Penyakit Tanaman Pertanian

Inilah Perbedaan Hama, Penyakit, dan Gulma Pada Tanaman

Dasar Pertanian - Dalam budidaya tanaman, adakalanya timbul permasalahan yang sering mengganggu tanaman tersebut. Adapun masalah yang sering mengganggu tanaman tersebut adalah adanya hama, penyakit dan gulma. Jadi hama, penyakit, dan gulma ini adalah salah satu faktor yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Kalau tidak segera diatasi dapat mengakibatkan kerugian dan tanaman yang sudah kita budidayakan tidak dapat tumbuh maksimal, sehingga produktivitas tanaman menjadi berkurang. Diantara ketiga komponen tersebut, memiliki perbedaan satu sama lainnya. Jadi tidak sama antara hama, penyakit, dan gulma ini. Lalu apa perbedaan hama, penyakit , dan gulma pada tanaman? Pada kesempatan kali ini dasar-pertanian akan sedikit berbagi informasi tersebut kepada anda semua.

Tahukah anda bahwa kebanyakan orang menganggap bahwa hama dan penyakit ini adalah sama? Padahal kedua hal itu adalah beda, walaupun ada kaitan diantara keduanya. Hama dan penyakit juga memiliki sifat yang dapat mematikan produktivitas tanaman, berbeda dengan gulma yang hanya mengganggu pertumbuhan tapi tidak sampai mematikan produktivitas tanaman. Untuk lebih jelasnya apa saja beda antara hama, penyakit, dan gulma, silahkan anda simak penjelasannya berikut ini.

Perbedaan Hama, Penyakit, dan Gulma Pada Tanaman

Perbedaan Hama, Penyakit, dan Gulma Pada Tanaman


Hama


Hama adalah sebuah organisme atau binatang yang hanya merusak tananaman dan menjadi penyebab tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, tidak produktif dan tidak berkembang dengan baik. Hama tanaman ini lebih dominan mengganggu secara fisik, dan menjadi faktor pemicu penyakit pada tanaman. Jadi bisa jadi penyakit pada tanaman ini muncul karena adanya hama atau binatang yang menghinggapi tanaman tersebut. Contoh hama pada tanaman ini seperti ulat, lalat, burung, tikus, kepik, wereng, dan lain-lain.

Penyakit Tanaman


Penyakit adalah suatu aktivitas fisiologis yang sangat merugikan yang bisanya disebebkan oleh faktor primer dan bisa juga dikarena serangan hama. Penyakit pada tanaman ini lebih dominan merusak sel-sel pada tanaman sehingga mengakibatkan tanaman menjadi tidak produktif, dan bahkan dapat mati. Faktor penyebab penyakit pada tanaman ini bisa karena hama dan mikro organisme yang merugikan tanaman, iklim dan perubahan cuaca, dan juga karena faktor kesehatan bibit tanaman.

Gulma


Sedangkan pengertian gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada area tanaman yang umumnya mengganggu pertumbuhan tanaman. Atau bisa juga pengertian gulma ini adalah rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman. Kehadirannya kerap kali mengganggu pertumbuhan tanaman, sehingga para petani merasa terganggu dalam merawat tanaman mereka, jika tidak segera di bersihkan dapat mempengaruhi hasil budidaya tanaman menjadi tidak baik.

Itulah beberapa Perbedaan Hama, Penyakit, dan Gulma Pada Tanaman yang dapat admin bagikan kepada anda semua, jika penjelasannya ini kurang berkenan dihati para pembaca harap berkomentar dan menambah jawaban dari masalah ini. Semoga bermanfaat.

Cara Ampuh Mencegah Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe

Dasar Pertanian - Hama dan penyakit merupakan salah satu masalah yang sangat mengganggu dalam bidang pertanian dan juga perkebunan. Salah satu tanaman yang sering terganggu oleh hama dan penyakit adalah tanaman cabe. Tanaman cabe merupakan tanaman yang paling sering  diganggu oleh hama dan penyakit. Makanya jarang orang yang mau menanam cabe dikarenakan sulitnya melakukan perawatan. Tapi jika kita paham dan mengerti apa saja yang menjadi prioritas utama didalam budidaya cabe, tentu hal ini tidaklah menjadi masalah, terutama kita tahu bagaimana cara mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabe.

Mencegah dan membasmi hama penyakit pada tanaman cabe sebenarnya mudah untuk dilakukan. Namun hal ini belum banyak orang yang mengetahuinya, terutama bagi para petani cabe yang masih pemula. Akhirnya yang diharapkan tidak dapat terpenuhi dengan sempurna dikarenakan hasil panen cabe kurang maksimal. Penyebab utama kenapa tanaman cabe kurang maksimal adalah karena adanya hama pengganggu dan juga faktor penyakit dan alam. Jadi ketiga faktor tersebut sangat mempengaruhi terhadap tanaman cabe, jika tiga hal tersebut yaitu hama, penyakit dan faktor alam tidak mengganggu tanaman cabe, maka dapat dipastikan tanaman cabe akan menghasilkan cabe yang berkualitas.

