakan cara termudah namun hasilnya berkualitas, yaitu memupuk cabe dengan cara mengkocor. Apa itu kocor? Memupuk tanaman dengan cara kocor ini yaitu melarutkan pupuk pada larutan berupa air, kemudian setelah menjadi cair, lalu dikocorkan pada tanaman yang hendak dipupuk. Dalam budidaya cabe ini, sebaiknya ketika anda memupuk cabe, gunakan tehnik kocor agar hasil panen lebih meningkat.

Silahkan baca juga : Inilah Dosis Pemupukan Cabe Dengan Sistem Kocor

Penggunaan pupuk NPK Phonska cair yang kita buat dengan cara melarutkan pupuk tersebut memang sangat bermanfaat sekali bagi tanaman cabe yang sudah kita budidayakan. Kalau anda tidak mau repot membuat larutan pupuk NPK ini, anda juga bisa menggunakan langsung atau membeli pupuk NPK Phonska cair yang dijual ditoko pertanian terdekat, biasanya banyak dijual pupuk NPK Phonska cair.

Jadi pada intinya penggunaan pupuk NPK Phonska ini sangat membantu dan meningkatkan hasil panen cabe yang sudah kita tanam. Tapi itu semua tergantung pada dosis dan takaran yang anda berikan. Mudah-mudahan informasi singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

Inilah 3 Jenis Pupuk NPK Terbaik Yang Sering Digunakan Petani

Dasar Pertanian - Pupuk NPK merupakan salah satu dari sekian banyak pupuk majemuk yang diproduksi guna membantu meningkatkan kualitas pertanian dan perkebunan. Penggunakaan pupuk NPK pada tanaman dapat membuat tanaman semakin subur dan hasil budidaya pertanian maupun pekebunan yang kita lakukan akan meningkat. Karena didalam pupuk NPK mengandung banyak unsur hara, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Jadi sudah pasti jika anda menggunakan pupuk NPK sebagai pupuk pertanian dan perkebunan, maka kesuburan tanaman akan terjaga dan hasil panen yang diharapkan akan jauh lebih baik.

Kalau kita berbicara masalah pupuk NPK, tahukah anda bahwa pupuk NPK ini terbagi beberapa jenis. Jadi disini dasar-pertanian akan berbagi informasi tentang 3 Jenis Pupuk NPK Terbaik yang sering digunakan para petani. Namun sebelum itu disini juga kami ungkapkan berdasarkan pengalaman pribadi dalam penggunakan pupuk NPK. Makanya bisa admin katakan sebagai pupuk NPK terbaik yang ada diasaran. Baiklah berikut ini merupakan 3 Pupuk NPK Terbaik Yang Sering Digunakan Petani.

3 Jenis Pupuk NPK Terbaik Yang Sering Digunakan Petani



3 Jenis Pupuk NPK Terbaik Yang Sering Digunakan Petani


1. Pupuk NPK Mutiara

Pupuk NPk terbaik yang pertama adalah pupuk NPK Mutiara. Tahukah anda dengan pupuk NPK Mutiara ini? Kalau para petani pastinya sudah tidak asing dengan Pupuk NPK Mutiara. Pupuk NPK Mutiara merupakan pupuk majemuk yang mengandung 5 unsur hara baik makro maupun mikro yang sangat diperlukan bagi tanaman. Untuk lebih lengkapnya apa saja manfaat pupuk NPK Mutiara ini silahkan baca pennjelaannya dibawah ini.

Manfaat Pupuk NPK Mutiara Untuk Tanaman

2. Pupuk NPK Phonska

Pupuk NPK terbaik selanjutnya adalah pupuk NPK Phonska. Apakah anda tahu dengan pupuk NPK Phonska ini? Nah pupuk NPK Phonska ini juga terbagi dari Pupuk NPK Phonska cair dan padat. Salah satu pupk NPK Phonska yang terkenal dan banyak digunakan para petani adalah Pupuk NPK Phonska yang diproduksi oleh PT. Petrokimia Gresik. Pupuk NPK Phonska ini adalah salah satu pupuk majemuk NPK yang memiliki beberapa kandungan unsur hara makro, yaitu Nitrogen (N), Phosfat (P), Kalium (K), dan juga Sulfur (S). Untuk lebih mengetahui apa saja kandungan yang terdapat pada pupuk NPK Phonska ini silahkan baca penjelasannya dibawah ini.

Kandungan Pupuk NPK Phonska dan Manfaatnya Bagi Tanaman

3. Pupuk NPK Pelangi

Pupuk NPK terbaik selanjutnya yang sering digunakan oleh petani adalah pupuk NPK Pelangi. Pupuk NPK ini juga termasuk pupuk majemuk dengan kandungan unsur hara makro N,P,dan K dengan jumlah yang tinggi. Pupuk NPK Pelangin ini diproduksi oleh PT. Pupuk Kaltim yang cukup terkenal. Adapun pupuk NPK pelangi ini terbagi dalam beberapa jenis diantara; Pupuk NPK Pelangi Unggul, Pupuk NPK Pelangi Maxi, dan Pupuk NPK Pelangi Super.

Itulah 3 Jenis Pupuk NPK Terbaik Yang Sering Digunakan Petani dan kami sendiri juga sering menggunakannya pada pertanian. Mudah-mudahan informasi singkat ini dapat memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada anda semua. Semoga bermanfaat.

Inilah Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik Pada Pertanian dan Perkebunan

Dasar Pertanian - Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami, baik itu berasal dari kotoran ternak, sisa-sisa makanan, sampah dan lain sebagainya, yang mana pembuatannya bisa dilakukan dengan cara manual maupun alamiah. Keuntungan menggunakan pupuk organik dalam pertanian maupun perkebunan ini sangat besar dan berdampak baik pada ekosistem pertanian dan perkebunan. Ada beberapa keuntungan menggunakan pupuk organik ini yang dapat kita peroleh, dan pada kesempatan kali ini dasar-pertanian akan bagikan beberapa manfaat menggunakan pupuk organik pada pertanian dan perkebunan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pupuk merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan. Dengan adanya pupuk ini dapat membuat hasil pertanian dan juga perkebunan akan jauh meningkat, hasil panen juga akan meningkat. Ada dua jenis pupuk yang sering digunakan oleh petani, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik, atau dalam bahasa yang sering kita dengar yaitu pupuk alami atau pupuk kompos dan pupuk kimia. Mungkin kita sudah tidak asing dengan kedua jenis pupuk tersebut, dan bahkan kita sering juga menggunakannya dalam pertanian maupun perkebunan. Diantara kedua jenis pupuk tersebut, yang paling banyak dan sering digunakan oleh petani adalah pupuk kimia. Mengapa mereka sering dan tetap menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk andalan pertanian maupun perkebunan mereka?
Silahkan baca : Inilah Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia

Setelah kita ketahui alasan kenapa para petani lebih memilih menggunakan pupuk kimia, maka bagaimana pendapat anda semua? Apakah anda sendiri juga termasuk orang yang suka menggunakan pupuk kimia dalam pertanian dan perkebunan? Apakah anda tahu apa dampak buruk dari penggunaan pupuk kimia ini? Mungkin banyak diantara kita yang tidak tahu apa saja akibat yang ditimbulkan setelah kita menggunakan pupuk kimia secara berlebihan. Untuk menjawab hal tersebut silahkan anda baca juga penjelasannya pada link dibawah ini.
Dampak Buruk Penggunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman dan Solusinya

Jadi dengan ada artikel tersebut diharapkan kita semua menyadari betapa pentingnya penggunaan pupuk hayati atau pupuk organik sebagai salah satu pupuk andalan dibidang pertanian dan perkebunan. Makanya disitu kami cantumkan juga apa saja solusi yang dapat kita lakukan akibat kita sering menggunakan pupuk kimia, supaya pertanian dan perkebunan yang kita olah terus dapat kita nikmati hasilnya.

Kembali pada topik kali ini yaitu keunggulan penggunaan pupuk organik pada pertanian dan perkebunan. Jadi bagi anda yang selama ini jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan pupuk organik dalam pertanian maupun perkebunan, mungkin artikel ini dapat memberikan pencerahan kepada anda tentang Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik Pada Pertanian dan Perkebunan. Silahkan baca penjelasannya berikut ini.

Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik Pada Pertanian dan Perkebunan


Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik Pada Pertanian dan Perkebunan


1. Dapat meningkatkan hasil produksi

Manfaat menggunakan pupuk organik dalam pertanian dan perkebunan yang pertama yaitu dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan perkebunan anda. Kita ketahui bahwa pupuk organik ini bersifat hayati, jadi mutu dan hasil produksi akan jauh meningkat.

2. Dapat menghemat biaya produksi

Keuntungan penggunaan pupuk organik selanjutnya adalah dapat menghemat biaya produksi. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Jelas sekali bahwa penggunaan pupuk organik ini sangat menguntngkan sekali dalam hal pembiayaan. Sebagai contoh sederhananya adalah jika kita menggunakan pupuk organik dari hasil kotoran ternak. Akan terlihat jelas kita tidak harus mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk. Berbeda jika kita menggunakan pupuk kimia yang tentu harus kita beli, meskipun ada subsidi dari pemerintah, namun tetap saja kita akan keluarkan dana untuk hal itu.

