Penyakit Tanaman Pertanian

Budidaya Hidroponik Bisa Membuat Kita Kaya

Dasar Pertanian - Budidaya tanaman dengan tehnik hidroponik sudah tidak asing terdengar ditelinga kita dan bahkan sekarang banyak orang yang mulai beralih ketanaman hidroponik untuk budidaya tanaman. Memang jika diperkirakan dari segi penghasilan dan pendapatan yang akan kita peroleh dari hasil budidaya hidroponik akan jauh lebih meningkat bila dibanding dengan metode tanam biasa. Makanya sekarang berkembang pesat dan banyak orang yang ingin menanam hidroponik dirumah mereka.

Kalau kita berbicara masalah uang, tentu siapa saja pasti membutuhkan uang. Karena dengan uang kita dapat memenuhi segela kebutuhan hidup. Nah di dalam dunia pertanian juga tentunya ada kaitannya dengan uang juga. Makanya itu pertanian sekarang ini harus diperhatikan dan dikembangkan agar nantinya kebutuhan pangan kita tetap terpenuhi. Jadi hubungan antara uang dan pertanian maupun perkebunan saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Kalau tidak ada petani yang mau bercocok tanam juga akan berpengaruh pada kelangsungan hidup kita. 

Kembali lagi pada topik kali ini yaitu masalah uang dan hubungannya dengan tanaman hidroponik. Tahukah anda bahwa dengan menanam hidroponik kita bisa kaya. Bagaimana hal itu dapat terjadi? Apa hubungan antara hidroponik dengan kaya? Jelas sekali jika kita mau serius dalam budidaya hidroponik, maka sudah pasti uang tidak akan menjadi masalah lagi bagi kita. Karena budidaya hidroponik ini akan lebih menguntungkan dalam bidang pertanian. Jika anda memiliki sedikit saja ruang atau tempat untuk menanam hidroponik, maka hasilnya anda akan menikmati  apa yang anda tanam. Misalnya anda menanam sayuran hidroponik, setiap sudur ruangan yang ada dirumah anda jadikan taman hidroponik, maka kekayaan akan menghampiri anda.

Budidaya Hidroponik Bisa Membuat Kita Kaya

Kalau anda kurang yakin dan percaya bahwa dengan budidaya hidroponik dapat membuat kita kaya silahkan anda cari di internet, dan lihat bagaimana orang-orang atau petani yang beralih dengan tanaman hidroponik semakin maju dan memiliki banyak uang dari budidaya hidroponik mereka.

Mudah-mudahan dengan adanya artikel ini dapat memberikan inspirasi kepada anda untuk menanam tanaman hidroponik dirumah. Semoga bermanfaat.

Besarkah Biaya Yang Dikeluarkan Untuk Budidaya Hidroponik ?

Dasar Pertanian - Budidaya tanaman menggunakan tehnik hidroponik merupakan sebuah inovasi terbaru dalam dunia pertanian. Karena akhir-akhir ini sangat banyak orang yang membudidayakan tanaman hidroponik, baik dipekaranagan rumah atau di tempat khusus. Pada dasarnya menanam hidroponik ini tidak membutuhkan tempat atau lahan khusus. Misalnya kita hanya memiliki pekarangan rumah dengan ukuran yang kecil, namun dengan metode hidroponik kita bisa melakukan budidaya tanaman apapun yang kita kehendaki. Jadi jika anda ingin menanam sayuran sendiri dirumah namun tidak mempunyai pekarangan yang luas, maka cara tanam hidroponik adalah salah satu alternatif yang dapat anda gunakan.

Budidaya hidroponik ini sangat menguntungkan sekali bagi kita, kenapa saya katakan sangat menguntungkan? Karena dengan menanam dengan metode hidroponik kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Misalnya tujuan kita menanam adalah untuk menghasilkan panen, maka hidroponik ini adalah cara ampuh untuk mendapatkan hasil panen melimpah. Hasil panen dari budidaya tanaman sistem hidroponik ini berbeda dengan menanam tanaman pada lahan biasa. Karena didalam budidaya hidroponik, kita selalu dituntut untuk merawat tanaman dengan baik, mengatur kadar air dan nutrisi pada tanaman hidroponik. Nah dari hasil survei yang telah kami coba menyatakan bahwa hasil panen budidaya hidroponik jauh lebih unggul dibanding tanam tanpa hidroponik.

Lantas bagaimana cara menanam hidroponik ini sementara kita baru pemula dan belum paham tentang tehnik budidaya tanaman dengan metode hidroponik. Nah anda tidak perlu khawatir meskipun anda seorang pemula, disini dasar-pertanian selalu memberikan solusi kepada anda semua, silahkan anda baca bagaimaa cara menanam hidroponik bagi seorang pemula di link berikut ini.


Setelah anda tahu bagaimana cara menanam hidroponik bagi pemula, tentu anda sangat ingin mencobanya dirumah. Tapi apakah anda ada berpikir seperti ini " Berapakah Biaya Yang Dikeluarkan Untuk Budidaya Hidroponik ?" Saya sendiri sebelumnya juga pernah berpikir seperti itu dan ini menjadi pertanyaan bagi para pemula pada umumnya. Ya..untuk membudidayakan tanaman hidroponik ini memang kita akan membutuhkan biaya. Namun biaya yang kita keluarkan disini sebenarnya juga sama dengan biaya kita menanam tanaman pada umumnya. Malah justru dengan menggunakan cara hidroponik ini kita menghemat biaya lho jika kita bisa menggunakan barang-barang bekas. Perlu anda ketahui bahwa menanam hidroponik ini lebih menekankan pada pemanfaatan barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Jadi dari pada dibuang lebih baik kita manfaatkan untuk budidaya tanaman hidroponik.

Biaya Yang Dikeluarkan Untuk Budidaya Hidroponik


Sebagai contohnya adalah pipa paralon bekas yang bisa kita jadikan media untuk menanam hidroponik. Selain itu ada juga sekam padi, gabus atau sterofoam bekas, dan lain sebagainya. Ada banyak alat dan bahan yang bisa kita manfaatkan untuk budidaya hidroponik ini.

Silahkan baca juga : Alat dan Bahan Yang Bisa Digunakan Sebagai Media Hidroponik

Jadi kesimpulannya bahwa menanam hidroponik ini tidak mematok harga khusus, dan anda tidak perlu khawatir soal biaya karena hidroponik adalah cara tanam sederhana dan bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas. Mungkin yang kita butuhkan dan kita keluarkan biaya adalah pada bibit/benih dan nutrisi hiroponik. Tahukah anda nutrisi hidroponik itu apa? Nutrisi hidroponik adalah pupuk yang digunakan pada tanaman hidroponik. Namun jika anda tidak mau keluar biaya juga, bisa kok kota buat nutrisi hidroponik sendiri. Lalu bagaimana caranya?

Baca : Cara Sederhana Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah

Itulah sedikit penjelasan tentang Biaya yang dikeluarkan untuk budidaya hidroponik. Semoga dapat memberikan inspirasi kepada anda semua dan bermanfaat bagi anda.

Jenis Tanaman Yang Bisa Dibudidayakan Dengan Metode Hidroponik

Dasar Pertanian - Tanaman hidroponik adalah tanaman yang dibudidayakan dengan menggunakan media air. Jadi tanaman hidroponik ini tidak membutuhkan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik ini sesuai ditanam dirumah dan bisa juga dijadikan sebagai tanaman hias. Ada banyak jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem hidroponik. Bagi anda yang memiliki pekarangan yang sempit, atau tidak memiliki pekarangan yang luas, namun ingin menanam sayuran atau tanaman hijau lainnya, maka alternatifnya adalah dengan menanam hidroponik. Kenapa Harus Memilih Hidroponik Dalam Budidaya Tananam?. Salah satu alasan kenapa perlu menanam hidroponik adalah agar tanaman yang kita tanam lebih unggul.

Budidaya hidroponik dirumah bisa menguntungkan buat kita lho, karena manfaat budidaya tanaman dengan tehnik hidroponik ini sangat ramah lingkungan dan cukup simpel. Kalau kita berbicara keuntungan maupun keunggulan tanaman hidroponik ini sangatlah banyak.
Silahkan baca juga : Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik

Mungkin sebagian dari anda ada juga yang belum tahu apa itu hidroponik dan bagaimana cara membuatnya. Karena menanam tanaman dengan metode hidrponik ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Jadi mungkin bagi para pemula yang belum pernah menanam hidroponik akan mengalami sedikit kedala. Namun disini dasar-pertanian selalu memberikan informasi yang relevan dengan topik ini. Jadi bagi anda yang ingin mencoba menanam hidroponik namun masih belum tahu bagaimana caranya silahkan anda baca penjelasannya pada artikel dibawah ini.
Baca : Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Nah sekarang pastinya anda sudah tahu bagaimana cara menanam hidroponik. Lalu kira-kira tanaman apa saja sih yang bisa ditanam dengan menggunakan metode hidroponik ini? Apakah semua jenis tanaman bisa ditanam dengan tehnik hidroponik? Jadi perlu anda ketahui bahwa tidak semua tanaman dapat dibudidayakan dengan metode hidroponik, ada jenis tanaman yang bisa ditanam dengan cara tanam hidroponik, apa saja tanaman yang dapat dibudidayakan dengan cara hidroponik ini? Berikut penjelasannya.