Namun dari ketiga faktor tersebut yang paling dominan mengganggu tanaman cabe adalah serangan hama dan penyakit. Banyak hama dan penyakit yang suka mengganggu pertumbuhan tanaman cabe. Kita sudah tahu bahwa tanaman cabe ini sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit, jadi sebisa mungkin kita harus melakukan pencegahan supaya tidak mengganggu tanaman cabe yang sudah kita budidayakan. Biasanya masalah yang sering terjadi pada tanaman cabe adalah daun cabe menjadi keriting dan pertumbuhan buah cabe menjadi tidak maksimal. Apa sebenarnya penyebab daun keriting pada tanaman cabe ini?

Silahkan baca : Penyebab Daun Keriting Pada Tanaman Cabe

Cara mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabe bisa kita lakukan dengan beberapa tahap, sehingga dengan demikian hasil budidaya cabe yang anda lakukan akan berhasil. Maka dari itu disini dasar-pertanian akan memberikan informasi tentang bagaimana cara mencegah hama penyakit pada tanaman cabe. Yuk kita simak penjelasannya berikut ini. 

Cara Ampuh Mencegah Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe



Cara Ampuh Mencegah Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe 


1. Menyemprot dengan pestisida

Cara mencegah agar tanaman cabe tidak diserang hama dan penyakit bisa kita lakukan dengan menyemprotkan pestisida pada tanaman cabe secarea rutin dan bertahap. Penyemprotan ini bertujuan untuk mencegah agar hama dan penyakit pada tanaman cabe tidak mengganggu. Cara melakukan penyemprotan pestisida ini juga harus diperhatikan aturannya, jadi tidak sekedar menyemprot begitu saja, ada takaran dan aturan yang harus kita terapkan.


2. Membersihkan lokasi atau lahan

Sebelum anda menanam cabe, sebaiknya anda bersihkan lokasi atau lahan tempat dimana anda akan menanam cabe. Supaya nanti tidak ada hama dan penyakit yang menggangu tanaman cabe yang anda tanam. Karena biasanya hama dan penyakit ini akan muncul apabila kondisi lahan tidak bersih, semak, dan kumuh. Jadi untuk mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabe bisa juga dilakukan dengan membersihkan lingkungan dan lokasi tempat menanam cabe.


3. Memberikan nutrisi pada tanaman cabe

Cara ampuh mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabe selanjutnya adalah dengan memberikan nutrisi pada tanaman cabe, sehingga dengan adanya nutrisi tersebut, maka cabe akan lebih kebal terhadap hama dan penyakit.

Itulah beberapa Cara Mencegah Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe, mudah-mudahan informasi singkat ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda semua.
 

PENGENDALIAN SERANGAN WERENG COKLAT

PENGENDALIAN WERENG COKLAT PADA TANAMAN PADI SAWAH


Wereng Batang Coklat (WBC) Nilaparvata lugens Stal. telah lama dikenal sebagai Hama Wereng Batang Coklat pada tanaman padi di Indonesia, tetapi baru sejak tahun 1970 hama ini meningkat secara drastis menjadi hama utama yang senantiasa mengancam produksi padi di Indonesia. Siklus serangan wereng batang coklat (WBC) padi berkisar antara 4-8 tahunan. Oleh karena itu, petani tidak boleh lengah untuk selalu memantau dan melakukan pengendalian segera tanaman padinya. Mulai dari pencegahan sampai dengan pengendaliannya.
WBC dapat menyerang tanaman padi pada semua tahap pertumbuhan tanaman (mulai dari persemaian sampai waktu panen). Nimfa dan WBC dewasa menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman pada bagian pangkal padi. 

Gejala yang terlihat pada tanaman berupa kelayuan dan menguningnya daun, mulai dari daun tua kemudian meluas dengan cepat ke seluruh bagian tanaman, sehingga akhirnya tanaman menjadi mati. Dalam keadaan populasi tinggi dapat mengakibatkan matinya tanaman dalam satu hamparan atau dapat menyebabkan terjadinya puso. 
Gejala yang ditunjukkan yaitu tanaman padi menjadi kuning dan kering dengan cepat (berwarna kecoklatan seperti terbakar). Kondisi tersebut dikenal dengan istilah 'hopperburn'. 
WBC dapat merusak tanaman padi secara langsung yaitu dengan cara menghisap cairan sel tanaman, dan juga dapat menjadi vektor virus penyebab penyakit kerdil rumput (grassy stunt) tipe 1 dan 2 serta kerdil hampa (ragged stunt).
Penanaman varietas unggul dalam areal luas mengakibatkan, keanekaragaman lingkungan menjadi berkurang. Varietas unggul yang mempunyai anakan banyak, tumbuh subur dan rimbun, akan menciptakan keadaan iklim mikro yang sangat sesuai untuk perkembangan hama WBC. 