3. Ramah lingkungan

Penggunaan pupuk organik atau pupuk hayati ini jelas ramah terhadap lingkungan karena tidak menggunakan bahan-bahan sintetis yang dapat merusak residu pada tanah. Selain itu juga aman bagi kesehatan kita. Dengan menggunakan pupuk organik secara terus menerus akan membuat tanah semakin bagus dan subur sehingga lingkungan juga akan menjadi sejuk dan segar.

4. Dapat menyuburkan tanah untuk jangka waktu yang panjang

Dengan menggunakan pupuk organik ini, maka tingkat kesuburan tanah akan tetap terjaga terus. Bahkan organisme dan zat-zat penting dalam tanah akan semakin baik dan bekerja lebih baik, sehingga tanah menjadi subur, memiliki unsur hara yang tinggi dan dapat digunakan secara jangka panjang dalam pertanian dan perkebunan.
Silahkan baca juga : Beberapa Perbedaan Antara Pupuk Organik (Alami) Dengan Pupuk Anorganik (Kimia)

Sebenarnya masih banyak lagi Keuntungan Penggunaan Pupuk Organik Pada Pertanian dan Perkebunan ini, namun dari beberapa poin diatas bisa mewakili dari semua aspek. Mudah-mudahan informasi singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

Inilah Beberapa Perbedaan Antara Pupuk Organik (Alami) Dengan Pupuk Anorganik (Kimia)

Dasar Pertanian - Pupuk merupakan nutrisi bagi tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dengan memberikan pupuk pada tanaman akan membuat tanaman menjadi lebih subur, menghasilkan produksi jauh lebih baik. Jika tanaman itu berjenis buah-buahan, maka akan menghasilkan buah yang berkualitas. Makanya kenapa dalam budidaya tanaman selalu tidak luput dari yang namanya pupuk. Untuk jenis pupuk ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu ada pupuk organik dan ada pula pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang dihasilkan atau berasal dari bahan-bahan alami, seperti kotoran ternak, sisa-sisa tanaman, sampah, tumbuhan, dan berbagai jenis bahan alami lainnya, yang biasanya dikenal dengan nama pupuk alami atau kompos. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan sintetis dan biasanya kita kenal dengan nama pupuk kimia. Keduanya memiliki perbedaan dari segi kualitas dan juga kuantitas.

Namun penggunaan pupuk organik dan anorganik ini dapat dipadukan sehingga membuat tanaman akan meningkat lebih baik. Meskipun memiliki banyak dampak buruk pada penggunaan pupuk kimia, namun jika digunakan dengan cara yang benar akan membuat tanaman menjadi subur. tapi jika penggunaan pupuk kimia tidak sesuai dengan aturan, dalam arti kata digunakan secara berlebihan, maka hal itu akan mengakibatkan dampak buruk, baik pada tanaman, tanah, dan juga lingkungan. Untuk menambah wawasan anda semua tentang apa saja dampak buruk penggunaan pupuk kimia yang berlebihan pada tanaman, silahkan anda baca penjelasannya pada link dibawah ini.
   
Dampak Buruk Penggunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman dan Solusinya

Nah kalau kita berbicara masalah pupuk kimia, tentu kita sering melihat banyak bahkan rata-rata para petani menggunakannya untuk memupuk pertanian maupun perkebunan mereka. Meskipun mereka juga sebagian sudah tahu apa dampak buruk penggunaan pupuk kimia pada tanaman jika berlebihan, namun tetap membuat mereka tidak berhenti untuk memilih pupuk kimia sebagai pupuk andalan. Lantas apa sebenarnya yang menyebabkan mereka memilih pupuk kimia sebagai pupuk andalan?
Silahkan baca : Inilah Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia

Setelah kita tahu dan paham tentang apa saja dampak buruk penggunaan pupuk kimia pada tanaman dan alasan yang menyebabkan mereka tetap menggunakan pupuk kimia, maka sebaiknya perlu kita ketahui perbedaan antara pupuk organik dan pupuk anorganik atau pupuk kimia ini. Sehingga dengan adanya informasi ini anda dapat menentukan pilihan yang bijak mana kira-kira pupuk yang baik untuk tanaman dan mana pupuk yang dapat merusak tanaman dan ekosistem lingkungan.

Perbedaan Antara Pupuk Organik (Alami) Dengan Pupuk Anorganik (Kimia)

Perbedaan Pupuk Organik Dengan Pupuk Anorganik


  1. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami sebagaimana diungkapkan diawal paragraf tadi, jadi jelas efek sampingnya tidak ada, baik untuk lingkungan, tanaman dna juga tanah. Sedangkan pupuk anorganik atau pupuk kimia adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan sintetis yang mana jika penggunaanya tiodak tepat dan berlebihan akan merusak lingkungan, tanaman, dan juga tanah.
  2. Pupuk organik mengandung sekitar 16 unsur hara, sedangkan pupuk anorganik hanya mengadung satu unsur hara saja dalam jumlah yang cukup besar, sehingga membutuhkan banyak jenis pupuk kimia pada satu budidaya tanaman. 
  3. Menggunakan pupuk organik secara berketerusan akan membuat tanah semakin subur dan gembur, namun berbeda jika menggunakan pupuk anorganik atau kimia secara terus-menerus dapat merusak dan membuat tanah menjadi tandus dan keras.
  4. Dengan menggunakan pupuk organik, maka mikroorganisme bermanfaat dalam tanah, seperti cacing tidak akan mati dan semakin berkembang biak, sedangkan pupuk kimia justru akan mematikan seluruh mikroorganisme tanah yang baik, sehingga kesuburan tanah tidak terjaga.
  5. Menggunakan pupuk organik akan membuat tanah tetap menjadi dingin dan struktur tanah tetap gembur, sedangkan pupuk kimia dapat menyebabkan tanah menjadi panas dan struktur tanah menjadi keras.
Sebenarnya masih banyak Perbedaan Antara Pupuk Organik (Alami) Dengan Pupuk Anorganik (Kimia) yang dapat diungkapkan, namun beberapa perbedaan tersebut rasanya sudah dapat mewakili dari sekian banyak perbedaan antara pupuk alami dengan pupuk kimia. Mudah-mudahan informasi ini dapat menambah wawasan anda dan bermanfaat bagi para pembaca semua.

Inilah Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia

Dasar Pertanian - Penggunaan pupuk kimia oleh petani dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas hasil pertanian maupun perkebunan sudah tidak asing terdengar ditelinga kita. Karena pada setiap kegiatan pemupukan tanaman, rata-rata para petani akan menggunakan pupuk kimia atau pupuk anorganik. Padahal jika kita cermati dan perhatikan dengan baik, bahwa memupuk tanaman menggunakan pupuk kimia justru dapat merusak residu dan kesuburan tanah. Jika penggunaan pupuk kimia ini terus berlanjut tanpa ada pengurangan, maka dapat dipasikan lama-kelamaan kondisi tanah akan menjadi tandus, keras, dan tidak dapat digunakan untuk budidaya tanaman lagi.

Kalau kita biacara dampak buruk penggunaan pupuk kimia ini cukup banyak, sebagai mana sudah admin posting sebelumnya. Bagi anda yang belum tahu apa saja dampak buruk penggunaan pupuk kimia pada tanaman, silahkan baca pada artikel di link berikut ini.
Jika sudah mengetahui apa saja dampak buruk penggunaan pupuk kimia pada tanaman, lantas apa sebenarnya yang menjadi alsan para petani tetap menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk andalan mereka? Berikut ini dasar-pertanian akan membagikan sedikit informasi tentang alasan para petani memilih pupuk kimia. Berdasarkan penuturan beberapa petani yang telah kami wawancarai, dapat disimpulkan bahwa alasan mereka tetap memilih menggunakan pupuk kimia dalam pertanian dan perkebunan adalah sebagai berikut.

Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia

Beberapa Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia


1. Kondisi ekonomi

Salah satu alasan kenapa para petani tetap menggunakan pupu kimia atau anorganik ini adalah karena kondisi perekonomian yang akhir-akhir ini cukup memprihatinkan. Para petani merasa berat jika harus membeli pupuk organik yang tidak bersubsidi. Sebagaimana kita ketahui bahwa pupuk kimia ini rata-rata sudah bersubsidi, jadi harganya bisa dibilang murah, nah inilah salah satu alasannya kenapa para petani lebih memilih pupuk kimia dari pada pupuk organik.


2. Turun temurun

Bukan hanya karena kondisi ekonomi saja yang membuat para petani tetap memilih pupuk kimia dari pada pupuk organik, tetapi karena sudah turun temurun. Karena sejak dari dulu mereka mengenal pupuk kimia ini dan menjadi salah satu pupuk andalan mereka.