Jenis Tanaman Yang Bisa Dibudidayakan Dengan Metode Hidroponik
Sayuran adalah salah satu jenis tanaman yang bisa dibuat Hidroponik

Jenis Tanaman Yang Bisa Dibudidayakan Dengan Metode Hidroponik


1. Jenis sayuran

Jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan metode hidroponik adalah sayuran hijau. Ada banyak jenis sayuran ini, seperti kangkung, selada, bayam, sawi, brokoli dan lain-lain.

2. Jenis buah

Untuk buah-buahan ini tidak semua tanaman buah bisa dibudidayakan dengan tehnik hidroponik. Adapun jenis tanaman buah yang bisa kita tanam dengan cara hidroponik antara lain; strawberi, buah mentimun, tomat, dan jenis lainnya. Memang tomat dan mentimun ini bisa masuk kategori sayuran juga.

Jadi jenis tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik ini sangat banyak dan pada umumnya adalah tanaman dari jenis sayuran dan  buah-buahan. Selain itu bunga juga bisa di budidayakan dengan cara hidroponik. Itulah beberapa Jenis Tanaman Yang Bisa Dibudidayakan Dengan Metode Hidroponik. Mudah-mudahan inforasi singkat ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.

Alat dan Bahan Yang Bisa Digunakan Sebagai Media Hidroponik

Dasar Pertanian - Budidaya tanaman menggunakan metode hidroponik sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Karena hidroponik adalah salah satu metode menanam yang terbilang simpel dan murah. Namun meskipun tanaman hidrponik ini sudah dikelan masyarakat secara luas, tetap saja ada beberapa orang yang tidak tahu apa itu hidroponik. Atau bahkan anda sendiri juga baru tahu dan mendengar istilah hidroponik ini? Jika memang iya mestinya anda harus baca dulu penjelasan tentang hidroponik. Sehingga nanti anda akan paham dan mengerti kelanjutan isi dari artikel ini. Lalu dimana anda bisa dapatkan informasi tentang pengertian hidroponik ini? Tidak perlu kemana-mana dan tetaplah disini karena dasar-pertanian selalu menyajikan informasi yang saling berkaitan terutama masalah hidroponik ini.
Silahkan baca : Pengertian Hidroponik dan Manfaatnya

Setelah anda baca dan paham apa itu tanaman hidroponik, maka sudah pasti anda akan tah juga apa saja media tanam yang digunakan untuk tanaman hidroponik. Pada artikel ini akan dijelaskan  beberapa alat dan bahan yang bisa digunakan untuk media tanam hidroponik. Perlu anda ketahui bahwa hidroponik ini sebenarnya salah satu metode tanam yang cukup simpel dan murah. Kita bisa memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan media dan bahan untuk tanaman hidroponik. Apa saja alat dan bahan yang bisa digunakan untuk menanam hidroponik ini? Berikut penjelasannya.

Alat dan Bahan Yang Bisa Digunakan Sebagai Media Hidroponik


Alat dan Bahan Yang Bisa Digunakan Sebagai Media Hidroponik


Sebenarnya alat dan bahan yang bisa digunakan untuk menanam hidroponik ini ada disekitar kita. Kita tidak harus membeli peralatan yang baru, namun bisa memanfaatkan barang-barang bekas. Walaupun ada bahan yang harus dibeli pasti harganya tidaklah mahal. Berikut ini alat dan bahan yang bisa digunakan untuk menana hidroponik.

Alat dan bahan untuk menanam hidroponik :

1. Pipa/ paralon bekas
2. Sterofoam/gabus
3. Ember bekas
4. Sabut kelapa
4. Sumbu kompor
5. Botol minuman bekas
6. Batu kerikil
7. Sekam padi
8. Air

Itulah beberapa alat dan bahan yang bisa kita gunakan untuk menanam hidroponik. Adapun media tanam yang digunakan disini adalah air sebagai pengganti tanah. Semoga informasi singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan dan pengetahuan anda semua tentang budidaya hidroponik.

Manfaat Hidroponik Bagi Lingkungan

Dasar Pertanian - Di dunia yang serba canggih sekarang ini selalu bermunculan inovasi dan ide menarik dalam hal teknologi. Tidak sampai satu tahu sudah berapa ribu unit teknologi baru yang bermunculan dipasaran yang kita juga ikut menikmati kemajuan teknologi tersebut. Begitu juga dengan dunia pertanian yang juga ikut maju dan berkembang menjadi lebih baik. Salah satu kemajuan dibidang pertanian adalah menanam dengan metode Hidroponik. Hidroponik adalah salah satu metode tanam tanpa tanah yang hanya mengandalkan air sebagai media tanamnya. Didukung juga dengan alat dan bahan-bahan lainnya yang umumnya bersifat bekas. Jadi budidaya dengan metode hidroponik ini memang sangat ramah lingkungan dan justru bisa menciptakan keramahan lingkungan karena dapat memanfaatkan limbah pasar menjadi suatu inovasi baru dibidang pertanian.

Tidak hanya itu saja keunggulan hidroponik ini, masih banyak lagi jika di ulas tentang bermacam-macam manfaat budidaya tanam menggunakan metode hidroponik. Pada postingan sebelumnya admin juga sudah membahas dalam link berikut ini.
Silahkan baca : Pengertian Tanaman Hidroponik dan Manfaatnya

Jadi sebenarnya menanam tanaman dengan cara hidroponik ini justru memudahkan kita dalam budidaya tanaman. Misalnya anda yang hanya memiliki pekarangan sempit namun ingin menanam sayuran atau tanaman lainnya, maka hidroponik adalah salah satu alternatifnya. Karena salah satu keunggulan budidaya taaman hidroponik adalah tidak membutuhkan banyak ruang atau tempat. Selain itu apa saja manfaat hidroponik ini? Terutama manfaanya untuk lingkungan? Ya..lingkungan memang perlu kita jaga dengan baik, nah dengan anda menanam hidroponik ini anda sebenarnya sudah menjaga lingkungan dari polusi udara. Belum yakin dengan perkataan ini? Baiklah berikut ini akan admin berikan sedikit wawasan tentang manfaat hidroponik bagi lingkungan.

Manfaat Hidroponik Bagi Lingkungan


Manfaat Hidroponik Bagi Lingkungan


1. Tanaman hidroponik dapat membuat udara sejuk

Adapun manfaat hidroponik untuk lingkungan yaitu dapat menyejukkan udara disekitar kita. Hal ini jelas terjadi karena tanaman hidroponik ini tidak mengandung unsur kimia dalam pemupukannya. Sehingga udara disekitar akan menjadi sejuk dan segar. Adapun pupuk yang digunakan pada tanaman hidroponik ini adalah jenis nutrisi. Nutrisi hidroponik ini merupakan sejenis cairan yang berfungsi sebagai pupuk tanaman hidroponik. Ada banyak jenis nutrisi hidroponik yang sudah dijual ditoko pertanian. Namun kita sebenarnya juga bisa membuatnya sendiri.
Silahkan baca juga : Cara Sederhana Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah

2. Tanaman hidroponik dapat mencegah polusi udara

Manfaat hidroponik untuk lingkungan selanjutnya adalah bisa meminimalisir polusi udara. Perlu di ketahui bahwa lingkungan disekitar kita ini semakin hari makin berpolusi, baik itu berasal dari asap kendaraan, asap rokok, asap pabrik, pembarakan hutan, dan lain sebagainya. Sehingga apabila tidak dilakukan penawarnya, maka otomatis udara tersebut dapat membuat tubuh kita mudah sakit akibat radikal bebas dari olusi udara. Nah salah satu alternatif untuk mencegah polusi udara adalah dengan menanam tanaman dengan cara hidroponik. Sehingga udara sekitar manjadi sejuk dan rebebas dari polusi udara. 

3. Tanaman hidroponik dapat menambah oksigen

Manfaat hidroponik yang terakhir adalah dapat menambah pasokan oksigen atau O2 bagi lingkungan, sehingga dengan banyaknya oksigen tersebut kita juga yang akan menikmatinya.

Itulah beberapa Manfaat Hidroponik Bagi Lingkungan, mudah-mudahan informasi singkat ini dapat memberikan wawasan tambahan bagi anda dan bisa dijadikan referensi tambahan. Semoga bermanfaat.

Kenapa Harus Memilih Hidroponik Dalam Budidaya Tanaman ?

Tanaman hidroponik adalah tanaman yang ramah lingkungan. Budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik ini memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan metode tanam yang lain. Banyak para petani yang kini beralih ke sistem hidroponik. Karena hasil yang didapatkan dari menanam hidroponik jauh lebih meningkat dibanding metode lainnya. Selain itu an datidak memerlukan lahan yang luas untuk budidaya menggunakan sistem hidroponik ini. Wah begitu banyak keunggulan budidaya tanaman menggunakan tehnik hidroponik ini. Penasaran seperti apa keunggulan budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik ini?
Silahkan baca Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik

Dalam melakukan pembudidayaan tanaman menggunakan metode hidroponik, anda tidak perlu membutuhkan banyak pekarangan. Cukup memiliki pekarangan seluas 10 x 10 M saja anda sudah dapat bercocok tanam. Anda bisa menanam sayuran, buah-buahan dan tanaman lainnya. Karena pada dasarnya budidaya hidroponik ini tidak membutuhkan media tanah, cukup menggunakan media air dan media lainnya yang mendukung kinerja sistem hidroponik. Cara penempatannya cukup mudah, bisa anda gantung, menggunakan pipa paralon, ember bekas, bekas botol air mineral, gabus atau sterofoam, dan masih banyak lagi yang bisa anda gunakan sebagai media untuk menanam hidroponik ini.