Penanaman varietas unggul yang memiliki ketahanan gen tunggal terhadap WBC mengakibatkan tekanan seleksi yang kuat terhadap hama tersebut, sehingga mendorong perkembangan biotipe baru yang mampu mematahkan varietas yang semula tahan. Tersedianya pengairan yang cukup telah mendorong petani untuk menanam padi terus menerus, menyebabkan tersedianya makanan dan tempat berkembang biak bagi WBC secara berkesinambungan. 
Pada kondisi tanaman yang sudah mengalami hopperburn atau tanaman padi sudah dilakukan pemanenan, WBC bermigrasi dan menyebar ke lahan pertanaman padi baru. WBC mampu beradaptasi terhadap pergantian varietas tanaman dengan membentuk biotipe ataupun koloni baru yang lebih resisten. Penggunaan insektisida yang tidak tepat jenis, dosis, konsentrasi, waktu dan cara aplikasinya selain tidak efektif ternyata dapat menyebabkan resistensi, resunjersi, munculnya hama sekunder dan akibat samping lainnya yang tidak diinginkan.
Pengalaman dalam menanggulangi hama WBC sejak musim tanam 1974 – 1975 sampai saat ini, menunjukkan bahwa pengendalian WBC tidak pernah berhasil bila hanya mengandalkan satu cara pengendalian saja. Oleh karena itu, maka sistem pengendalian yang dilaksanakan adalah melalui sistem pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu sistem pengendalian populasi hama dengan menerapkan berbagai cara pengendalian yang serasi sehingga tidak menimbulkan kerugian ekonomi dan aman terhadap lingkungan. Rekomendasi secara umum, yaitu: 


  • (a) Tanam varietas tahan wereng coklat, 
  • (b) Tanam serempak, selang waktu tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 3 minggu, 
  • (c) Pergiliran varietas, gunakan yang berumur genjah, 
  • (d) Setiap varietas tidak ditanam lebih dari 2 kali berturut-turut dalam setahun, diselingi tanaman palawija, 
  • (e) Pemupukan berimbang, hindarkan pemupukan N yang berlebihan, pupuk K dapat mengurangi keparahan akibat serangan hama wereng coklat, dan 
  • (f) Pada tanaman terserang, keringkan petakan 3-4 hari. Lahan bebas dari tungguh jerami, segera setelah panen tunggul jerami disingkirkan dari lahan atau segera dibajak.
Teknik lebih rinci pengendalian WBC, terutama apabila terjadi serangan pada fase pengisian gabah. Teknik ini merupakan pembaruan dan perbaikan terhadap praktik yang dilakukan petani. Selain itu, diarahkan agar tidak meluas ke tanaman sehat. 

Yang perlu diperhatikan apabila terjadi serangan:
  1. Amati populasinya pada pangkal batang, bila sedikit atau rendah (kurang dari 10 ekor per rumpun), tanaman disemprot menggunakan agensia hayati dengan larutan jamur Verticillium dan Beauveria
  2. Apabila populasinya tinggi (lebih dari 10 ekor per rumpun), pasang lampu perangkap (seperti pada gambar di bawah) pada pematang (1 ha dipasang 10 lampu perangkap), diikuti dengan menyemprot tanaman menggunakan insektisida anjuran (misalnya Abuki 50 SL dan Virtako 300 SC). Penyemprotan insektisida sebaiknya dimulai jam 09.00 atau sore hari. Dalam penyemprotan (baik agensia hayati maupun insektitisa), arahkan nozle sprayer ke pangkal batang. Sebab, WBC bergerombol di pangkal batang padi. Pengendalian WBC hendaknya dilakukan serentak dalam hamparan. Sebab, petak yang tidak dilakukan pengendalian, akan menjadi sumber bagi petak yang dikendalikan. Dengan demikian, kedua hal itu akan meningkatkan efektivitas tindakan pengendalian, sekaligus menghindarkan kesia-siaan, tegasnya.
  3. Jika dipandang perlu, lakukan panen segera (panen dini) untuk menghindari gagal panen.
Usaha Pengendalian
1. Penanaman varietas tahan
Penanaman varietas padi yang tahan terhadap WBC adalah penting untuk mencegah terjadinya ledakan hama. Perubahan gen oleh bahan kimia secara signifikan dapat meningkatkan atau menurunkan tingkat resistensi WBC pada padi. Beberapa insektisida kimia, misalnya imidakloprid, dapat mempengaruhi ekspresi gen tanaman padi dan dengan demikian meningkatkan kerentanan terhadap WBC. Dalam upaya untuk mengendalikan WBC lebih spesifik-spesies, peneliti mencoba untuk mengembangkan metode mematikan gen tertentu yang berpengaruh terhadap pencernaan, ketahanan dan metabolisme xenobiotik WBC. Banyak gen baru untuk fungsi-fungsi ini telah terdeteksi di jaringan dari usus BPH. Beberapa lektin tumbuhan adalah antifeedants untuk WBC dan jika benar formulasinya mungkin memiliki potensi untuk melindungi tanaman padi terhadap WBC.