3. Kurangnya pemahaman

Alasan lain kenapa para petani tetap mau menggunakan pupuk kimia adalah karena kurangnya pemahaman dan ilmu pengetahuan akan dampak buruk dari pupuk kimia. Jika mereka diberikan sedikit wawasan dan pemahaman akan hal itu, maka sudah pasti mereka akan mengurangai penggunaan pupuk kimia pada tanaman.


4. Dapat meningkatkan produksi pertanian/perkebunan

Nah inilah yang menjadi alasan terkuat kenapa para petani tetap kokoh pendirian nya untuk tetap menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk andalan mereka yaitu dengan menggunakan pupuk kimia maka hasil produksi dan panen pertanian dan perkebunan yang mereka budidayakan menjadi meningkat. Ya memang saya akui bahwa pupuk kimia dapat secara langsung membuat hasil produksi tanaman meningkat, tetapi kembali lagi kita bicara masalah dampak dan efek buruknya untuk kedepannya. Jika kita ingin melakukan budidaya pertania dalam jangka waktu yang panjang, maka sebaiknya kurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih pada penggunaan pupuk organik.

Itulah beberapa Alasan Para Petani Memilih Pupuk Kimia, mudah-mudahan informasi ini dapat memberikan pemahaman dan wawasan kepada anda semua.

Dampak Buruk Penggunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman dan Solusinya

Dasar Pertanian - Penggunan pupuk kimia pada tanaman memang akan meningkatkan jumlah produksi dan hasil panen. Sehingga hal ini membuat para petani banyak yang menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk andalan pada pertanian maupun perkebunan mereka. Selain itu karena harga yang memang terjangkau juga menjadi pilihan mereka, karena biasanya pupuk tersebut memang bersubsidi, jadi bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana akan memilih menggunakan pupuk kimia.

Sebenarnya tidak ada salahnya kita menggunakan pupuk kimia pada tanaman, karena memang penggunaan pupuk kimia pada tanaman juga menghasilkan dampak yang baik jika dilakukan dengan cara yang benar. Namun seain dampak baik tersebut, ternyata ada dampak buruk jika menggunakan pupuk kimia secara berkelanjutan tanpa dibarengi penggunaan pupuk organik. Misalnya kita hanya menggunakan pupuk kimia saja pada tanaman yang kita budidayakan. Secara tidak langsung, jika kita semakin sering menggunakan pupuk kimia tanpa ada batasannya, maka dampak buruk akan terjadi. Apa saja dampak buruk tersebut? Berikut ini dasar-pertanian akan bagikan dampak buruk penggunaan pupuk kimia baik terhadap lingkungan maupun terhadap tanaman yang kita budidayakan.

Dampak Buruk Penggunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman dan Solusinya
Ilustrasi akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan


1. Dapat merusak tanah

Dampak buruk pupuk kimia pada tanah adalah dapat menimbulkan pencemaran pada tanah. Hal ini karena banyak kandungan zat-zat organik yang terbuang. Selain itu penggunaan pupuk kimia secara berlebihan juga dapat merusak keseimbangan zat-zat makanan yang ada di dalam tanah, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit tanaman.Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan juga dapat membunuh organisme yang bermanfaat pada tanah seperti bakteri, cacing, jamur dan lainnya. Makanya kenapa tanah menjadi cepat tandus dalam waktu yang cukup lama, ya karena penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.

2. Mengurangi dan menekan populasi mikroorganisme tanah yang bermanfaat

Selain dapat merusak tanah, penggunaan pupuk kimia secara berebihan juga dapat mengurangi dan juga menekan populasi mikroorganisme tanah yang sangat bermanfaat bagi tanah. Adapun fungsi mikroorganisme tersebut sangat bermanfaat bagi tanaman. penggunaan pupuk kimia yang dilakukan secara terus menerus dan berlangsung cukup lama, dapat mengakibatkan hal-hal seperti berikut ini :
  • Tanah akan menjadi keras
  • Banyaknya residu pestisida dan juga insektisida yang tertinggal dalam tanah
  • Banyak mikroorganisme tanah yang bermanfaat semakin menipis dan bahkan mati
  • Banyak Mikroorganisme tanah yang merugikan jadi berkembang biak dengan baik
  • Tanah semakin kehabisan unsur hara baik makro maupun mikro

Solusinya

  1. Jika hendak menggunakan pupuk kimia pada tanaman harap baca petunjuk penggunaan terlebih dahulu.
  2. Jangan menggunakan pupuk kimia secara berlebihan
  3. Barengi dengan penggunaan pupuk organik namun harus diatur jarak dan waktu pemupukannya, jangan berbarengan sekaligus.
Itulah  beberapa Dampak Buruk Penggunakan Pupuk Kimia Pada Tanaman beserta solusinya, mudah-mudahan informasi singkat ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

    Kandungan Pupuk NPK Phonska dan Manfaatnya Bagi Tanaman

    Dasar Pertanian - Pupuk NPK Phonska adalah salah satu jenis pupuk bersubsidi yang memiliki banyak manfaat bagi tanaman. Dengan harga yang terjangkau, membuat pupuk NPK Phonska ini menjadi pilihan para petani. Adapun pupuk NPK Phonska ini merupakan pupuk majemuk NPK dengan beberapa kandungan unsur hara makro, yaitu Nitrogen (N), Phosfat (P), Kalium (K), dan juga Sulfur (S). Pupuk NPK Phonska ini sudah banyak dan tidak asing lagi terdengar di masyarakat selain pupuk NPK mutiara. Dengan adanya pupuk NPK Phonska ini dapat membantu para petani dalam mengembangkan budidaya pertanian dan perkebunan.

    Pupuk NPK Ponska ini dipercaya dapat meningkatkan produksi atau hasil pertanian maupun perkebunan. Pasalnya banyak petani yang mendapatkan keuntungan dengan memupuk menggunakan pupuk NPK Phonska ini. Biasanya pupuk NPK Phonska ini banyak digunakan oleh petani padi, sayuran, dan juga bidang perkebunan. Jika ditambah juga dengan penggunaan pupuk organik, maka hasil produksi pertanian maupun perkebunan akan jauh lebih meningkat.

    Pada kesempatan kali ini dasar-pertanian akan membagikan sedikit informasi tentang Kandungan Pupuk NPK Phonska dan Manfaatnya Bagi Tanaman. Sehingga dengan adanya postingan ini dapat memberikan ilmu dan wawasan kita semua terutama bagi para petani yang ingin meningkatkan hasil panen menggunakan pupuk NPK Phonska. Apa saja Kandungan Pupuk NPK Phonska dan Manfaatnya Bagi Tanaman ini, berikut penjelasannya.



    Kandungan Pupuk NPK Phonska dan Manfaatnya Bagi Tanaman


    Kandungan Pupuk NPK Phonska


    Pupuk NPK Phonska ini mengandung banyak unsur hara makro, sebagaimana diungkapkan diawal paragraf tadi. Adapun kandungan pupuk NPK Phonska adalah sebagai berikut :
    Nitrogen (N) : 15%
    Fosfat (P2O5) : 15%
    Kalium (K2O) : 15%
    Sulfur (S) : 10%
    Kadar air maksimal 2%

    Ciri-ciri dari pupuk NPK Phonska yaitu :

     Berbentuk butiran
     Berwarna merah muda
     Dikemas dalam kantong bercap kerbau emas dengan isi bersih 50 dan 20 kg.

    Adapun sifat dari pupuk NPK Phonska yaitu :

    Higroskopis
    Akan mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh tanaman
    Mengandung beberapa unsur hara seperti ; N, P, K dan S sekaligus
    Kandungan unsur hara untuk setiap butir pupuk sangat merata
    Sesuai dan cocok untuk berbagai jenis tanaman

    Keunggulan dan manfaat pupuk NPK Phonska

    1. Meningkatkan hasil produksi dan juga kualitas panen pada pertanian dan perkebunan.
    2. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan.
    3. Akan menjadikan daun tanaman lebih hijau dan segar, hal ini karena banyak mengandung butir hijau daun.
    4. Dapat memacu pertumbuhan akar dan sistem perakaran yang baik.
    5. Dapat memacu pembentukan bunga, serta mempercepat panen dan menambah kandungan protein pada tanaman.
    6. Dapat membuat dan menjadikan batang lebih tegak, kuat dan dapat mengurangi risiko tanaman roboh.
    7. Dapat membuat ukuran buah, umbi dan biji-bijian menjadi besar.
    8. Dapat Memperlancar proses pembentukan gula dan pati.
    Silahkan baca juga : Manfaat Pupuk NPK Mutiara Untuk Tanaman
      Itulah beberapa Kandungan Pupuk NPK Phonska dan Manfaatnya Bagi Tanaman, mudah-mudahan informasi singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

      Inilah Dosis Pemupukan Cabe Dengan Sistem Kocor

      Dasar Pertanian - Budidaya cabe menjadi pilihan terbaik pada saat sekarang ini, bagaimana tidak? Harga cabe yang kini semakin melonjak naik mambuat para petani beralih untuk membudidayakan tanaman cabe ini. Memang dalam budidaya cabe membutuhkan keahlihan dan ketekunan kita serta ilmu dan wawasan tentang bagaimana cara budidaya cabai yang baik dan benar. Dengan demikian maka kita sudah memiliki satu peluang dan kesempatan untuk berhasil dalam budidaya cabe. Nah inilah kunci utama dalam memilih untuk menanam cabe, kerja keras, semangat, benyak belajar ilmu tentang bagaimana cara menanam cabe yang benar, dan lain sebagainya.