Kenapa Harus Memilih Hidroponik Dalam Budidaya Tanaman ?


Selain memiliki banyak keunggulan, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik ini tentu ada kekurangannya. Ya meskipun kekurangan tersebut tidaklah banyak, namun perlu juga anda ketahui.
Silahkan Baca Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Bagi anda yang belum memahami bagaimana model tanaman hidroponik, mungkin akan mengalami kendala. Namun anda tidak perlu bingung, karena disini dasar pertanian akan memberikan solusinya kepada anda, silahkan anda baca dibawah ini.
Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Alasan kenapa hidroponik lebih banyak dipilih oleh banyak petani adalah sebagai berikut :

1. Lebih unggul dari segi hasil panen
2. Lebih menghemat biaya produksi
3. Jangka waktu panen tanaman lebih cepat
4. Ramah lingkungan
5. Tidak membutuhkan banyak ruang dan tempat
6. Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat
7. Lebih tahan terhadap hama penyakit

Sebenarnya masih banyak lagi alasan kenapa memilih hidroponik sebagai metode bercocok tanam dalam bidang pertanian. Namun beberapa alasan diatas rasanya sudah cukup mewakili dari banyak alasan kenapa dipilihnya metode tanam hidroponik. Semoga bermanfaat.

Inilah Pentingnya Oksigen Bagi Tanaman Hidroponik

Dasar Pertanian - Manfaat oksigen bagi tanaman memang sangat penting sekali untuk menunjang pertumbuhan tanaman tersebut. Sama halnya dengan tanaman hidroponik, juga sangat membutuhkan oksigen untuk pertumbuhan tanaman. Bercocok tanam dengan tehnik hidroponik ini sangat menguntungkan bila dibanding dengan metode lain karena tidak banyak membutuhkan lahan. Untuk lebih jelas tentang pengertian dan manfaat tanaman hidroponik ini, silahkan baca Pengertian Tanaman Hidroponik dan Manfaatnya. Sedangkan media yang paling penting dalam budidaya hidroponik adalah air. Jadi karena menggunakan media air, maka kebutuhan oksigen bagi tanaman hidroponik akan lebih banyak.

Hidroponik, sebagaimana namanya, hydro yang artinya air, sistem penanaman hidroponik ini memang sangat mengandalkan air sebagai media utamanya. Namun tentu saja bukan air saja yang dibutuhkan, masih ada unsur lain yang perlu kita digunakan, seperti pasir, pecahan batu karang dan batu bata, serabut kelapa, batu kerikil, busa, gabus atau sterofoam, potongan kayu, batu apung, sumbu kompor, dan masih banyak lagi media yang bisa kita gunakan untuk kebutuhan media tanam hidroponik.

Kembali lagi kepada topik kita kali ini yakni masalah pentingnya oksigen dalam air bagi tanaman hidroponik. Oksigen adalah salah satu problem yang sering dialami dalam budidaya tanaman secara hidroponik. Apabila tanaman hidroponik kekurangan oksigen, maka akan menyebabkan tanaman tidak tumbuh maksimal bahkan bisa mati. Karena kebutuhan oksigen dalam air sangat diperlukan untuk respirasi dan tenaga dalam penyerapan nutrisi oleh akar. Apabila terjadi kegagalan dalam respirasi akar, akan mengakibatkan akar gagal menyerap unsur hara dan pada akhirnya akar akan membusuk.

Pentingnya Oksigen Bagi Tanaman Hidroponik
Budidaya Tanaman Hidroponik


Tanaman hidroponik yang tercukupi kebutuhan oksigen akan tampak dari bentuk akarnya. Tanaman hidroponik yang cukup oksigen, akarnya akan berwarna putih dan tebal. Sementara itu tanaman kekurangan oksigen akarnya akan terlihat sedikit dan berwarna kecoklatan dengan ujung menghitam yang menandakan akar telah membusuk.

Untuk menambah jumlah oksigen dalam tanaman hidroponik dapat dilakukan dengan cara - cara berikut.
  • Pasang aerator di dalam tangki.
  • Mempercepat aliran dan kemiringan sehingga air akan membentur dan bergerak cepat agar oksigen mudah terdifusi.
  • Lakukan pedinginan air di tangki agar daya larut oksigen menjadi lebih besar. Suhu ideal untuk tanaman hidroponik adalah 24 C, tapi range toleran antar 20-34 C.
  • Dengan memberikan H2O2 (Peroksida) dan O3 (Ozon)  juga bisa menambah kandungan oksigen. Namun pemberiannya jangan melebihi 8 ppm untuk peroksida dan 1,5 ppm untuk ozon karena dapat menyebabkan akar menjadi layu.
Jadi kesimpulannya adalah bahwa tanaman hidroponik ini sangat membutuhkan oksigen lebih banyak dibanding dengan tanaman lain. Jika kebutuhan oksigen bagi tanaman hidroponik tercukupi, maka pertumbuhan tanaman akan menjadi bagus. Mudah-mudahan bermanfaat.

Cara Sederhana Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah

Tips Membuat Pupuk Nutrisi Hidroponik Dengan Mudah - Hidroponik merupakan sistem tanaman yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan. Memang bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik ini sangat menguntungkan. Bagi anda yang baru pertama kali mengenal sistem hidroponik dalam tanaman, mungkin akan sedikit bingung dan tidak tahu bagaimana cara menanam dengan cara hidroponik. Untuk itu silahkan baca :

Bercocok tanam hidroponik banyak keuntungannya bila dibandingkan dengan metode lain. Karena dengan menanam dengan sistem hidroponik, anda yang tidak memiliki banyak lahan pekarangan juga bisa bercocok tanam, baik sayuran, buah-buahan dan selain-lain. Karena salah satu kuntungan dan keunggulan tanaman hidroponik adalah tidak membutuhkan banyak tempat. Untuk lebih lengkapnya silahkan anda baca juga : 
Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik
Dalam budidaya hidroponik, anda pasti akan membutuhkan yang namanya Nutrisi Hidroponik. Nutrisi hidroponik inilah yang menjadi pupuk untuk pertumbuhan tanaman. Ada banyak pupuk nutrisi hidroponik yang dijual di toko pertanian, salah satu nutrisi hidroponik yang sering digunakan adalah Nutrisi Hidroponik AB MIX. Namun bagi anda yang ingin membuat nutrisi hidroponik sendiri juga bisa kok. Dengan membuat pupuk nutrisi hidroponik sendiri, anda akan lebih menghemat biaya dan juga menambah pengalaman anda dibidang pertanian. Untuk itu silahkan bagi anda yang ingin mencoba membuat sendiri larutan nutrisi hidroponik bisa anda simak caranya dibawah ini.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah


Bahan yang dibutuhkan:
  • Pupuk Urea ( 1000 gram )
  • Pupuk KCL ( 1000 gram )
  • Pupuk NPK ( 1000 gram )
  • Pupuk daun Gandasil / Growmore ( 50 gram )

Adapun peralatan yang dibutuhkan :
  • Ember dengan kapasitas 20 liter
  • Drum plastik dengan kapasitas 100 liter
  • Timbangan digital
  • Alat untuk pengaduk
  • Air ( boleh air sumur atau air sungai )
  • Jika ingin menggunakan Air PDAM syaratnya harus sudah diendapkan selama 7-10 hari.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik

  1. Silahkan anda masukkan semua bahan-bahan yang sudah ditimbang ke dalam wadah ember yang berkapasitas 20 liter tadi.
  2. Tuangkan air sumur atau air sungai sebanyak 20 liter ke dalam ember tersebut. Cara menuangkannya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-adu sampai semua pupuk mencair dan tidak ada lagi yang mengkristal dan mengendap.
  3. Setelah itu tuangkan larutan pupuk tadi ke dalam bak penampungan yang lebih besar dengan kapasitas 100 liter.
  4. Lalu tambahkan lagi air sumur ke dalam bak penampungan tersebut sambil diaduk-aduk hingga penuh.
  5. Larutan Nutrisi Hidroponik sudah siap digunakan.

Bagaimana cukup mudah dan simpel bukan? Demikianlah Cara Sederhana Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dirumah. Sekarang anda sudah bisa membuat sendiri pupuk nutrisi hidroponik dirumah. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Tips Budidaya Cabe Merah Secara Hidroponik

Dasar Pertanian : Budidaya Cabe Merah Hidroponik - Budidaya tanaman secara hidroponik merupakan salah satu tehnik yang bisa anda lakukan apabila kondisi lahan yang anda miliki sempit. Sedangkan anda sangat ingin bercocok tanam khususnya tanaman ringan seperti cabe, sayuran, dan buah-buahan lainnya. Memang budidaya pertanian sangat menguntungkan jika proses yang dilakukan sangat tepat dan benar. Namun jika tehnik yang digunakan kurang tepat maka tentu saja akan menimbulkan kerugian atau berupa kegagalan.