2. Penanaman Serempak
Tanam serempak dilakukan untuk daerah/areal sekurang-kurangnya satu petak tersier atau satu wilayah kelompok tani dengan selisih waktu tanam 2 minggu atau selisih waktu panen empat minggu paling lama. Atau dengan kata lain varietas yang digunakan harus berumur seragam. Dengan cara ini dapat dicegah terjadinya tumpang tindih populasi antar generasi karena siklus hidup WBC dapat terputus pada saat pengolahan di antara dua periode tanam.


3. Pergiliran Tanaman

WBC hanya dapat hidup dengan baik pada tanaman padi. Jadi untuk memutuskan siklus hidupnya dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman, minimal menanam satu kali tanaman non-padi, atau dibiarkan bera sampai dua bulan setiap tahun.

4. Pengendalian Hayati

Sesungguhnya di lapangan terjadi pengendalian secara hayati yang dilakukan oleh musuh-musuh alami WBC. Diantara musuh alami tersebut yang paling efektif mengendalikan populasi WBC adalah laba-laba predator Lycosa pseudoannulata. Laba-laba ini dapat memangsa 10-12 ekor imago atau 15-20 ekor nimfa setiap hari. Predator lain yang tercatat sebagai musuh alami WBC adalah kepik Micrivelia douglasi dan Cyrtorhinus lividipennis, kumbang Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata dan Micraspis. Selain pengendalian WBC dengan musuh alami diatas, saat ini sudah dikembangkan pula agensia hayati lain yang berasal dari kelompok jamur, diantaranya adalah Beauveria bassiana,Metharizium, dan Hirsutella citriformis.

5. Pengendalian Kimia

Pengendalian kimia dilakukan apabila cara-cara lain tidak mungkin lagi dan populasi WBC sudah berada diatas ambang ekonomi. Ambang ekonomi yang telah ditetapkan adalah rata-rata 10 ekor per rumpun untuk umur tanaman padi kurang dari 40 hst, atau rata-rata 20 ekor per rumpun untuk tanaman padi lebih dari 40 hst. Penggunaan pestisida diusahakan sedemikian rupa sehingga efektif, efesien dan aman bagi lingkungan. Pada varitas tahan tidak perlu digunakan insektisida kecuali kalau ketahanannya patah, sedangkan aplikasi insektisida pada varitas rentan harus didasarkan pada hasil pengamatan. Pengendalian WBC dengan menggunakan insektisida sintetik hasilnya efektif dan efisien, namun dalam prakteknya harus berpedoman pada prinsip 6 (enam) Tepat, yaitu : Tepat Jenis, Tepat Sasaran, Tepat Cara, Tepat Waktu, Tepat Konsentrasi/Dosis dan Tepat Lokasi.


VIDEO TUTORIAL INI MUNGKIN BISA SEBAGAI REFERENSI PEMELIHARAAN KEBUN SAWIT ANDA, SEHINGGA HASIL PRODUKSI SAWIT MENINGKAT TAJAM




Contact Person : BAMBANG HENDRIYANTO
Alamat :Jl. Ringroad Barat no 72, desa salakan trihanggo gamping  Sleman       Jogjakarta 
HP ;087839383561 dan 081326912561 
(SMS/Telp)Email : bambanghendriyanto1@gmail.com
Facebook : bambang alfath

Cara pemesanan :

1. Jika menjadi konsumen, maka akan digunakan harga sesuai dengan Price List untuk konsumen.

2. Untuk pemesanan dibawah 2 juta free ongkir wilayah jawa, untuk wilayah luar jawa akan dikenakan biaya pengiriman barang yang akan diperhitungkan sesuai dengan pemesanan.


3. Untuk pemesanan diatas 3 juta untuk wilayah luar jawa free ongkir, akan diberikan GRATIS biaya pengiriman sampai tujuan


HAMA TANAMAN PADI


Di Indonesia, tanaman padi diusahakan dalam skala yang luas, hampir merata di berbagai pulau di Indonesia. Itulah mengapa sebaran hama dan penyakit pada tanaman padi bisa menjadi wabah karena dapat menyerang pada skala yang luas juga.

Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengenal gejala dan organisme pengganggunya yang menyebabkan kerusakan pada tanaman padi, dan mengetahui cara penangannya. berikut berberapa gejala dan organisme pengganggu dan cara pengendaliannya:

Hama putih (Nymphula depunctalis).
  • Gejala : menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.
  • Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) menggunakan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
Thrips (Thrips oryzae).
  • Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. 
  • Pengendalian: Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera) dan Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep). 
http://bertanicarabaru.blogspot.com http://goo.gl/VaoLLE
  • Gejala: Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus. tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. 
  • Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; (2) Penyemprotan Beauveria bassiana
Walang sangit (Leptocoriza acuta).
  • Gejala: Menyerang buah padi yang masak susu, buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam. 
  • Pengendalian: (1) bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba; (2) penyemprotan Beauveria bassiana atau Pestisida Organik Cair.
http://bertanicarabaru.blogspot.com http://goo.gl/VaoLLEKepik hijau (Nezara viridula). 
  • Gejala: Menyerang batang dan buah padi. pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. 
  • Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya, penyemprotan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). 
  • Gejala: Menyerang batang dan pelepah daun, pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. 
  • Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati, membakar jerami; (2) menggunakan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
Hama tikus (Rattus argentiventer).  
  • Gejala: Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah, adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. 
  • Pengendalian: pergiliran tanaman, tanam serempak, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan Aromatic.
Burung.
  • gejala: Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. 
  • Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.
Penyakit Bercak daun coklat. Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae
  • Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. 
  • Pengendalian: (1) merendam benih di air hangat + POC Khusus, pemupukan berimbang, tanam padi tahan penyakit ini.
Penyakit Blast. Penyebab: jamur Pyricularia oryzae
  • Gejala: menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. 
  • Pengendalian: (1) membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul Sentani, Cimandiri IR-48, IR-36, pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; (2) pemberian Gliocladium virens dan Corynebacterium di awal tanam.
Busuk pelepah daun. Penyebab: jamur Rhizoctonia sp.
  • Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. 
  • Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit (2) pemberian Gliocladium virens pada saat pembentukan anakan.
Penyakit kresek/hawar daun. Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae
  • Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati. 
  • Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan; (2) pengendalian diawal dengan Gliocladium virens.
Penyakit kerdil. Penyebab: virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens
  • Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil. 
  • Pengendalian: sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan Beauveria bassiana atau Pestisida organik cair.
Penyakit tungro. Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps
  • Gejala: menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak berisi.
  • Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan Beauveria bassiana

Buah Mangga Busuk, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Dasar Pertanian - Buah mangga adalah buah yang banyak diminati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Memang buah mangga ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh buah lainnya yaitu baunya yang wangi dan menyegarkan. Disamping itu buah mangga merupakan buah yang baik untuk dikonsumsi karena banyak mengandung serat. Serat sangat dibutuhka oleh tubuh kita guna memperlancar sistem pencernaan. Namun yang menjadi persoalan disini adalah seringnya kita menjumpai buah mangga yang busuk dan tidak bisa dimakan. Apa sebenarnya yang menyebabkan buah mangga menjadi busuk? Ada kalanya kita sering menjumpai buah mangga yang diluarnya mulus dan cantik, namun ketika dibelah ternyata bagian dalamnya busuk dan banyak ulatnya. 

Buah Mangga Busuk, Penyebab dan Cara Mencegahnya
Buah mangga busuk karena ulat penggerek
Buah Mangga Busuk, Penyebab dan Cara Mencegahnya
Buah mangga busuk didalam dan banyak ulatnya
Buah Mangga Busuk, Penyebab dan Cara Mencegahnya
Buah mangga bagus dan mulus bagian luarnya tapi dalamnya busuk


Cantik tampak diluar tapi dalamnya busuk..he..he..apa itu ya..? Pernah anda mendengar kata tersebut? Hayoo..pasti anda berpikir yang bukan-bukan nih. Maksud admin disini adalah mau menyebut istilah untuk si buah mangga ini lho. Coba kalau kalian pernah mengalami hal seperti ini, beli mangga udah harganya mahal, tampak dari luar sih oke, mulus dan cantik pula, tapi ketika dibelah bagian dalamnya waduh..kok banyak ukirannya yah..Itu tuh kerjaannya si ulat pengerek buah. Jadinya kita gagal deh menikmati buah mangga yang harum dan manis gara-gara ulah si ulat. Lantas apa sebenarnya maksud si ulat kok pake masuk dalam buah mangga kita dan mendahului untuk memakannya? Tidak lain penyebab ulat penggerek masuk dalam buah adalah untuk bersarang dan mencari makan. Lalu lewat mana ya si ulat tersebut masuk dalam buah mangga? Padahal kalau kita perhatikan bagian kulit luar buah mangga sih mulus dan tidak cacat? hayo..ada yang pada tahu tidak lewat mana si ulat bisa masuk dalam buah mangga? Pasti gak ada yang tahu kan..? Nih admin kasih tahu ya lewat mana si ulat jahat bisa masuk dan bersarang dalam buah mangga tanpa merusak bagian luar buah mangga, sehingga patut disebut sebagai penyebab buah mangga sering busuk.

Ulat penggerek sebenarnya bisa masuk dalam buah mangga sejak buah mangga masih dalam masa berbunga. Itu fakta pertama, dan selanjutnya bisa jadi si ulat masuk lewat larva, karena pada mulanya ia adalah larva kecil yang bisa masuk lewat pori-pori buah mangga dan membesar didalam menjadi ulat. Fakta ketiga adalah biasanya buah mangga yang disentuh oleh kumbang, atau kalau bahasa kami menyebutnya " di entup kumbang " hingga akhirnya membusuk dan menjadi ulat. Atau bisa juga buah mangga disentuh lalat buah yang akhirnya bisa busuk. Jadi penyebab buah mangga sering busuk bagian dalamnya adalah karena serangan hama ulat penggerek, lalat buah, selain itu ada juga faktor alam yang kurang bersahabat.