      Ketika anda sudah memutuskan untuk melakukan budidaya cabe, baik cabe rawit maupun cabe merah, maka anda harus siap dengan segala resiko. Karena resiko yang sering dialami oleh para petani cabe adalah gagal panen. Penyebab petani cabe sering gagal panen ini sangat banyak, salah satunya adalah tanaman cabe diserang hama penyakit. Selian itu kurangnya pupuk dan nutrisi untuk tanaman cabe. Kenapa pupuk sangat penting bagi tanaman khususnya cabe in? Jelas fungsi pupuk adalah untuk memberikan nutrisi bagi tanaman cabe yang sudah kita tanam. Sama halnya dengan manusia, jika tidak diberi nutrisi atau makanan, maka akan lemas, sakit dan bahkan bisa mati.

      Berbicara masalah pemupukan cabe, nah pada kesempatan kali ini dasar-pertanian akan berbagi sedikit pengalaman pribadi tentang bagaimana cara pemupukan cabe dan dosis yang tepat untuk memupuk cabe. Dalam hal ini saya memupuk cabe menggunakan sistem kocor dengan pupuk NPK Mutiara. Kenapa saya gunakan pupuk NPK mutiara? Karena salah satu keunggulan pupuk NPK mutiara adalah mengandung 5 unsur hara baik makro maupun mikro. Lebih jelasnya apa saja manfaat pupuk NPK mutiara bagi tanaman, silahkan baca penjelasannya pada link dibawah ini.
      Manfaat Pupuk NPK Mutiara Untuk Tanaman

      Dosis Pemupukan Cabe Dengan Sistem Kocor
      Gambar cabe berbuah lebat : Foto original dasar-pertanian

      Dosis Pemupukan Cabe Dengan Sistem Kocor


      Lalu berapa kira-kira dosis pemupukan cabe dengan sistem kocor ini? Sebenarnya untuk dosis atau ukuran berapa banyaknya pupuk yang harus diberikan pada tanaman cabe bergantung pada tingkat kesuburan tanah. Kalau saya biasanya menggunakan 1 gr pupuk NPK mutiara untuk satu batang tanaman cabe. Cara membuat pupuk kocor untuk cabe ini cukup mudah bagi saya. Saya hanya cukup melarutkan 1 gr pupuk NPK mutiara pada 1 gelas aqua kemudian setelah larut saya mulai kocorkan atau siramkan pada tanaman cabe untuk satu batang. Tapi ingat ya..jangan mengenai batangnya, kocorkan pada sekeliling batang tanaman cabe anda kira-kira berjarak 5-10 cm dari pangkal batang tanaman. Jadi tinggal anda perkirakan saja berapa kebutuhan tanaman yang hendak dipupuk. Lalu berapa kali kita harur memberikan pupuk kocor pada tanaman cabe ini? Saya biasanya akan memupuk setiap seminggu sekali.

      Untuk dosis pemupukan cabe dengan sistem kocor ini sebenarnya tidak harus sesuai dengan apa yang saya terapkan, sekali lagi itu semua bergantung pada tingkat kesuburan tanah anda. Jika tanah sudah subur, maka cukup terapkan seperti apa yang saya lakukan, tapi jika tanah kurang subur, boleh ditambah dosisnya.

      Dengan mengkocor tanaman cabe secara rutin tersebut, maka saya mendapatkan hasil yang luar biasa. Tanaman cabe saya jadi subur, buahnya banyak dan gembel, tidak mudah terserang hama dan penyakit. Sehingga saya dapat menikmati jerih payah selama ini dalam merawat tanaman cabe. Mudah-mudahan informasi singkat tentang Dosis Pemupukan Cabe Dengan Sistem Kocor ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

      Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe

      Dasar Pertanian - Memeberikan pupuk pada tanaman adalah hal lumrah dan harus kita lakukan jika ingin tanaman yang kita tanam dapat tumbuh maksimal. Jika tanaman tumbuh maksimal dan subur, maka tentu saja akan menghasilkan buah yang berkualitas. Sama hal nya dengan tanaman cabe, kita juga harus memberikan pupuk agar tanaman cabe dapat tumbuh subur dan menghasilkan cabe berkualitas. Selain itu perlu kita perhatikan juga bahwa sebelum kita mulai menanan tanaman, maka sangat penting kita berikan pupuk dasar. Jadi dengan memberikan pupuk dasar ini akan membuat tanah yang akan ditanami menjadi subur. Begitu juga jika kita akan menanam cabe, maka perlu memberikan pupuk dasar.

      Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe ini sebenarnya sangat banyak dan beragam jenisnya. Nah untuk itu disini dasar-pertanian akan berbagi informasi dan pengalaman tentang apa pupuk dasar yang bagus untuk tanaman cabe. Jadi setelah kita tahu dan paham apa kira-kira pupuk yang cocok digunakan sebagai pupuk dasar sebelum menanam cabe, maka harapannya adalah tanaman cabe akan tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga dapat menghasilkan cabe berkualitas.

      Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe

      Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe


      1. Pupuk Kompos dan juga pupuk kandang

      Pupuk kompos ini yaitu pupuk yang dihasilkan dari penguraian sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan yang dibantu dengan organisme hidup. Pupuk kandang juga hampir sama dengan pupuk kompos, dan bahkan sering kita dengar pupuk kompos adalah pupuk kandang. Apapun anda menyebutnya, bahwa memberikan pupuk kompos atau pupuk kandang pada tanah sebelum melakukan proses penanaman cabe, akan membuat tanah menjadi lebih subur dan unsur hara menjadi meningkat. Kenapa pupuk kompos dan pupuk kandang ini sangat penting bagi tanah dan tanaman? Karena didalam pupuk kompos dan pupuk kandang terkandung babnyak unsur yang sangat penting bagi tanah dan tanaman, seperti Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Kalsium (K), Kalium (Ca), dan juga Phosfor (P).


      2. Pupuk NPK Mutiara

      Pupuk NPK mutiara ini juga tidak kalah pentingnya bagi tanah dan tanaman. Jadi pupuk dasar yang bagus untuk cabe selanjutnya adalah pupuk NPK mutiara. Perlu anda ketahui bahwa manfaat pupuk NPK mutiara ini sangat baik untuk tanaman.

       3.  Pupuk Ponska Cair

      Pemberian pupuk ponska cair ini juga sangat membantu membuat tanah dan juga tanaman menjadi subur, sama halnya dengan pupuk kompos dan pupuk kandang. 

      Itulah beberapa Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe, mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membantu memberikan masukan kepada anda sebelum anda menanam cabe.

      Pemberian Pupuk Kandang Pada Tanaman Cabe

      Dasar Pertanian - Budidaya cabe menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan, karena disamping kita akan mendapatkan keuntungan yaitu tidak perlu membeli cabe dipasar, kita juga akan mendapatkan kesenangan tersendiri, contohnya bagi saya pribadi adalah akan membuat pikiran stres menjadi hilang. Apalagi jika melihat tanaman cabe mulai berbuah lebat, tentu saja hal tersebut akan membuat kita senang. Jadi sudah sepantasnya jika kita menanam cabe harus merawatnya sebaik mungkin agar tanaman cabe dapat berbuah lebat. Selain itu pemberian pupuk juga perlu dilakukan untuk membuat tanaman menjadi subur, tanah juga subur, sehingga budidaya cabe yang kita lakukan akan berhasil.

      Untuk meningkatkan hasil dalam budidaya cabe ini diperlukan beberapa cara, salah satunya adalah dengan memberi pupuk. Nah untuk jenis pupuk yang cocok bagi tanaman cabe ini juga yang perlu diperhatikan. Namun pada kesempatan kali ini admin akan membagikan pentingnya memberikan pupuk kandang pada tanaman cabe. Kenapa harus pupuk kandang? Perlu anda ketahui bahwa manfaat pupuk kandang bagi tanaman adalah dapat memberikan kesuburan dan mensuplai unsur hara pada tanah, sehingga tanaman menjadi subur. Untuk jenis pupuk kandang yang bisa digunakan antara lain yaitu, kotoran sapi, kambing, ayam, dan lain-lain. Untuk kriteria pupuk kandang yang baik digunakan pada tanaman adalah kotoran yang sudah kering dan tidak lagi basah. Karena jika kotoran tersebut masih basah, maka bisa menyebabkan tanaman menjadi mati karena panas.