Tips Budidaya Cabe Merah Secara Hidroponik


Budidaya cabe merah juga sangat menguntungkan sekali jika anda tahu bagaimana tehnik yang digunakan. Karena menanam cabe ini tidak bisa sekedar coba-coba, jika anda hanya sekedar siapa tahu untung, maka hal itu tidak akan pernah terjadi. Menanam cabe butuh perhatian dan perawatan khusus, karena kebanyakan tanaman cabe mudah diserang hama dan penyakit. Budidaya cabe merah yang selama ini sering dilakukan oleh petani adalah dengan memanfaatkan lahan atau ladang pertanian yang luas. Memang hasilnya jika berhasil ya cukup terbilang besar, namun resiko kegagalan juga besar. Faktor cuaca dan pengaruh lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya cabe merah ini.

Namun pada saat sekarang ini sudah berkembang yang namanya budidaya menggunkana tehnik hidroponik, atau biasa juga dikenal dengan istilah green house. Green house merupakan struktur bangunan dengan lingkungan yang tertutup oleh bahan transparan atau (tembus cahaya) yang memanfaatkan radiasi matahari untuk pertumbuhan tanaman. Adapun maksud dan tujuan dari penanaman dalam greenhouse adalah untuk melindungi tanaman terhadap kondisi alam sekitar seperti sinar matahari, suhu udara, kelembaban, angin hujan dan sebagainya.

Jadi budidaya cabe secara hidroponik adalah cara yang sangat dianjurkan terutama bagi anda yang memiliki area lahan yang sempit. Anda bisa gunakan pekarangan anda sebagai rumah tanaman dengan membuat green house atau bahasa indonesianya rumah hijau. Hijau karana didalamnya penuh tanaman yang berwarna hijau. Selain itu, manfaat budidaya hidroponik ini juga akan meningkatkan hasil dan kualitas tanaman cabe merah anda.
Baca Juga : Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik

Untuk menanam cabe merah secara hidroponik, anda bisa lakukan dengan berbagai macam sistem dan tipe. Salah satunya yang bisa dan sangat mudah untuk anda praktekkan adalah hidroponik sistem wick ( sumbu ) yang mana bahan dari tipe ini sangat mudah dan murah untuk didapatkan. Budidaya hidroponik menggunakan sistem wick ini sangat cocok untuk anda yang masih pemula. Untuk itu sebelum anda menanam cabe hidroponik ini, langkah yang harus anda lakukan adalah anda harus pahami dulu apa dan bagaimana cara menanam hidroponik sistem wick ini. Silahkan anda baca pada artikel saya yang sebelumnya tentang Tehnik Menanam Hidroponik Dengan Sistem Wick.

Tehnik menanam cabe secara hidroponik ini baik itu cabe merah maupun cabe jenis yang lain memang terbilang menguntungkan. Karena jika proses yang anda lakukan itu benar dan tepat, serta dalam perawatan anda paham, bagaimana pemberian nutrisi untuk tanaman cabe hidroponik, sudah pasti hasil penen cabe merah hidroponik anda akan maksimal. Untuk itu silahkan anda coba tehnik menanam cabe secara hidroponik dirumah. Mudah-mudahan berhasil.

Itulah sedikit informasi yang bisa menambah wawasan anda tentang Tips Budidaya Cabe Merah Secara Hidroponik. Semoga bermanfaat.

Tips Sederhana Menanam Tomat Hidroponik Dirumah

Tips Sederhana Menanam Tomat Hidroponik Dirumah - Budidaya sayuran maupun buah-buahan dirumah sangat menyebangkan, apalagi kalau cara yang digunakan unutk menanam adalah cara menanam hidroponik. Tanaman hidroponik adalah cara yang bisa kita lakukan untuk bercocok tanaman dipekarangan yang sempit. Karena menanam dengan cara hidroponik ini tidak membutuhkan media lahan atau tanah yang luas. Kita bisa menggunakan bahan-bahan bekas seperti botol aqua bekas, sterofoam, dan sebagainya. salah satu cara yang paling mudah dan murah dalam menanam metode hidroponik adalah sistem wick atau sumbu. Sebagaimana sudah saya posting pada aertikel sebelumnya bahwa sistem wick atau sumbu ini lebih praktis dan murah.

Menanam hidroponik sangat menguntungkan dan tentunya hasil yang didapatkan akan maksimal. Banyak tanaman yang bisa dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik ini, salah satunya adalah tomat. Nah tomat ini sangat mudah kita budidayakan dengan metode hidroponik, dan dibawah ini akan admin share bagaimana tips sederhana budidaya tomat hidroponik.

Tips Sederhana Menanam Tomat Hidroponik Dirumah


Sebelum kita menanam tomat hidroponik, maka hal yang perlu dipersiapkan adalah pemilihan benih tomat. Untuk memilih benit atau bibit tomat, anda bisa beli benih yang baik ditoko pertanian atau bisa juga menyemai sendiri dengan memilih buah toamat yang berkualitas. Namun jika anda ingin cara yang praktis ya dengan membeli benih yang dijual ditoko pertanian.

Setelah benih anda dapatkan, maka sekarang anda lakukan pembuatan media tanam. Metode hidroponik yang bisa anda gunakan adalah dengan menanam hidroponik sistem wick atau sumbu. Anda bisa baca pada postingan saya sebelumnya tentang Tehnik Menanam Hidroponik Sistem Wick.

Penyemaian

Penyemaian benih tomat bisa anda lakukan dengan metodehidroponik rockwool. Karena cara ini bisa dibilang cukup simpel yaitu mudah nantinya untuk dipindahkan. Caranya potong rockwool berbentuk dadu keci-kecil, kemudian anda rendam kedalam air yang sudah diberikan nutirisi. Setelah itu silahkan anda benam biji tomat tersebut dalam rockwool dengan masing-masing 1 biji untuk satu rockwool. Agar benih tomat dapat tumbuh degan baik maka perlu diberikan perawatan, caranya simpan benih ditempat yang cukup teduh selama beberapa hari sampai benih tumbuh kecambah. Setelah tumbuh kecambah silahkan anda pindahkan benih yang tumbuh kecambah tersebut ditempat yang cukup terkena sinar matahari. Setelah benih mulai tumbuh 4 daun atau lebih, maka saatnya anda pindahkan tomat hidroponik anda ketampat yang lebih besar.

Tomat Hidroponik Siap Untuk Dipindah ke Pot atau Botol Plastik

Silahkan anda pindahkan benih tomat yang sudah memiliki 4 lembar daun tadi pada pot atau bekas botol plastik dengan maksud agar benih bisa berkembang dengan baik. Yang perlu anda perhatikan adalah akar tomat jangan samapi terendam semuanya. Lebih baik kasih jarak antara akar dengan air nutrisi suapaya akar juga mendapatkan oksigen.

Membesarkan Tomat Hidroponik

Untuk langkah selanjutnya adalah membesarkan tomat hidroponik anda. Anda bisa gunakan sistem wick yang sudah sebelumnya anda persiapkan. Untuk caranya silahkan anda baca artikel sebelumnya tentang Tehnik Menanam Hidroponik Sistem Wick. Anda juga bisa menambahkan batu atau krikil pada media tanaman untuk membantu menopang tumbuhnya tanaman hidroponik anda. Jika tomat hidroponik anda sudah bertambah besar dan tinggi, sebaiknya gunakan sulur yang membantu tanaman agar dapat tegak berdiri.

Untuk menunjang pertumbuhan tomat hidroponik silahkan anda pakai nutrisi khusus hidroponik untuk tomat hidroponik, karena kandungan nutrisi didalamnya sudah disesuaikan. Cara penggunaan nutrisi hidroponik tomat adalah sebagai berikut :

Nutrisi khusus tomat hidroponik


Cara membuat pekatan AB Mix:

Pekatan A : Larutkan kantong A sehingga menjadi 500 ml
Pekatan B : Larutkan kantong B sehingga menjadi 500 ml
Cara pemakaian pekatan AB Mix:
masa semai : 3 ml pekatan A + 3 ml pekatan B dengan 1 liter air bersih
Masa pertumbuhan: 5ml pekatan A +5 ml pekatan B per 1 liter air
Masa pembuahan : 7 ml pekatan A + 7 ml pekatan B per 1 liter air naikkan secara bertahap hingga 10 ml per 1 liter air agar bunga tidak rontok.


Itulah Tips Sederhana Menanam Tomat Hidroponik Dirumah, mudah-mudahan bermanfaat dan menambah wawasan anda semua. Salam pertanian..

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Dasar Pertanian : Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Hidroponik - Budidaya hidroponik merupakan salah satu cara mengembangkan tanaman dengan tehnik sederhana tanpa tanah dan air. Banyak tehnik yang bisa diterapkan dalam menanam hidroponik ini. Adapun sistem hidroponik yang paling populer dan banyak diterapkan khususnya bagi para pemula adalah hidroponik sistem sumbu ( wick ) dan hidroponik sitem apung ( floating system ).

Didalam membudidayakan tanaman menggunakan tehnik hidroponik ini, tentu ada sisi positif dan juga negatifnya, sisi posistif dapat berupa keuntungan dan kelebihan sedangkan sisi negatif dapat berupa kekurangannya. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan budidaya hidroponik ini anda bisa terus simak artikel ini, karena pada postingan kali ini dasar pertanian akan share apa saja kelebihan dan kekurangan menanam dengan sistem hidroponik.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik


Adapun Kelebihan dan Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik antara lain adalah sebagai berikut :

Kelebihan Hidroponik

  1. Menanam hidroponik sangat cocok dan sesuai bagi anda yang mempunyai lahan sedikit atau terbatas. Bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan dan tentunya memiliki lahan yang sangat terbatas, maka jika ingin menanam berbagai macam tanaman seperti sayuran maupun buah-buahan, anda bisa menggunakan sistem hidroponik ini. Anda bisa memanfaatkan sedikit lahan atau pekarangan anda untuk budidaya tanaman, salah satu tehnik atau sistem budidaya yang bisa anda terapkan adalah dengan metode hidroponik verticulture atau menanam dengan sistem vertikal.
     