Setelah kita tahu penyebab buah mangga sering busuk, terus bagaimana cara mencegah agar buah mangga tidak busuk? Ada yang tahu apa solusi untuk mencegah agar buah mangga tidak mudah busuk oleh ulat penggerek. Kalau tidak ada yang tahu maka sudah pasti dasar-pertanian akan berikan solusinya.

Cara mencegah buah mangga agar tidak busuk


Adapun cara melakukan pencegahan supaya buah mangga yang sudah kita budidayakan tidak mudah busuk, maka perlu dilakukan kiat-kiat berikut ini.

1. Lakukan penyemprotan dengan insektisida. Cara paling gampang dan mudah untuk mencegah agar buah mangga tidak diserang hama dan penyakit, dalam hal ini penyebabnya adalah ulat penggerek, jadi lakukan penyemprotan dengan insektisida pada saat buah mangga mulai berbuah. Lakukan penyemprotan rutin 1-2 kali dalam seminggu dengan kadar yang sudah ditetapkan dalam kemasan insektisida.

2. Membungkus buah mangga yang sudah mulai besar dengan bungkus plastik agar mencegah hama tidak dapat menyentuhnya, seperti kumbang atau tawon, kepik,lalat buah, dan lain-lain.

3. Membersihkan lingkungan tepatnya lokasi disekitar pohon mangga agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Jika lingkungan disekitar kita dan disekitar tanaman buah mangga bersih, maka hal itu dapat meminimalisir terjadi gangguan hama dan penyakit pada buah mangga.

Itulah 3 hal yang bisa menegah agar buah mangga tidak mudah busuk. Mudah-mudahan artikel tentang Buah Mangga Busuk, Penyebab dan Cara Mencegahnya ini dapat memberikan manfaat dan ilmu pengetahuan bagi anda semua. Semoga bermanfaat.

Pengertian Hama dan Penyakit Pada Tanaman

Dasar Pertanian - Pengertian hama dan penyakit pada tanaman tidak sama, jadi hama dan penyakit ini memiliki defenisi yang berbeda. Namun banyak orang yang menganggap bahwa hama penyakit itu satu hal yang sama. Perlu diketahui bahwa hama dan penyakit pada tanaman merupakan suatu masalah dalam pertanian dan perkebunan. Adanya hama dan penyakit tanaman atau biasa disebut dengan istilah HPT ini jelas membawa dampak buruk terhadap tanaman yang kita budidayakan. Untuk mengenal apa perbedaan defenisi antara hama dan penyakit pada tanaman, maka dasar-pertanian akan mencoba memberikan penjelasan tentang Pengertian Hama dan Penyakit Pada Tanaman.

Pengertian Hama dan Penyakit Pada Tanaman

Pengertian Hama dan Penyakit Pada Tanaman


Pengertian Hama

Apa itu hama ? Tahukah anda dengan hama? Hama adalah sejenis hewan ataupun binatang yang umumnya mengganggu tanaman dan dapat merugikan manusia terkhusus para petani. Hama tanaman adalah binatang yang selalu merusak dan merugikan tanaman para petani. Untuk jenis hama pada tanaman ini berbeda-beda tergantung pada tingkat dan spesiesnya masing-masing. Ada yang namanya hama serangga, hama jenis ulat, hama yang hidup didarat dan di air, dan lain sebagainya. Jadi pengeertian hama secara umum adalah binatang/serangga yang menjadi perusak tanaman.

Pengertian Penyakit Tanaman

Selain hama yang sering menyebabkan tanaman rusak dan mati, maka ada satu lagi masalah pada pertanian yaitu penyakit tanaman. Penyakit pada tanaman ini berbeda dengan penyakit pada manusia. Jadi penyakit pada tanaman adalah keadaan dimana tanaman terganggu atau bisa juga terhambat pertumbuhannya yang biasanya disebabkan juga oleh hama tanaman. Jadi penyakit tanaman ini merupakan suatu kondisi tanaman tidak dapat tumbuh normal karena adanya gangguan dalam pertumbuhannya. Jadi ada hubungan antara hama dan penyakit ini, yang mana akibat serangan hama menyebabkan tanaman menjadi sakit. Tapi tidak serta merta penyakit tanaman disebabkan oleh hama, mungkin ada faktor lain yang menyebabkan tanaman terserang penyakit, contohnya cuaca dan musim yang tidak menentu, faktor bibit tanaman, dan lain sebagainya.

Jadi sekarang sudah jelaskan apa Pengertian Hama dan Penyakit Pada Tanaman. Mudah-mudahan artikel singkat ini dapat memberikan ilmu dan wawasan kepada anda semua. Semoga bermanfaat.