      Pemberian pupuk kandang pada tanaman cabe juga akan menghasilkan banyak manfaat. Sebagaimana sudah saya lakukan sendiri dalam budidaya cabe yang saya lakukan di pekarangan rumah. Jadi saya hanya memanfaatkan kotoran ternak, dalam hal ini pupuk yang saya gunakan adalah kotoran kambing karena memang yang dipelihara adalah kambing. Jadi saya kumpulkan kotoran kambing tersebut dan dibiarkan sampai kering, kemudian saya aplikasikan pada tanaman cabe yang sudah saya tanam.

      Untuk dosis pemberian pupuk kandang pada tanaman cabe ini sebenarnya tergantung dari kebutuhan tanaman cabe tersebut. Yang saya lakukan dalam memberikan pupuk kandang adalah dengan mengatur dan mengukur kadar tanah dan kesuburan tanah yang saya gunakan untuk menanam cabe. Jika tanah atau lahan yang saya gunakan untuk menanam cabe sudah memiliki unsur hara yang cukup banyak, maka saya hanya memberikan sedikit pupuk kandang pada tanaman cabe tersebut. Saya hanya memberikan pupuk kandang pada tanaman cabe sekitar 1-2 genggam per batang tanaman cabe. Tapi sekali lagi itu semua tergantung dari kebutuhan hara pada tanah.
      Artikel menarik lainnya :  Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya

      Kapan saatnya memberikan pupuk pada tanaman cabe ini juga yang perlu kita perhatikan. Nah untuk kapan saatnya kita harus memberikan pupuk kandang pada tanaman cabe ini, maka anda bisa ikuti apa yang saya lakukan berikut ini.

      Pemberian Pupuk Kandang Pada Tanaman Cabe


      Pemberian Pupuk Kandang Pada Tanaman Cabe 


      1. Memberikan pupuk dasar sebelum menanam cabe

      Sebelum anda menanam bibit cabe, maka sebaiknya anda berikan pupuk dasarnya terlebih dahulu menggunakan pupuk kandang, bisa kotoran sapi, kambing, atau ayam. Setelah itu campurkan pupuk kandang dengan tanah dan biarkan tanah selama 1-2 minggu agar pupuk dapat beradaptasi. Setelah itu baru tanam bibit cabe dengan metode yang sudah anda tentukan.
      Silahkan baca : Pupuk Dasar Yang Bagus Untuk Tanaman Cabe

      2. Memberikan pupuk setelah tanaman berumur 1 bulan

      Untuk tahap pemupukan selanjutnya anda bisa berikan setelah tanaman berusia kurang lebih 1 bulan, dengan dosis sesuai dengan kebutuhan tanah dan tingkat kesuburan tanah. Pemupukan selanjutnya bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan.


      3. Memberikan pupuk kandang ketika tanaman cabe berbunga dan berbuah

      Dalam masa berbuah, tanaman cabe juga membutuhkan pupuk kandang guna memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman cabe ketika berbunga.
      Silahkan baca juga : Cara Ampuh Memaksimalkan Tanaman Cabai Agar Berbuah Lebat

      Mungkin hanya itu yang biasa saya lakukan untuk memberikan pupuk kandang pada tanaman cabe yang sudah saya budidayakan. Hasilnya jika kita benar-benar serius dan rajin merawat dan memberi pupuk kandang pada tanaman cabe, maka kita akan mendapatkan hasil panen cabe yang melimpah, tanaman cabe akan berbuah lebat dan gembel. Untuk jenis tanaman cabe ini tidak ditentukan, jadi mau anda tanam cabe rawit atau cabe merah sama saja. Itulah manfaat pemberian pupuk kandang pada tanaman cabe.

      Mudah-mudahan informasi ini dapat menjadi bahan rujukan dan wawasan tambahan bagi anda semua sebelum menanam cabe. Semoga bermanfaat.

      Jadwal Pemupukan Padi Sawah Yang Tepat dan Benar

      Dasar Pertanian - Budidaya padi sawah menjadi kegiatan rutin masyarakat yang tinggal didaerah pedesaan khususnya mereka yang tinggal didataran rendah. Seperti halnya masyarakat daerah kami tinggal yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani padi. Bagi para petani padi, khususnya petani padi sawah tentu sudah tidak asing lagi dengan proses pemupukan padi. Rata-rata mereka sudah paham bagaimana cara memupuk tanaman padi yang benar, berapa dosis pemupukan tanaman padi yang tepat, dan kapan jadwal pemupukan padi sawah yang tepat untuk dilakukan. Meskipun demikian banyak juga para petani padi yang belum begitu paham mengenai jadwal pemupukan tanaman padi sawah ini. Karena jika pemupukan tidak sesuai dengan aturan yang benar, maka tentu saja hal itu kurang baik untuk pertumbuhan padi.

      Jadwal pemupukan padi sawah ini memang harus diperhatikan oleh para petani padi agar nantinya pertumbuhan padi dapat berjalan dengan normal dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pemupukan padi ini biasanya dilakukan beberapa tahap, dari mulai padi berumur 1 minggu sampai dengan padi siap untuk panen. Lalu bagaimana jadwal pemupukan padi yang baik dan benar? Berikut ini dasar-pertanian akan berbagi informasi tentang Jadwal Pemupukan Padi Sawah Yang Tepat dan Benar. Yang mana jadwal pemupukan ini juga disesuaikan dengan jenis pupuk yang digunakan.

      Jadwal Pemupukan Padi Sawah Yang Tepat dan Benar
      Gambar tanaman padi siap diberi pupuk

      Jadwal Pemupukan Padi Sawah Yang Tepat dan Benar


      Adapun dosis pemupukan untuk seluruh tanaman padi sawah untuk satu hektar yaitu, 500 kg petroganik, 270 kg Phonska, serta 180 kg pupuk UREA. Atau bisa juga pupuk UREA dikurangi menjadi 135 kg dan ditambah pupuk ZA sebanyak 90 kg. Jadwal pemupukannya yaitu ketika tanaman padi sudah berumur 1-2 minggu, biasanya setelah tanaman padi mulai menghijau. Kalau tidak ada pupuk jenis tersebut, anda bisa menggunakan UREA saja dulu, kemudian bisa ditambah untuk pupuk susulan.

      Untuk pupuk susulan dapat diberikan setelah tanaman padi berumur sekitar 1 bulan dengan pupuk PHONSKA dosis 150 kg dan 50 kg pupuk UREA per hektar. Waktu pemupukan tanaman padi ini sebaiknya jangan terlalu pagi, kira-kira jam 8-10 pagi ketika embun sudah menghilang. Kalau tidak pagi bisa juga sore sekitar jam 5. Selain itu juga harus diperhatikan kondisi cuaca, misalnya musim hujan tiba, maka jika musim hujan pemupukan ditahan dulu agar pupuk yang kita tebarkan tidak sia-sia. Tunggu sampai kondisi cuaca stabil dan kering.  Jika ada aliran air irigasi yang masih hidup agar ditutup dulu ketika hendak memberikan pupuk pada tanaman padi sawah ini. Jadi pada intinya pemupukan padi ini kondisi sawah harus kering untuk sementara waktu.

      Mudah-mudahan informasi singkat tentang Jadwal Pemupukan Padi Sawah Yang Tepat dan Benar ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

      Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya

      Dasar Pertanian - Memupuk cabe rawit yang tepat dan benar harus kita lakukan agar tanaman cabe rawit dapat tumbuh subur dan menghasilkan cabe rawit berkualitas. Jika pemupukan yang dilakukan salah, maka bisa jadi cabe rawit tidak dapat panen dan kita sendiri yang akan menanggung kerugiannya. Maka dari itu sebelum memupuk cabe rawit diperlukan pengetahuan tentang bagaimana cara memupuk cabe rawit yang benar, selain itu kita juga harus tahu berapa banyak pupuk yang diberikan pada tanaman cabe rawit. Tidak hanya itu, dosis pemupukannya juga harus diperhatikan dengan seksama, karena setiap pupuk memiliki kandungan yang berbeda-beda. Maka dari itu disini dasar-pertanian akan membagikan tips dan Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya.

      Sebagaimana kita ketahui bahwa cabe rawit merupakan salah satu cabe yang sering digunakan dalam menambah citra rasa pedas yang maksimal pada sebuah masakan. Karena tingkat kepedasan yang tinggi dibanding cabe lainnya, membuat cabe rawit menjadi pilihan banyak orang. Maka dari itu banyak masyarakat yang membudidayakan cabe rawit sendiri dirumah. Keuntungan menanam cabe rawit sendiri adalah kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk memberli cabe rawit yang memang harganya juga lumayan mahal. Untuk membudidayakan cabe rawit yang baik dan benar bisa anda baca pada postingan saya dibawah ini.
      Cara Menanam Cabe Rawit Yang Paling Benar Supaya Berhasil

      Kembali pada topik pembahasan kali ini yaitu tentang bagaimana Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya. Karena pupuk ini merupakan nutrisi penting dalam membuat tanaman cabe rawit tumbuh dan berkembang sehingga dapat menghasilkan. Baik buruknya hasil panen cabe rawit ini bergantung juga pada proses pemupukan yang kita lakukan, jenis pupuk dan dosis pemupukan yang tepat. Untuk itu silahkan anda baca penjelasannya berikut ini.

      Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya

      Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya


      1. Jenis Pupuk Kandang

      Pupuk kandang atau kotoran ternak sangat baik jika digunakan untuk memupuk tanaman. Kadungan unsur hara pada pupuk kandang ini dapat menyuburkan tanah, sehingga tanaman cabe rawit akan lebih subur. Pemupukan cabe rawit menggunakan pupuk kandang dapat dilakukan dengan anjuran atau dosis yaitu; Untuk satu hektar lahan cabe rawit dapat diberi pupuk kandang sekitar 20-30 ton, atau bergantung pada tingkat kesuburan tanah. Cara pemupukannya yaitu dengan menyebarkan pupuk kandang yang sudah jadi secara merata pada bedengan tanaman cabe rawit. Bisa anda cangkul kembali agar pupuk kandang tercampur rata dengan tanah atau memasukkan pada lubang tanam tempat tumbuh tanaman cabe rawit.

      2. Jenis Pupuk Kimia

      Selain menggunakan pupuk kandang, kita juga bisa menggunakan pupuk kimia. Adapun jenis pupuk kimia yang bagus untuk cabe rawit ini sangat beragam, seperti pupuk UREA, KCL, SP-36 dan ZA. Nah untuk pupuk UREA dapat diberikan sekitar 250 kg/hektar, pupuk KCL dapat diberikan sekitar 400 kg/hektar, SP-36 500 kg/hektar, dan pupuk ZA dengan dosis 650 kg/hektar. Keempat jenis pupuk kimia diatas sangat baik jika diterapkan dengan dosis yang tepat dan penggunaanya sesuai dengan ajuran.

      Jadi kedua Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya diatas bisa membuat tanaman cabe rawit yang anda budidayakan menghasilkan cabe rawit yang berkualitas, hasil panen cabe rawit akan meningkat lebih baik. Mudah-mudahan informasi tentang Cara Pemupukan Cabe Rawit Yang Tepat Sesuai Dengan Jenis Pupuknya ini dapat menambah wawasan anda semua. Semoga bermanfaat.

      Inilah Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat

      Dasar Pertanian - Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat bisa anda dapatkan disini. Memiliki kebun kelapa sawit merupakan salah satu kekayaan yang dapat berkembang cukup pesat. Lebih lagi kebun kelapa sawit yang dikelola dapat membuahkan hasil panen yang maksimal. Namun untuk memiliki kebun kelapa sawit yang unggul tidak semua orang bisa memilikinya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila kita ingin budidaya kelapa sawit cepat sukses. Jika syarat tersebut telah kita penuhi, maka harapan untuk mendapatkan hasil panen buah sawit akan kita dapatkan. Bayangkan saja jika anda memiliki banyak kebun sawit dan rata-rata semuanya merupakan sawit unggulan. Dapat dipastikan anda adalah orang yang sukses dan banyak uang.Namun yang menjadi masalah dalam budidaya kelapa sawit adalah banyak para petani yang mengluhkan hasil panen yang kurang maksimal, pohon kelapa sawit tidak mau berbuah, kalaupun berbuah hanya sedikit dan itupun juga tidak maksimal. Akhirnya banyak para petani kelapa sawit yang beralih profesi.

      Sebenarnya memkasimalkan kelapa sawit agar mau berbuah lebat dan unggul itu cukup mudah. Jika anda termasuk orang yang masih awan dalam masalahn budidaya kelapa sawit, maka bisa anda pelajari bagaimana cara budidaya kelapa sawit cepat sukses.
      Silahkan Baca: Tips Paling Ampuh Budidaya Kelapa Sawit Cepat Sukses

      Ketika anda memutuskan untuk membudidayakan kelapa sawit sebagai lahan perkebunan yang dapat menghasilkan keuntungan, maka salah satu syaratnya adalah anda harus memahami bagaimana proses dalam pemupukan kelapa sawit dan dosis pemupukan kelapa sawit yang tepat. Karena pupuk merupakan nutrisi penting yang dapat menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam budidaya kelapa sawit.Banyak orang yang bertanya seperti ini, "Berapa sih dosis pemupukan kelapa sawit yang benar dan tepat?" Karena kebanyakan para petani salah dalam memberikan dosis pemupukan kelapa sawit, sehingga pertumbuhan buah kelapa sawit tidak maksimal. Nah berikut ini dasar-pertanian akan bagikan sedikit informasi tentang Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat. Jadi silahkan anda baca dan pahami agar nanti ketika anda mau memupuk kelapa sawit bisa dilakukan dengan cara yang tepat.

      Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat

      Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat


      Tahukah anda apa saja kandungan yang dibutuhkan tanaman kelapa sawit agar dapat tumbuh berkembang dan menghasilkan buah yang unggul dan berkualitas? Maka dari itu pupuk yang digunakan juga harus mengandung unsur-unsur tersebut. Perlu diketahui bahwa pupuk yang akan diberikan untuk tanaman kelapa sawit harus mengandung unsur natrium, fosfor, kalium, magnesium, dan boron. Untuk jensi pupuk yang bisa digunakan pada tanaman kelapa sawit ini seperti pupuk urea, KCI, TSP, dan kiserit. Anda juga bisa memberikan pupuk tambahan guna mendukung pertumbuhan kelapa sawit, seperti dolomit, Borax atau Boron deficiency. Berikut ini merupakan dosis pemupukan kelapa sawit yang tepat untuk tanaman kelapa sawit yang berumur 0-3 tahun.
      • Pupuk dengan urea dua kali dalam satu tahun dengan anjuran dosis 0,4-0,6 setiap tanaman.
      • Pupuk juga dengan KCL sebanyak dua kali juga setiap tahun dengan dosis 0,2-0,5 kg per tanaman.
      • Tambahkan juga pupuk kiserit dua kali setahun juga sebanyak 0,1-0,2 kg per tanaman.
      • Terakhir tambahkan borax yang bisa diaplikasikan dua kali per tahun dengan jumlah dosis pemupukan 0,02-0,05 kg setiap tanaman.

      Untuk tahap penerapannya yaitu pupuk N, P, K, Mg, dan juga B silahkan anda tebarkan dengan merata di area piringan yang berjarak sekitar 20 cm dari pokok utama hingga ujung tajuk daun. Sebaiknya pemupukan tahap pertama ini dilakukan di awal musim penghujan atau sekitar bulan September sampai dengan Oktober. Selanjutnya pemupukan tahap kedua dilakukan pada akhir musim penghujanatau sekitar bulan Maret hingga April.

      Sedangkan untuk tanaman sawit yang sudah berumur 3 tahun keatas atau yang sudah berproduksi, dosis pemupukannya yaitu sebagai berikut :
      • Pupuk dengan urea dua kali dalam satu tahun dengan anjuran dosis 2-2,5 kg setiap tanaman.
      • Pupuk KCL bisa anda berikan sebanyak dua kali juga setiap tahun dengan dosis 2,5-3 kg per tanaman.
      • Pupuk kiserit bisa diberikan dua kali per tahun dlakukan setiap setahun sekali dengan dosis 0,75-1,0 kg per tanaman.
      • Terakhir borax dapat diaplikasikan dua kali setahun dengan dosis sekitar 0,05-0,1 kg per tanaman.
      Silahkan Baca juga : Jenis Pupuk Untuk Kelapa Sawit Yang Baik dan Berkualitas
      Demikianlah sedikit informsi tentang Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepa, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menambah wawasana anda semua.



      Inilah Manfaat EM-4 Terhadap Kesuburan Tanah dan Tanaman

      Dasar Pertanian - Tahukah anda dengan EM4 ? EM4 (Effective Microorganisms 4) yaitu suatu cairan yang berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang mana didalamnya terkandung campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang sangat bermanfaat dan menguntungkan guna proses penyerapan/persediaan unsur hara didalam tanah. Mikroorganisme bakteri yang berkarakter "baik" ini terdiri dari bakteri yang bermanfaat bagi tanah maupun tanaman. EM4 ini mengandung Bakteri Fermentasi, mulai dari Genus Lactobacillus, Jamur Fermentasi, Actinomycetes Bakteri Fotosintetik, Bakteri Pelarut Fosfat, dan juga Ragi.

      EM4 ini sangat cocok sekali digunkanan untuk Tanaman Perkebunan, seperti Tanaman Hortikultura, Padi dan Palawija. Hal ini dikarenakan EM4 ini sifatnya yang tidak beracun dan tidak pula menimbulkan pencemaran. Lalu apa saja manfaat menggunakan EM4 dan keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan EM4 tersebut? Berikut penjelasannya.