  2. Menanam hidroponik sangat sesuai untuk dilakukan di daerah dengan kondisi tanah yang kering dan gersang. Perlu anda ketahui bahwa tehnik menanam hidroponik ini tidak membutuhkan tanah sebagai tempat atau media tanam, maka meskipun kondisi tanah daerah anda kering dan gersang, anda tetap bisa melakukan budidaya pertanian atau perkebunan seperti jenis sayuran dan buah-buahan.
     
  3. Dengan tehnik hidroponik ini, maka hasil panen akan lebih banyak bila dibandingkan dengan menggunakan cara konvensional atau menggunakan media tanah, jika dengan kondisi luas yang sama. Jadi bila anda bandingkan dua tempat yang ukurannya sama, dan anda coba gunakan sama-sama untuk menanam, lahan yang satu anda pakai cara konvensional dan lahan satu lagi anda pakai cara hidroponik, maka hasilnya saya jamin lebih unggul tanaman hidroponik.
     
  4. Tanaman hidroponik akan lebih menghemat air. Meskipun namanya hidroponik, tetapi sebenarnya dengan metode ini justru akan menghemat air karena air yang habis tidak akan terbuang sia-sia, melainkan akan terserap oleh tanaman. Berbeda dengan tanaman yang tumbuh ditanah, meskipun banyak disiram air, maka air akan habis merembes lagi kedalam tanah.
     
  5. Dengan metode hidroponik ini, kita akan lebih memperkecil pencemaran zat kimiawi pada tanah. Coba anda perhatikan jika kita menanam pada media tanah atau lahan pertanian, ketika pupuk kimia ditebarkan, maka lama kelamaan akan merusak unsur hara pada tanah dan pencemaran zat kimia akan terjadi. Berbeda dengan tehnik hidroponik ini karena tanaman hidroponik jelas tidak menggunakan media tanah, jadi meskipun ada zat kimia tidak akan merusak tanah karena zat kimia tersebut akan langsung diserap oleh tanaman.

Namun disamping kelebihan hidroponik ini, tentu ada juga kekurangannya. Nah untuk kekurangan menaman hidroponik ini silahkan anda baca penjelasannya dibawah ini.

Kekurangan Hidroponik

  1. Kebutuhan nutrisi dan pupuk masih sangat sulit untuk didapatkan. Kalaupun anda ingin membeli ditoko pertanian, masih jarang dijumpai kebutuhan nutrisi untuk tanaman hidroponik ini, jadi anda harus pandai-pandai mencari alternatifnya, bisa melakukan browsing internet dan bisa melakukan belanja online. Jadi bagi anda yang masih gaptek alias gagap teknologi, tidak paham degan internet dan sebagainya, hal ini tentu akan menyulitkan.
     
  2. Menanam hidroponik dibutuhkan modal awal yang lumayan besar, kecuali anda bisa kreatif membuat sendiri peralatan dan media yang digunakan untuk menanam sistem hidroponik ini. Contohnya dengan menggunakan paralon bekas, botol aqua bekas, dan bahan lain yang kira-kira bisa dijadikan alternatif untuk menanam dengan tehnik hidroponik.
     
  3. Tanaman hidroponik lebih membutuhkan perawatan dan ketelitian bila dibanding dengan menanam langsung pada lahan atau tanah. Karena anda harus teliti dan selalu mengecek kadar pH pada tanaman, yang mana kadar pH ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman tersebut.

Itulah sedikit penjelasan tentang Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik, mudah-mudahan menambah wawasan anda dibidang pertanian hidroponik.
Salam pertanian...

Cara Menanam Hidroponik Bagi Pemula

Dasar Pertanian - Budidaya tanaman dengan metode hidroponik memang sangat menguntungkan, baik dari segi biaya yang murah, dan hasil yang akan didapatkan juga dapat maksimal. Selain itu keuntungan menanam hidroponik adalah kita tidak perlu memiliki lahan pertanian yang luas, hanya cukup menyediakan beberapa meter tempat sudah bisa bercocok tanam. Misalnya dipekarangan kita hanya memiliki luas 10 x 10 meter, kita bisa gunakan untuk menanam berbagai macam sayuran, dan buah-buahan, yakni dengan tehnik hidroponik.

Pengertian hidroponik kemaren sudah admin bahas pada postingan terdahulu, namun untuk mengingatkan anda kembali akan saya singgung sedikit. Hidroponik adalah sistem tanam tanpa menggunakan media tanah secara langsung, atau bisa juga dikatakan bahwa hidroponik merupakan menanam menggunakan media air dan dicampur dengan nutrisi untuk tanaman, seperti pupuk. Alat yang digunakan atau medianya dapat berupa botol aqua bekas, paralon, sterofoam atau gabus, sekam padi, dan lain-lain.

Bagi anda yang masih pemula, maka menanam hidroponik ini bisa anda coba praktekkan sendiri dirumah. Sebenarnya ada banyak tehnik menanam hidroponik, namun yang sering digunakan adalah dua macam, yaitu hidroponik sistem sumbu ( wick ) dan hidroponik sistem apung ( floating system ). Budidaya hidroponik bagi pemula bisa menggunakan tehnik tersebut. Dari kata nya saja kita sudah tahu bahwa menanam hidroponik sistem wick atau sumbu adalah menggunakan media sumbu sebagai perantara nutrisi ke tanaman. Sedangkan menanam hidroponik sistem apung adalah menggunakan media sterofoam atau gabus dengan cara terapung. Nanti bisa anda lihat contoh bagaimana tehnik menanam hidroponik sistem wick/sumbu dan bagaimana tehnik menanam hidroponik sistem apung ( floating system ).

1. Sistem Wick ( sumbu )

Menanam hidroponik sistem wick ( sumbu )
Contoh menanam hidroponik sistem wick ( sumbu )


Menanam hidroponik sistem wick atau sumbu ini menggunakan kemampuan sumbu kapilaritas guna membawa larutan nutrisi kepada akar tanaman. Nah bahan yang bisa anda siapkan antara lain :
  • Satu buah botol bekas air minum mineral ( aqua ) ukuran 1-2 liter.
  • Sumbu kompor atau kain flanel juga bisa.
  • Untuk media tanam bisa anda gunakan sekam padi yang sudah jadi arang, serabut kelapa, spons, pasir atau kerikil, serbuk kayu.
  • Untuk laurutan nutrisi and bisa membeli larutan AB mix ditempat toko pertanian supaya selbih cepat.
  • Untuk benih atau bibit tanaman, silahkan anda pilih sendiri, bisa benih kangkung, bayam, sawi, tomat, cabai, dan jenis sayuran lainnya.
Silahkan Baca Tehnik Menanam Hidroponik Dengan Sistem Wick 

2. Sitem Apung ( floating system )

Menanam hidroponik sistem apung ( floating system )
Contoh menanam hidroponik sistem apung ( floating system )

Menanam hidroponik menggunakan sistem apung ini kita bisa memanfaatkan papan sterofoam atau gabus. Sterofoam ini bertujuan untuk menahan tanaman. Cara menaman dengan sistem apung ini sebelumnya anda harus menyemai bibit tanaman, bisa disemai di arang sekam, atau lainnya sampai muncul kira-kira 2 lembar daun. Setelah itu buat lubang pada sterofoam kira-kira ukuran gelas plastik, dengan jarak 3-5 cm antar lubang. Setelah itu buat juga lubang di dasar gelas plastik bekas yang anda pakai. Lalu letakkan spons kedalam gelas plastik kira-kira setinggi 2/3 bagian dan beri celah bagian tengahnya. Setelah selesai, letakkan gelas plastik tadi tepat pada lubang yang anda buat di papan sterofoam. Untuk permukaan bak yang digunakan sebagai tempat air nutrisi ditutup dengan papan sterofoam berlubang, setelah itu bibit tanaman bisa segera ditanamkan dengan meletakkannya pada celah gelas plastik. Yang harus anda perhatikan adalah bahwa dasar gelas plastik harus menyentuh larutan nutrisi yang ada dalam bak.

Itulah beberapa contoh Budidaya Hidroponik Bagi Pemula, yaitu menanam hidroponik dengan sistem sumbu ( wick ) dan menanam hidroponik dengan sistem apung ( floating system ). Mudah-mudahan artikel singkat ini bermanfaat.


Tehnik Menanam Hidroponik Dengan Sitem Wick

Tehnik Bercocok Tanam Hidroponik Dengan Sitem Wick - Budidaya pertanian menjadi kegiatan yang menyenangkan jika dilakukan dengan sistem yang baik dan benar. Karena jika dilakukan dengan metode yang tepat, tentu hasil panen akan maksimal. Akhir-akhir ini sistem budidaya pertanian maupun perkebunan menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat, pasalnya keuntungan yang diperoleh dari budidaya pertanian maupun perkebunan sangat menggiurkan. Apalagi sekarang sedang hangat-hangatnya budidaya tanaman dengan Metode Hidroponik. Sistem tanaman hidroponik ini tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan anda yang tidak memiliki pekarangan luas pun bisa bercocok tanam, baik sayuran, buah-buahan, dan sejenisnya.