Dampak Buruk Hama Penyakit Pada Tanaman Padi

Dasar Pertanian - Hama dan penyakit merupakan masalah yang selalu mengganggu tanaman yang kita budidayakan. Hama dan penyakit pada tanaman atau biasa kita kenal dengan sebutan HPT memang menjadi sumber masalah terhadap keberhasilan petani dalam mengembangkan tanaman mereka. Sebagai contohnya adalah pertanian padi. Padi merupakan salah satu komoditas penting yang harus tetap dilestarikan guna memenuhi kebutuhan pangan kita. Coba jika tidak ada lagi petani yang mau menanam padi, maka sumber makanan pokok kita mungkin akan habis dan kita tidak lagi menikmati nasi yang sehari-hari kita makan. Jadi untuk itu mari kita dukung para petani padi agar pertanian mereka tetap berjalan dengan baik.

Sebaik-baik petani merawat tanaman padi, tentu ada saja masalah yang dihadapi mereka, seperti hama dan penyakit ini. Jika hama dan penyakit pada tanaman padi tidak segera diatasi dan ditanggulangi, maka bisa jadi para petani akan gagal panen. Seperti yang sering terjadi didaerah kami, yang mana sekarang marak sekali hama wereng dan hama tikus. Jadi setiap kali petani menanam padi, mereka selalu berusaha untuk membasmi hama penyakit yang menyerang tanaman padi mereka..

Dampak Buruk Hama Penyakit Pada Tanaman Padi


Akibat yang ditimbulkan dari serangan hama penyakit pada tanaman padi ini akan mengakibatkan tanaman padi menjadi rusak, dan pada akhirnya akan mengalami gagal panen. Ada banyak jenis hama dan penyakit pada tanaman padi ini, untuk menambah wawasan anda semua tentang apa saja kira-kira hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi.

Silahkah baca : Mengenal Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah

Untuk membasmi hama dan penyakit pada tanaman padi diperlukan cara dan tips tersendiri. Setiap hama dan penyakit tentunya memiliki cara yang berbeda dalam membasminya. Hama tikus tentu berbeda dengan hama burung, jadi setiap hama akan memiliki perbedaan dalam pembasmian.

Baca juga :


Setelah kita tahu bagaimana cara membasmi hama penyakit pada tanaman padi, maka tidak perlu risau dan khawatir lagi terhadap serangan hama penyakit tanaman padi. Jadi kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa dampak buruk hama dan penyakit pada tanaman padi akan mengakibatkan tanaman padi menjadi rusak dan menyebabkan gagal panen. Jika tidak segera di basmi akan membuat para petani menjadi rugi karena tanaman padi yang sudah dibudidayakan tidak bisa menghasilkan panen yang maksimal.

Inilah Penyebab Buah Mangga Sering Busuk

Dasar Pertanian - Buah mangga adalah salah satu buah-buahan yang rentan terhadap hama dan penyakit. Akibat yang ditimbulkan oleh serangan hama dan penyakit tersebut adalah terjadinya pembusukan pada buah mangga. Biasanya mangga yang busuk tersebut tidak akan terlihat jelas kalau dilihat dari luar kulitnya saja. Namun ketika dikupas, ternyata bagian dalam buahnya sangat mengejutkan, yaitu banyak ulat dan tidak bisa untuk dimakan. Sehingga akibat buah mangga sering mengalami busuk tersebut, membuat banyak orang yang tidak lagi mau menanam buah mangga. Bagaimana mau menanam buah mangga jika mau panen sudah gagal karena banyaknya buah mangga yang busuk dan berjatuhan.

Untuk mengatasi buah mangga sering busuk ini bisa kita upayakan pencegahan dan penggulangan sedini mungkin. Sehingga ketika pohon mangga mulai berbuah, buah yang busuk tidak lagi ada dan anda bisa menikmati jerih payah selama ini membudidayakan buah mangga. Untuk mengatasi buah mangga sering busuk ini, bisa anda baca penjelasannya pada artikel sebelumnya pada link dibawah ini.

Cara Ampuh Mengatasi Buah Mangga Yang Sering Busuk

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan buah mangga sering busuk dan mengakibatkan gagal panen? Ada banyak faktor yang menyebabkan buah mangga sering mengalami pembusukan. Pada kesempatan kali ini dasar-pertanian akan memberikan sedikit informasi tentang beberapa penyebab buah mangga sering busuk. Untuk itu silahkan anda baca penjelasannya berikut ini.