      Manfaat EM-4 Terhadap Kesuburan Tanah dan Tanaman

      Manfaat EM4 Terhadap Kesuburan Tanah dan Tanaman

      1. Dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
      2. Dapat meningkatkan jumlah produksi tanaman dan juga bisa menjaga kestabilan produksi hasil pertanian maupun perkebunan.
      3. Dapat Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi.
      4. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pertanian yang berwawasan dan ramah terhadap lingkungan.
      5. Dapat meningkatkan keragaman mikroba yang sangat menguntungkan di dalam tanah.
      6. Dapat meningkatkan nutrisi, dan juga senyawa organik yang ada didalam tanah.
      7. Dapat meningkatkan Fixasi/Bintil Akar.
      8. Dapat meminimalisir atau mengurangi kebutuhan pupuk kimia maupun pestisida.
      9. Dapat dipergunakan untuk semua jenis tanaman dan semua jenis tanah.

      Adapun cara penggunaan EM4 ini yaitu sebagai berikut:

      Silahkan anda Larutkan 10 ml EM4 kedalam 1 liter air, kemudian semprotkan atau siramkan larutan EM4 tersebut pda tanah maupun tanaman setiap 1 minggu. Hal ini bertujuan untuk menjaga tingkat kesuburan dan juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap berbagai serangan hama maupun penyakit.

      Itulah Beberapa Manfaat EM-4 Terhadap Kesuburan Tanah dan Tanaman, mudah-mudahan informasi singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

      Inilah Jenis Pupuk Untuk Kelapa Sawit Yang Baik dan Berkualitas

      Dasar Pertanian - Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman penghasil minyak yang cukup populer dan berkembang pesat. Budidaya kelapa sawit bisa menjanjikan keuntungan besar apabila dibudidayakan dengan cara yang baik dan benar. Karena didalam menanam dan membudidayakan kelapa sawit, diperlukan beberapa metode atau cara agar tanaman sawit dapat berkembang dan tumbuh dengan baik. Salah satunya adalah memilih jenis pupuk kelapa sawit yang baik dan benar. Memilih dan menentukan apa pupuk yang baik untuk buah kelapa sawit harus benar-benar dilakukan dengan tepat, agar hasil buah sawit menjadi meningkat. Jika tanaman sawit dapat tumbuh dengan baik, maka harapan untuk mendapatkan hasil budidaya kelapa sawit akan semakin dekat pada kesuksesan. Namun meskipun anda sudah dapat menanam sawit dengan baik, dan tanaman kelapa sawit yang anda budidayakan dapat tumbuh dengan baik, itu bukan berarti menjanjukan hasil buah sawit yang baik pula. Karena tidak semua tanaman sawit yang subur bisa menghasilkan buah yang unggul. Semua itu juga bergantung pada pemilihan bibit kelapa sawit.

      Dalam menentukan bibit kelapa sawit yang akan ditanamkan, juga membutuhkan keahlian dan ketelitian. Karena jika tidak teliti dalam memilih bibit kelapa sawit yang baik, maka dapat dipastikan tanaman sawit yang anda tanam tidak akan berbuah maksimal. Untuk menambah wawasan anda tentang bagaimana cara memilih bibit kelapa sawit yang baik dan benar, silahkan baca pada postingan dibawah ini.
      Tips Memilih Bibit Kelapa Sawit Yang Baik Dan Benar

      Setelah anda berhasil menanam kelapa sawit dengan cara yang baik, maka bagaimana cara anda dalam memaksimalkan hasil buah kelapa sawit? Apakah anda puas denganhasil panen kelapa sawit anda selama ini? Atau jangan-jangan justru anda sangat kecewa kenapa kelapa sawit tidak dapat berbuah maksimal. Apa sebenarnya Penyebab Kelapa sawit Tidak Dapat Berbuah dan bagaimana solusi agar kelapa sawit dapat berbuah maksimal. Jika anda selama ini bertanya hal itu, maka tepat sekali anda berada disini. Perlu anda ketahui bahwa salah satu penyebab kenapa kelapa sawit tidak berbuah maksimal adalah karena masalah pemupukan yang salah. Atau bisa juga karena sawit anda tidak pernah dipupuk. Jadi untuk mendapatkan hasil panen budidaya kelapa sawit dengan buah berkualitas, selain terletak pada pemilihan jenis bibit kelapa sawit, juga terdapat pada pupuk kelapa sawit. Lantas apa pupuk untuk kelapa sawit yang bagus dan berkualitas? Untuk masalah itu mari simak penjelasannya berikut ini.

      Jenis Pupuk Untuk Kelapa Sawit Yang Baik dan Berkualitas

      Jenis Pupuk Untuk Kelapa Sawit Yang Baik dan Berkualitas



      Tanaman kelapa sawit adalah salah satu tanaman yang sangat baik dan cocok dibudidayakan pada daerah yang memiliki curah hujan antara 2.000-4.000 mm/tahun. Selain itu memiliki tingkat keasaman tanah antara 4,0-6,0. Jadi untuk mendapatkan hasil buah kelapa sawit yang maksimal, maka sangat dibutuhkan jenis pupuk yang bagus dan cocok untuk meningkatkan hasil buah sawit yang berkualitas. Pemilihan jenis pupuk yang bagus untuk tanaman sawit memang menjadi penentu hasil budidaya kelapa sawit. Adapun cara memilih pupuk untuk kelapa sawit yang baik dan benar adalah sebagai berikut.

      1. Jika Menggunakan Pupuk Organik

      Apabila anda memilih jenis pupuk untuk kelapa sawit adalah jenis pupuk organik, maka pilihlah pupuk organik yang benar-benar berkualitas. Sebagai contoh pupuk kelapa sawit organik yang bagus adalah Pupuk Bioboost. Keunggulan pupuk bioboost ini mampu meningkatkan hasil panen kelapa sawit maupun tanaman lainnya dua kali lipat. Selain itu pupuk bioboost ini juga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia.


      2. Jika Menggunakan Pupuk Anorganik

      Jika anda memilih jenis pupuk untuk meningkatkan hasil buah kelapa sawit adalah jenis pupuk anorganik, maka diperlukan juga pemahan tentang kandungan pupuk tersebut. Pupuk anorganik yang bagus dan bisa anda gunakan untuk sawit anda adalah pupuk tunggal dengan kandungan unsur hara yang bagus serta mudah terurai. Jenis pupuk anorganik untuk kelapa sawit ini bermacam-macam, seperti pupuk Urea, KCL, Borax,SP-36, dan lain-lain. Lebih jelasnya bagaimana takaran pemupukan untuk tanaman kelapa sawit yang masih berumur 0 sampai 3 tahun atau tanaman sawit yang belum menghasilkan buah bisa anda lihat dibawha ini.
      • Untuk pupuk Urea : menggunakan dosis atau takaran sekitar 0,04-0,6 yang diberikan sebanyak 2 kali penggunaan.
      • Untuk pupuk KCl : menggunakan dosis atau takaran sekitar 0,2-0,5 yang diberikan sebanyak dua kali aplikasi atau penggunaan.
      • Untuk borax : bisa menggunakan takaran 0,02-0,05 dan dapat diberikan sebanyak dua kali penggunaan. 
      • Untuk pupuk SP-36 : menggunakan takaran sekitar  0,25-0,30, dan bisa diaplikasikan sebanyak satu kali.

      3. Menggabungkan Pupuk Organik dengan Pupuk Anorganik

      Jika anda ingin menggabungkan pupuk organik dengan pupuk anorgaik, anda bisa menggunakan pupuk organik Bioboost K-Link diatas. Karena pupuk Bioboost tersebut termasuk pupuk hayati yang sangat berkualitas dan dapat meningkatkan kualitas buah sawit. Anda bisa padukan dengan pupuk kimia dan hasilnya akan sangat luar biasa. Untuk takarannya anda bisa gunakan dalam 1 hektar lahan kelapa sawit, yang biasanya anda gunakan 8 karung pupuk kimia, anda bisa kurangi menjadi 4 karung dan tambahkan pupuk bioboost tersebut. Disamping anda mengurangi jumlah pengeluaran, anda justru meningkatkan hasil buah kelapa sawit.
      Silahkan Baca Juga : Tips Paling Ampuh Budidaya Kelapa Sawit Cepat Sukses
      Jadi kesimpulannya adalah untuk meningkatkan hasil budidaya kelapa sawit, diperlukan pemilihan jenis pupuk yang benar-benar berkualitas. Jangan salah dalam memilih jenis pupuk jika tidak mau anda gagal dalam budiday kelapa sawit. Semoga bermanfaat.

      Petunjuk Penggunaan Pupuk Bioboost K-Link

      Dasar Pertanian - Pupuk Bioboost K-Link merupakan salah satu terobosan baru untuk meningkatkan mutu dan kualitas pertanian maupun perkebunan. Dengan komposisi yang cukup baik membuat pupuk Bioboost K-link ini banyak digunakan oleh para petani, baik pertanian padi, sawit, karet, dan lainnya. Sangat beruntung jika anda mau menggunakan pupuk ini, disamping harganya yang terjangkau, pupuk ini juga mengurangi pemakain pupuk kimia. Dengan petunjuk penggunaan Pupuk Bioboost K-link yang baik dan benar akan dapat meningkatkan hasil pertanian anda. Bahkan manfaat pupuk Bioboost K-link ini dapat menghemat penggunaan pupuk kimia sekitar 50 s/d 60%. Banyaknya manfaat pupuk Bioboost K-link ini sehingga anda tidak perlu ragu lagi menggunakannya. Apa saja sih manfaat Pupuk Bioboost K-link ini dalam bidang pertanian dan perkebunan? Untuk menambah wawasan anda silahkan baca juga dibawah ini:
      Manfaat Pupuk Bioboost K-link Untuk Pertanian dan Perkebunan


      Setiap 1 botol kemasan pupuk Bioboost K-link ini berisi 1 liter. Sedangkan harga pupuk Bioboost K-Link ini adalah sekitar Rp.98.000,- per liter. Adapun petunjuk penggunaan pupuk Bioboost K-link ini bisa anda baca penjelasannya dibawah ini.