Berbicara masalah tanaman Hidroponik ini, mungkin bagi anda yang masih awam tentu tidak tahu apa itu metode hidroponik dan bagaimana sistem kerjanya. Cara menanam hidroponik ini memiliki banyak tehnik yang bisa digunakan, dari yang sederhana sampai yang canggih bisa anda lakukan, dari yang hanya menggunakan barang bekas sampai dengan menggunakan green house dan teknologi tepat guna yang lain dengan tujuan untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Pada postingan sebelumnya admin sudah share tentang apa itu hidroponik dan segala keunggulannya. Pada kesempatan kali ini dasar pertanian akan membagikan pula suatu tehnik menanam hidroponik yaitu dengan Sistem Wick.

Perlu anda ketahui bahwa tehnik menanam hidroponik dengan sistem wick ini sangatlah mudah dan sederhana. Sistem wick atau bisa juga dikenal dengan sistem sumbu ini bisa dilakukan bagi anda yang baru pertama belajar menanam dengan tehnik hidroponik. Karena alat dan bahan yang digunakan cukup sederhana dan mudah dijumpai disekitar kita, seperti botol aqua bekas, sumbu kompor, sekam padi, dan lain-lain, nanti anda bisa simak bagaimana cara menanam hidroponik dengan sistem wick ini. Yang jelas anda bisa tahu bagaimana menanam hidroponik dengan sistem wick, anda juga tahu bagaimana cara menanam sayuran hidroponik sistem wick, cara menanam buah-buahan hidroponik sitem wick, dan sebagainya. Intinya menanama hidroponik ini sama dengan cara menanam hidroponik dengan botol bekas.

Tehnik Menanam Hidroponik Dengan Sitem Wick
Contoh tehnik menanam hidroponik sistem wick

Tehnik Menanam Hidroponik Dengan Sistem Wick


Tehnik bercocok tanam hidroponik yang paling mudah serta murah adalah dengan menggunakan sistem wick. Dengan menggunakan sistem wick ini kita dapat menggunakandan memanfaatkan berbagai macam barang bekas seperti botol minuman mineral. Bahkan bagi pemula yang ingin bercocok tanam dengan metode hidroponik ini sangat disarankan menggunakan botol bekas minuman mineral tersebut, karena disamping mudah, biaya yang dikeuarkan juga sedikit. Nah untuk bertanam hidroponik dengan sistem wick ini silahkan anda persiapkan bahan-bahan berikut ini:
  • Botol bekas air minum mineral yang 1,5 - 2 literan.
  • Solder untuk membuat lubang.
  • Gunting untuk digunakan sebagai pemotong
  • Sekam padi yang sudah dibakar ( untuk media tanam pengganti tanah ).
  • Pupuk hidroponik atau Nutrisi hidroponik, biasanya yang sering dipakai adalah Nutrisi Hidroponik AB Mix.
  • Kain flanel atau sumbu kompor juga bisa.

Adapun Langkah-langkah untuk menanam hidroponik dengan sistem wick ini bisa anda simak dibawah ini :
  1. Silahkan anda potong botol bekas air mineral tadi menjadi 2 bagian menggunakan gunting yang sudah dipersiapkan.
  2. Setelah itu anda buat lubang dengan menggunakan solder, lubang ini digunakan sebagai tempat pembuangan air apabila nutrisi tanaman berlebih dan sekaligus digunakan sebagai rongga udara untuk akar tanaman.
  3. Selain itu, anda juga harus buat beberapa lubang pada tutup botol air mineral tersebut, khusus bagian tengah tutup botol anda buat lubang yang besar seukuran kain flanel atau sumbu kompor yang nantinya digunakan untuk memasukkan kain flanel tersebut. Tujuan pemberian kain flanel atau sumbu kompor iniadalah untuk menyalurkan nutrisi atau pupuk dari bawah botol ketanaman.
  4. Setelah semua bahan siap dibuat, tinggal anda tanamkan bibit tanaman yang sudah anda persiapkan.
  5. Terakhir anda isikan air nutrisi hidroponik kedalam wadah potongan bekas air mineral bagian bawah. Kalau bisa anda usahakan untuk menyesuaikan standar PH air dan PPM air sesuai dengan jenis tanaman.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang Tehnik Menanam Hidroponik Dengan Sitem Wick, mudah-mudahan dapat menginspirasi anda dan menambah wawasan anda dibidang pertanian.

Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik

Dasar Pertanian : Keunggulan Budidaya Hidroponik - Hidroponik merupakan salah satu dari sekian banyak metode dalam bercocok tanam yang sistem penamannya tidak membutuhkan tanah yang luas. Metode hidroponik ini lebih cendrung menggunakan barang-barang bekas seperti botol, sisa paralon, pot dan sebagainya. Meskipun dilihat sepele, namun jangan anda remehkan budidaya menggunakan metode hidroponik ini. Hasil panen yang didapatkan dengan menggunakan tehnik hidroponik bisa jauh lebih unggul dibanding tehnik menanam pada tanah atau lahan langsung.

Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik
Salah satu contoh tanaman Hidroponik

Sistem budidaya hidroponik atau bisa dikatakan menaman tanpa menggunakan lahan atau tanah sangat cocok dilakukan oleh masyarakat yang tinggal didaerah perkotaan, karena biasanya di daerah perkotaan tidak cukup ruang untuk bercocok tanam secara non-hidroponik. Lahan yang sempit dan rumah saling berdekatan membuat orang-orang yang hidup di lingkungan perkotaan susah jika ingin menanam sayuran maupun buah-buahan. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal diwilayah pedesaan, rata-rata masyarakat yang tinggal di pedesaan banyak yang memiliki lahan untuk bercocok tanam. Nah bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan jangan kuatir jika ingin menanam sayuran maupun buah-buahan, anda tetap bisa kok bercocok tanam walaupun dengan kondisi pekarangan yang sempit, yaitu dengan menggunakan Metode Hidroponik. Dengan tehnik tanam hidroponik ini anda bisa menanam sayur, buah-buahan dan sejenisnya dengan mudah tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Lalu apa keunggulan dan manfaat menanam Hidroponik yang bisa kita dapatkan? Nah dibawah ini akan saya uraikan beberapa Keunggulan Budidaya Hidroponik. 

1. Menghemat lahan atau tempat
Sudah saya katakan diatas tadi bahwa manfaat menanam hidroponik lebih menghemat lahan dan tempat karena tidak membutuhkan banyak ruang. Berbeda dengan menaman yang memfungsikan lahan atau tanah.


2. Lebih tahan terhadap hama dan penyakit
Keunggulan budidaya hidroponik selanjutnya akan membuat tanaman lebih aman terhadap serangan hama dan penyakit. Kita ketahui bahwa hama dan penyakit banyak muncul dari tanah, jadi otomatis jika tanaman tidak hidup ditanah, maka serangan hama dan penyakit tidak mungkin terjadi.

3. Menghemat pupuk dan air
Keuntungan menanam hidroponik ini juga akan  menghemat pupuk dan air karena kebutuhan pupuk dan air lebih sedikit, berbeda dengan budidaya di lahan atau tanah yang jelas membutuhkan banyak pupuk dan air.

4. Ramah lingkungan
Manfaat budidaya hidroponik akan membuat lingkungan menjadi sejuk dan nyaman. Apalagi jika tanaman yang kita budidayakan bervariasi. Didaerah perkotaan yang kebanyakan polusi, dapat dinetralisir dengan adanya tanaman hidroponik ini.

Masih banyak lagi sebenarnya keunggulan menanam dengan cara hidroponik ini,  mudah-mudahan artikel singkat ini menambah wawasan anda semua. Demikianlah sedikit informasi tentang Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik, semoga bermanfaat.

Pengertian Tanaman Hidroponik dan Manfaatnya

Defenisi Hidroponik: Anda tahu apa itu Hidroponik? Hidroponik berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro artinya "air" dan ponos artinya "mengerjakan". Pengertian hidroponik adalah suatu teknik/metode bercocok tanam dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah. Metode bercocok tanam hidroponik ini lebih menekankan kepada pemenuhan kebutuhan nutrisi pada tanaman. Selain itu alat atau media yang bisa digunakan antara lain berupa batu kerikil, pecahan batu karang atau batu bata, pasir, serabut kelapa, zat silikat, potongan kayu, ataupun busa. Unsur dasar yang diperlukan oleh tanaman dengan metode hidroponik sebenarnya bukanlah tanah, akan tetapi cadangan makanan dan air yang terkandung didalam tanah yang diserap oleh akar. Dengan demikian bisa dikatakan dan disimpulkan bahwa tanaman bisa tumbuh tanpa adanya tanah asal diberi cukup air serta garam mineral.

Pengertian Tanaman Hidroponik dan Manfaatnya
Metode Tanaman Hidroponik

Kesuksesan bercocok tanam menggunakan metode hidroponik ini sebenarnya bergantung pada wadah atau tempat tanaman hidup, misalnya kebersihan wadah, media, dan tanaman yang digunakan. Jadi sebelum menanam menggunakan metode hidroponik ini harus memperhatikan kebersihan baik wadah atau tempat, dan media lainnya. Adapun cara untuk menyiapkan media yang akan digunakan untuk menanam ini adalah dengan cara dipanaskan atau dicuci terlebih dahulu agar terbebas dari hama dan penyakit. Kemudian setelah media dan wadah hidroponik benar-benar bersih barulah tanaman bisa ditanam pada media tersebut. Selain itu perlu juga diberikan larutan nutrisi buat tanaman, yang mana larutan ini harus mengandung unsur makromolekul, mikromolekul, hormon, dan bahan mineral yang sangat dibutuhkan tanaman.

Adapun manfaat dan keuntungan bercocok tanaman menggunakan teknik hidroponik adalah hasil tanaman akan berkualitas, terbebas dari hama dan penyakit, proses penanaman tidak harus mengikuti musim tanam, penanaman tidak membutuhkan tanah yang lebih luas, selain itu penggunaan air dan pupuk menjadi lebih hemat.

Itulah sedikit penjelasan tentang Pengertian Tanaman Hidroponik dan Manfaatnya, semoga bermanfaat.

6 Cara Bercocok Bertanam Secara Hidroponik

Sistem berkebun saat ini yang lagi tren adalah system menanan Hidroponik, yup sisitem Hidroponik adalah berasal dari bahasa Yunani yakni Hydro dan Ponics yang artinya air dan daya atau tenaga. Tips menanam dengan sistem hidroponik artinya menanam menggunakan media air atau tenaga kerja air.Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.

Menanam dengan teknik hidroponik berarti kita bercocok tanam dengan memperhatikan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman yang bersangkutan, atau istilah lainnya bercocok tanam tanpa tanah tetapi menggunakan air yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman.Rupanya masyarakat sudah menyadari pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini peranan tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman.

Ada 6 cara untuk menanam dengan sistem Hydroponik :

  1. Sistem AEROPONIC. Sistem AEROPONIC adalah system hydroponic yang paling hebat dan mungkin juga memberbagi hasil paling baik dan tercepat dalam pertumbuhan dalam berkebun Hydroponic. Faktor ini dimungkinkan sebab larutan nutrisi ini diberbagi alias disemprotkan berbentuk kabut langsung ke akar, jadi akar tanaman lebih mudah menyerap larutan nutrisi yang tak sedikit mengandung oksigen.Sementara tanaman sangat membutuhkan nutrisi dan oksigen dalam pertumbuhannya.
  2. Sistem Tetes (DRIP SYSTEM). Sistem Tetes adalah system hidroponik yang tak jarang dipakai untuk saat ini. Sistem operasinya sederhana yaitu dengan memakai timer mengontrol pompa. Pada saat pompa dinasibkan, pompa meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.Agar berdiri tegak, Tanaman ditopang memakai media tanam lain semacam cocopit, sekam bakar, ziolit, pasir, dll tidak hanya tanah.
  3. Sistem NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE). Sistem NFT ini adalah tutorial yang paling terkenal dalam istilah hidroponik. Sistem NFT ini dengan cara semakin menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air tanpa memakai timer untuk pompanya. Nutrisi ini mengalir kedalam gully melalui akar-akar flora dan kemudian kembali lagi ke penampungan air, begitu sesemakinnya.
  4. Sistem EBB & FLOW SYSTEM. Sistem Ebb & Flow bekerja dengan tutorial membanjiri sementara wadah pertumbuhan dengan nutrisi hingga air pada batas tertentu, kemudian mengembalikan nutrisi itu ke dalam penampungan, begitu sesemakinnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer.
  5. Sistem WATER CULTURE. Walter Culture adalah system hidroponik yang sederhana. Wadah yang menyangga flora biasanya terbuat darai Styrofoam dan mengapung langsung dengan nutrisi. Pompa udara memompa udara ke dalam air stone yang membikin gelembung-gelembung sebagai suply oksigen ke akar-akar tanaman.
  6. Sistem WICK SYSTEM. Wick system ini salah satu system hidroponik yang paling sederhana sekali dan biasanya dipakai oleh kalangan pemula. Sistem ini tergolong pasif, sebab tak ada part-part yang bergerak. Nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah memakai sejenis sumbu.
Menaman dengan sistem Hidroponik memang mempunyai berbagai kelebihan dibanding sistem konvesional berkebun dengan tanah. Pada sistem Hidroponik, tingkat pertumbuhan tanaman hidroponik adalah 30-50 persen lebih cepat dari tanaman memakai media tanah, tumbuh di bawah kondisi yang sama. Hasil tanaman juga lebih besar. Para ilmuwan percaya bahwa ada berbagai argumen mengapa menanam dengan sistem hidroponik itu sangat menguntungkan. Tidak hanya itu, pasokan oksigen ekstra dalam media tumbuh hidroponik, sangat menolong untuk merangsang pertumbuhan akar-akar tanaman. 

Tanaman yang tak sedikit mengandung oksigen dalam akar juga sanggup menyerap nutrisi lebih cepat. Nutrisi dalam sistem hidroponik yang dicampur dengan air dan dikirim dengan cara langsung ke sistem akar. Flora tak wajib mencari di tanah untuk nutrisi yang diperlukan. Nutrisi tanaman bakal rutin terpenuhi dari waktu ke waktu. Tanaman hidroponik sendiri memerlukan sangat sedikit energi untuk menemukan dan memecah makanan. Tanaman kemudian memakai energi yang disimpan ini untuk tumbuh lebih cepat dan menghasilkan lebih tak sedikit buah. Tanaman hidroponik juga mempunyai lebih sedikit persoalan dengan infestasi bug, fungi dan penyakit. Dengan cara umum, tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik adalah tanaman sehat dan tumbuh besar. 

Berkebun dengan cara hidroponik juga memberi kegunaaan bagi lingkungan. Berkebun hidroponik memakai air membutuhkan lahan lebih sedikit dari pada memakai media tanah. Pemakaian pestisida lebih sedikit dipakai pada tanaman hidroponik.

Budidaya Tanaman Sayuran Secara Hidroponik

Saat ini sudah banyak sekali bermunculan teknik-teknik penanaman yang inovatif dan modern dengan memanfaatkan teknologi. Salah satunya adalah dalam penanaman sayuran. Saat ini sudah banyak dikembangkan cara menanam sayuran hidroponik, yang ternyata juga bisa dilakukan di rumah-rumah. Apa itu hidroponik? Secara sederhananya, hidroponik dijelaskan sebagai cara menanam tanaman dengan air tanpa media tanah. Lalu bagaimana cara menanam sayur kalau tidak ada tanahnya?


Sangat bisa dinalar, karena selama ini tanah berfungsi sebagai penyangga tanaman dan sebagai pelarut unsur hara atau nutrisi dari air yang ada di dalam tanah dan nantinya akan diserap oleh tanaman. Dengan dmeikian, fungsi tanah bisa diganti dengan benda lain. Penemuan tersebut dinamakan sebagai hidroponik dan pertama kali ditemukan oleh W. A. Setchell dan W.F. Gericke dari University of California.

Cara Menanam Sayuran Secara Hidroponik

Jika tidak ditanam di ntanah, lalu sayurannya ditanam dimana? Jika dikategorikan berdasarkan dimana media tumbuh atau dimana sayurannya akan tumbuh, teknik hidroponik dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Kultur Air

Teknik kultur air ini justru sudah ratusan tahun digunakan, yaitu dimulai pada abad ke-15 oleh bangsa Aztec. Mereka menggunakan sebuah metode dimana tanaman ditanam pada media tertentu selain tanah.

Akan tetapi media tempat mereka menanam tanah tersebut juga mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tanaman juga bisa menyerap unsur hara tersebut meskipun tanpa media tanah.

Kultur Agregat

Media tanam yang satu ini berupa batu kerikil, pasir, dan sebagainya. Akan tetapi media tanam tersebut haruslah disterilkan dahulu sebelum digunakan sebagai media tanam.

Cara memberikan nutrisi kepada tanamannya adalah dengan mengalirinya menggunakan air yang mengandung nutrisi yang sudah ditempatkan dalam wadah.

NFT (Nutrient Film Technique)

Media cara menanam sayuran hidroponik yang digunakan dalam teknik NFT ini adalah sebuah “selokan” yang terbuat dari logam tipis yang tahan karat.

Kemudian pada selokan tersebut akan dialiri air yang sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Nah, diantara ketiga teknik menanam hidroponik tanpa menggunakan media tanah yang barusan sudah dijelaskan, pilihlah satu teknik yang menurut Anda paling efisien untuk menanam sayuran. Akan tetapi setelah itu sering muncul pertanyaan tentang apakah unsur hara atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tercukupi jika menggunakan sistem hidroponik?

Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa faktor penting yang akan mempengaruhi tercukupi atau tidaknya nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman yang ditanam dengan sistem hidroponik, diantaranya:

Unsur Hara atau Nutrisi

Cara menanam sayuran hidroponik agar hasilnya maksimal jelas harus memperhatikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Nutrisi jelas sangat penting bagi tanaman yang ditanam secara hidroponik agar tanaman bisa tetap hidup dan tumbuh.

Untuk membuat larutan unsur hara atau nutrisi ini, Anda bisa membuatnya dengan cara melarutkan garam pupuk ke dalam air.

Media Tanam

Seperti yang tadi sudah dibahas di paragraf-paragraf selanjutnya, bahwa ada 3 teknik hidroponik yang menggunakan media tanam yang berbeda. Pilihlah media yang bisa membuat jumlah unsur hara atau nutrisi tetap cukup untuk tanaman dan tentu tidak berbahaya untuk tanaman.