      Petunjuk Penggunaan Pupuk Bioboost K-Link

      Petunjuk Pemakaian Pupuk Bioboost K-Link


      1. Penggunaan Untuk Tanaman Padi


      Dosis pemupukan

      6 liter per Ha per musim tanah.

      Petunjuk Penggunaan 
      • Silahkan anda encerkan 1 liter pupuk K-LINK Bioboost menggunakan 25 hingga 50 liter air, kemudian aduk-aduk sampai tercampur rata, lalu diamkan selama beberapa saat sebelum digunakan.
      • Gunakan 2 liter per Ha dari larutan K-LINK Bioboost untuk tiap bulan pada lahan pertanian.
      • Cara penggunaannya anda semprotkan menggunakan tangki semprot yang bebas dari unsur kimia.

      2. Penggunaan Untuk Tanaman Semusim (usia pendek) seperti cabai, jagung, tomat, dan jenis sayuran lainnya .


      Dosis pemupukan

      4 sampai 5 liter per Ha.

      Petunjuk penggunaan
      • Silahkan anda encerkan 1 liter pupuk K-LINK Bioboost dengan menggunakan50 sampai 100 liter air.
      • Gunakan 2 liter/ha larutan pupuk K-LINK Bioboost pada bulan pertama, untuk pemupukan berikutnya bisa anda berikan dengan dosis 1 sampai 2 liter per Ha per bulan agar hasil panen semakin meningkat.

      3. Penggunaan Untuk Tanaman Tahunan, seperti sawit, karet, jeruk, mangga, kopi, coklat, pepaya dan tanaman lainnya.


      Dosis pemupukan tergantung pada jumlah tanaman per hektar.

      Petunjuk pemakaian
      • Silahkan encerkan 1 liter pupuk K-LINK Bioboost dengan menggunakan 50 sampai 100 liter air.
      • Untuk setiap pohon silahkan anda berikan kira-kira 1 liter pengenceran, adapun periode pemupukan bisa anda lakukan setiap 2 sampai 3 bulan sekali.

      Perlu Diperhatikan :
      • Penggunaan pupuk K-LINK Bioboost ini tidak boleh dicampurkan sekaligus dengan pupuk kimia ataupun pestisida.
      • Jika ingin menambah dengan pupuk kimia, sebaiknya lakukan pemupukan K-LINK Bioboost terlebih dahulu 3 sampai 5 hari sebelum menggunaka pupuk kimia.
      • Pupuk K-LINK Bioboost yang sudah dibuka kemasannya masih dapat di simpan dan digunakan kembali selama pupuk tersebut belum tercampur dengan air atau zat kimia lainnya.
      Demikianlah informasi tentang Petunjuk Pemakaian Pupuk Bioboost K-Link. Mudah-mudahan dengan adanya Petunjuk Penggunaan Pupuk Bioboost K-Link ini bisa membantu anda dalam menggunakannya. Semoga bermanfaat.

      Manfaat Pupuk Bioboots K-Link Untuk Pertanian dan Perkebunan

      Dasar Pertanian - Manfaat Pupuk Bioboost K-Link dalam meningkatkan mutu pertanian dan perkebunan memang tidak diragukan lagi. K-LINK Bioboost adalah pupuk hayati yang banyak mengandung mikroorganisme tanah yang unggul, dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai hasil proses biokimia tanah. Anda bisa memanfaatkan pupuk organik cair ini sebagai peningkat hasil pertanian maupun perkebunan. Sudah banyak para petani yang berhasil meningkatkan hasil pertanian maupun perkebunan mereka dengan menggunakan Pupuk Bioboost dari K-Link ini. K-Link merupakan Perusahaan besar yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan,dengan banyaknya produk-produk kesehatan yang luar biasa. Namun tidak hanya menyediakan produk kesehatan manusia saja, Klink sudah berhasil mengeluarkan produk untuk kesehatan tanaman berupa Pupuk Hayati Bioboost.

      Dengan mengkombinasi penggunaan pupuk K-LINK Bioboost ini dengan pupuk kimia, pupuk kandang atau pupuk kompos akan semakin meningkatkan produktivitas lahan pertanian sehingga hasil pertanian anda akan jauh lebih meningkat, baik mutu maupun jumlah hasil panennya nanti. Lalu apa sih komposisi dari Pupuk Bioboost K-Link ini sehingga membuat pupuk ini menjadi pupuk organik andalan para petani? Berikut ini merupakan komposisi Pupuk Bioboost K-Link :


      Manfaat Pupuk Bioboots K-Link Untuk Pertanian dan Perkebunan

      Komposisi

      • Azotobacter sp 2,5 x 108 � 105 cf�/m
      • Azospirillum sp 3 x 107 � 105 cf�/ml
      • Bacillus sp 3,5 x 107 � 105 cf�/ml
      • Pseudomonas sp 7 x 105 � 104 cf�/ml
      • Cytophaga sp 1,5 x 104 � 103 cf�/ml
      Dengan banyaknya komposisi dalam pupuk Bioboost tersebut, tentu banyak sekali manfaat dan keunggulan pupuk Bioboost K-Lik yang akan kita dapatkan jika menggunakannya. Sedangkan untuk harga pupuk Bioboost K-Link ini adalah Rp.98.000 per liter. Berikut ini merupakan Manfaat K-LINK Bioboost untuk Pertanian dan Perkebunan.

      Manfaat K-LINK Bioboost

      1. Bentuknya yang cair sehingga sangat mudah dan cepat diserap oleh tanah.
      2. Banyak mengandung bakteri yang unggul dari hasil proses isolasi dan pembiakan murni, jadi pupuk ini tidak mengandung bahan-bahan yang bersifat najis, seperti kotoran hewan dan juga tidak mengandung bakteri patogen yang berbahaya (E.Coli & Salmonella) jadi sangat aman jika dipergunakan untuk lahan pertanian.
      3. Meningkatkan proses biokimia tanah sehingga memperkaya unsur Nitrogen (N) unsur Phosfor (P) dan Kalium (K) yang cukup dan mudah diserap oleh tanaman.
      4. Hasil biokimia dari bakteri yang ada dalam tanah dapat menghasilkan hormon pertumbuhan alami seperti Gibrelin, sitokinin (Kiretin & Zeatin), dan juga Auksi (AA).
      5. Dapat menghemat penggunaan pupuk kimia 50 sampai 60%.
      6. Dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi lebih subur dengan cara menguraikan residu pestisida yang ada di dalam tanah.
      7. Dapat mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga membuat panen lebih cepat.
      8. Dapat juga meningkatkan kapasitas penyerapan tanah terhadap udara dan air.
      9. Dapat meningkatkan hasil panen pertanian maupun perkebunan hingga mencapai 20%-50% dari kondisi awal.
      10. Dapat digunakan untuk semua jenis tanaman, baik tanaman pertanian, perkebunan, kehutanan dan juga berbagai jenis lahan, serta pupuk ini sangat ramah lingkungan. ( sumber dari website resmi k-link : www.k-link.co.id
      Sungguh pupuk yang sangat berkualitas, dan yang paling penting adalah dapat meningkatkan hasil panen berkali-kali lipat dari kondisi semula. Bayangkan saja jika anda menggunakan Pupuk Bioboost K-Link ini disemua lahan pertanian dan perkebunan yang anda miliki. Misalnya saja anda memiliki perkebunan kelapa sawit. Pupuk kimia yang biasanya anda butuhkan adalah 10 karung pupuk kimia. Kemudian anda coba kurangi menjadi 4-5 karung saja dan anda tambahkan dengan Pupuk Bioboost K-Link ini. Maka hasilnya akan menjadi berlipat ganda. Disamping anda mengurangi pengeluaran atau menghemat biaya pupuk, anda akan mendapatkan hasil panen melimpah. Apakah anda tidak tertarik dengan Keunggulan Pupuk Bioboost K-Link ini?

      Untuk petunjuk penggunakan pupuk Bioboost K-Link ini, bisa anda baca pada label kemasan, atau bisa juga anda baca postingan ini dibawah ini.

      Petunjuk Penggunaan Pupuk Bioboost K-Link

      Demikianlah informasi tentang Manfaat Pupuk K-LINK Bioboost Untuk Pertanian dan Perkebunan. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi anda semua.
      Back To Top