Nah, selain dua hal tersebut, Anda juga harus memperhatikan pasokan air dan oksigen dalam sistem hidroponik yang Anda lakukan agar tanamannya bisa tumbuh secara maksimal. Demikian penjelasan tentang cara menanam sayuran hidroponik. Semoga informasi tadi bermanfaat untuk Anda.

Nutrisi Dalam Pembuatan Hidroponik

Dalam budidaya hidroponik, kita hanya memerlukan satu jenis pupuk saja, yang kita kenal dengan nutrisi hidroponik. Nutrisi hidroponik biasa dikemas menjadi dua bagian A dan B. Kita tidak perlu menambah jenis pupuk yang lain, karena dalam satu kemasan pupuk hidroponik sudah mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman (setiap merk/produk nutrisi memiliki komposisi/formulasi berbeda-beda).

Dalam menentukan komposisi nutrisi hidroponik, penghitungan kadar masing-masing unsur hara sangat diperhatikan, agar sesuai dengan kebutuhan tanaman. Karena pada dasarnya, tanaman memerlukan kadar yang berbeda-beda untuk setiap jenis unsur hara. Unsur-unsur ini akan berubah menjadi racun (toksik) jika terjadi kekurangan ataupun kelebihan.


Secara umum, kebutuhan unsur hara pada tanaman dibedakan menjadi 2 macam yaitu unsur makro dan unsur mikro.

Unsur Makro

Unsur makro adalah unsur-unsur hara yang diserap tanaman dalam jumlah besar. Gejala kekurangan ataupun kelebihan pada unsur ini sangat terlihat pada tanaman. Dalam budidaya konvensional, sering kita kenal dengan pupuk NPK, yang merupakan pupuk wajib bagi tanaman. Ada 6 unsur yang termasuk dalam unsur makro (N, P, K, Ca, Mg, S).

N (Nitrogen)

Berperan besar dalam pembentukan klorofil, protein, dan asam amino. Sangat dibutuhkan dalam jumlah besar, khususnya pada masa vegetatif.

Kekurangan: Daun menguning (kurang klorofil) kemudian mengering dan rontok. Pertumbuhan lambat, kerdil, dan pucat/lemah.

Kelebihan: Daun menjadi berwarna lebih gelap (hijau tua) dan tumbuh sangat lebat, sulit/lambat memproduksi bunga (masa generatif). Mudah terserang penyakit.

P (Fosfor)

Berperan dalam produksi gula, enzim, protein, dan ATP (energi). Memiliki peran besar dalam pembentukan bunga dan buah, serta pertumbuhan akar.

Kekurangan: Warna daun menjadi gelap dan tepi daun menjadi kuning/cokelat. Pertumbuhan lambat dan tanaman menjadi kerdil.

Kelebihan: Penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu.

K (Kalium)

Berperan dalam mengatur proses fisiologi seperti fotosintetis, transportasi karbohidrat , membuka menutupnya stomata, distribusi air dalam jaringan dan sel.

Kekurangan: Daun paling bawah menjadi kering atau ada bercak hangus, daun menggulung ke bawah. Tanaman menjadi rentan terhadap penyakit.

Kelebihan: Penyerapan Ca dan Mg terganggu, sehingga pertumbuhan tanaman akan terhambat.

Ca (Kalsium)

Berperan dalam pembentukan dinding sel.

Kekurangan: Bentuk daun berubah , mengeriting , dan akhirnya rontok.

Kelebihan: (sulit diketahui)

Mg (Magnesium)

Berperan dalam pembentukan klorofil dan enzim di dalam tanaman.

Kekurangan: Muncul bercak-bercak kuning pada daun tua (daun muda akan tetap tumbuh berwarna hijau).

Kelebihan: (jarang ditemui)

S (Sulfur/Belerang)

Berperan dalam sintesis protein, penyerapan air, pembentukan buah & biji.

Kekurangan: Daun muda menjadi tampak menguning, akibat sistesis protein yang lambat.

Kelebihan: Pertumbuhan lambat, daun mengecil.

Unsur Mikro

Unsur mikro adalah unsur-unsur hara yang diserap tanaman dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan hanya dalam jumlah kecil, tetapi unsur-unsur ini tetap harus ada, dan akan mengganggu proses pertumbuhan jika unsur-unsur ini tidak tersedia.

Fe (Besi)

Berperan dalam proses pembentukan protein dan klorofil.

Kekurangan: Daun menguning, dan daun muda berwarna pucat karena kurang klorofil.

Kelebihan: (jarang ditemui)

B (Boron)

Berperan dalam proses pembentukan, pembelahan dan diferensiasi sel.

Kekurangan: Daun berwarna lebih gelap, tebal, dan mengkerut. Pertumbuhan lambat.

Kelebihan: Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis (mengering).

Mn (Mangan)

Berperan dalam sintesis klorofil, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, pembentukan oksigen dalam proses fotosintesis.

Kekurangan: Daun menguning, pembentukan bunga terganggu.

Kelebihan: Berpengaruh (mengurangi) pada ketersediaan zat besi (Fe).

Zn (Seng)

Berperan sebagai aktivator pada beberapa enzim, pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis.

Kekurangan: Pertumbuhan lambat, daun kecil dan mengerut.

Kelebihan: Berpengaruh (mengurangi) pada ketersediaan zat besi (Fe).

Mo (Molybdenum)

Berperan dalam fiksasi nitrogen.

Kekurangan: Daun mengecil dan berwarna kuning.

Kelebihan: Daun menguning (jarang ditemui).

Cu (Tembaga)

Berperan sebagai aktivator pada beberapa enzim. Juga berperan dalam proses fotosintesis dan respirasi.

Kekurangan: Daun berwarna hijau kebiruan, tunas daun menguncup dan tumbuh kecil, pertumbuhan bunga terhambat.

Kelebihan: Tanaman tumbuh kerdil, pembentukan akar terhambat dan berwarna gelap.

Co (Cobalt)

Berperan dalam fiksasi nitrogen pada tanaman kacang-kacangan (legume).

Kekurangan: (jarang ditemui)

Kelebihan: (jarang ditemui)

Yang membedakan antara pupuk konvensional dengan pupuk hidroponik adalah kandungan unsur hara di dalamnya.

Pada pupuk konvensional, unsur hara yang terkandung hanya tertentu saja (sesuai yang disebutkan pada label kemasan). Misalnya pupuk NPK, hanya mengandung unsur N, P, K saja.

Hal ini dikarenakan, di dalam tanah sudah mengandung berbagai unsur-unsur hara (makro maupun mikro), hanya saja kita tidak tahu berapa jumlah dan perbandingan tiap unsur. Sehingga biasanya rekomendasi pemupukan pada budidaya konvensional biasanya didasarkan pada gejala yang muncul pada tanaman. Setelah diketahui gejala yang tampak, baru kemudian ditentukan pupuk apa yang perlu diberikan.

Sedangkan pada pupuk hidroponik sudah mengandung unsur hara lengkap makro maupun mikro (perbandingan & komposisi berbeda tiap merk atau produsen).

Hidroponik dengan sistem Fertigasi

Fertigasi berasal dari dua bahasa Ingris yaitu fertilization dan irrigation Fertigasi sendiri merupakan singkatan dari fertilisasi (pemupukan) dan irigasi. 

Dengan teknik fertigasi biaya tenaga kerja untuk pemupukan dapat dikurangi, karena pupuk diberikan bersamaan dengan penyiraman. Keuntungan lain adalah peningkatan efisiensi penggunaan unsur hara karena pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi kontinyu; serta mengurangi kehilangan unsur hara (khususnya nitrogen) akibat ‘leaching’ atau pencucian dan denitrifikasi (kehilangan nitrogen akibat perubahan menjadi gas).

Kelebihan Sistem Fertigasi
  • Pemberian nutrisi sesuai dengan ukuran kedewasaan tanaman.
  • Menjamin kebersihan dan menghindari dari penyakit.
  • Mengatasi masalah tanah.
  • Meningkatkan hasil pendapatan.
  • Kualitas hasil pertanian yang lebih baik.
  • Penggunaan nutrisi/pupuk yang tepat
  • Hasil yang lebih banyak.
Kelemahan Sistem Fertigasi
  • Modal awal yang relatif tinggi.
  • Pengetahuan yang mendalam perihal tanaman.
  • Pengurusan ladang yang berkelanjutan.
  • Kerusakan sistem pengairan berpengaruh terhadap hasil pertanian.
Langkah membangun Sitem Fertigasi hidroponik sendiri

1. Persiapkan dripper set (Dripper, Nipper and Microtube)


2. Siapkan bak penampungan nutrisi dan pompa airnya. buat lubang untuk aliran air nutrisi dari pompa dan untuk buangan udara.

3. Pasang pipa nutrisi (Polypipe) di dekat polybag.Panjang pipa/polypipe dan kekuatan pompa tergantung kebutuhan.


4. Setelah semua terpasang dengan baik, lakukan uji oba (Test Fertigation dengan air biasa), tempatkan gelas plastik di masing-masing ujung dripper, jalankan pompa dan ukur keluaran air selama 5 menit untuk mendapatkan 100ml, atau sesuai dengan kebutuhan tanaman.



5. Setelah tes aliran, kemudian tes waktu (timer), kapan dan berapa lama proses penetesannya kini drip irigation anda sudah siap digunakan. cek selalu kebutuhan nutrisi, peralatan dan aliran nutrisinya, sehingga jika terjadi kendala dapat langsung di cek.


Back To Top