Penyebab Buah Mangga Sering Busuk
Buah mangga busuk karena ulat

Penyebab Buah Mangga Sering Busuk


Pada umumnya yang menyebabkan buah-buahan sering mengalami busuk sebelum bisa dipanen adalah karena serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang sering menyerang buah mangga sehingga menyebabkan busuk buah antara lain sebagai berikut :

1. Hama
- Ulat buah
- Ulat daun
- Lalat buah
- Kutu buah
- Kepik mangga
- Tungau
- Thrips
- dan lain-lain

2. Penyakit
- Penyakit Gleosporium
- Penyakit diplodia
- Bercak merah
- Kudis buah
- Penyakit Antraknose
- dan lain-lain

Itulah beberapa hama dan penyakit yang menjadi Penyebab Buah Mangga Sering Busuk, mudah-mudahan dengan adanya informasi ini dapat memberikan wawasan kepada anda semua.

Cara Ampuh Mengatasi Buah Mangga Yang Sering Busuk

Dasar Pertanian - Cara mengatasi buah mangga yang sering busuk memang menjadi hal yang pasti dicari oleh para petani buah mangga. Karena memang banyak para petani mangga maupun masyarakat yang menanam dan membudidayakan buah mangga mengalami hal yang sama yaitu buah mangga sering busuk sebelum bisa dipanen. Sehingga menyebabkan mereka gagal panen dan merugi. Faktor penyebab buah mangga ini sering busuk bisa bermacam-macam, namun yang paling sering terjadi dan umum terjadi adalah karena serangan hama dan penyakit.

Silahkan baca juga : Penyebab Buah Mangga Sering Busuk

Untuk mengatasi dan menanggulangi buah mangga sering busuk bisa dilakukan penanganan khusus dan bertahap. Menanggulangi serangan hama dan penyakit adalah hal utama yang harus dilakukan jika anda ingin mengatasi dan mencegah buah mangga busuk. Karena hama dan penyakit itulah yang menjadi penyebab buah mangga yang anda budidayakan sering mengalami busuk, atau bunga buah mangga sudah rontok duluan sebelum menjadi buah. Nah berikut ini dasar-pertanian akan bagikan sedikit tips bagaimana mengatasi buah mangga yang sering busuk.

Cara Ampuh Mengatasi Buah Mangga Yang Sering Busuk

Cara Ampuh Mengatasi Buah Mangga Yang Sering Busuk


1. Melakukan penyemprotan hama dan penyakit secara rutin

Untuk mengatasi buah mangga sering busuk ini kami biasanya akan melakukan penyemprotan khusus pembasmi dan pencegah hama penyakit pada tanaman buah secara rutin dan berkala. Terutama jika pohon mangga sudah mulai berbunga dan menjadi buah, maka harus sering disemprot dengan pembasmi hama. Sehingga dengan rutin melakukan penyemprotan hama dan penyakit, dapat meminimalisir terjadinya busuk buah mangga.

2. Membungkus buah ( brongsong )

Cara lain yang bisa kita lakukan agar buah mangga tidak mudah busuk adalah dengan membungkus atau biasanya kami sebut brongsong. Pembungkusan buah mangga ini dilakukan agar buah tidak mudah diserang hama dan penyakit. Memang cara ini cukup merepotkan dan membutuhkan biaya. Namun jika dilakukan dapat mencegah serangan hama dan penyakit yang menyebabkan busuk buah.

Itulah 2 cara yang bisa ampuh untuk mengatasi buah mangga yang sering busuk. Karena pada dasarnya busuk buah ini disebabkan oleh hama dan penyakit. Jadi cara mencegahnya tentu harus membasmi hama dan penyakit yang menjadi penyebab busuk buah mangga. Mudah-mudahan informasi singkat ini bisa memberikan wawasan kepada anda semua tentang bagaimana Cara Ampuh Mengatasi Buah Mangga Yang Sering Busuk. Semoga bermanfaat.

Inilah Tips Ampuh Mengatasi Hama Tikus Pada Tanaman Padi

Dasar-Pertanian - Budidaya pertanian tidak akan pernah lepas dari yang namanya hama dan penyakit. Apapun jenis tanamannya pasti akan mengalami kendala berupa hama dan penyakit tanaman. Seperti hal nya tanaman padi, juga akan mengalami masalah berupa serangan hama dan penyakit. Padi ( Oryza Sativa ) adalah tanaman penghasil beras yang perlu dikembangkan agar pasokan beras dinegeri kita tidak habis. Dengan adanya beras yang langsung ditanam oleh para petani kita, maka kita tidak perlu lagi menggunakan beras-beras impor yang justru banyak disalahgunakan oknum tertentu. Jadi apabila budidaya padi meningkat baik, maka untuk mencukupi kebutuhan pokok seperti beras ini tidak akansulit. Namun yang menjadi permasalahan dalam budidaya padi adalah serangan hama dan penyakit yang semakin meningkat. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman padi adalah tikus.

Tips Ampuh Mengatasi Hama Tikus Pada Tanaman Padi


Tikus adalah hama padi yang sangat merugikan para petani padi. Perkembangbiakan yang sangat cepat membuat repot para petani padi untuk menanam padi. Untuk mengendalikan hama tikus ini ada banyak trik dan caranya. Jika anda paham dengan morfologi tikus dan bagaimana perkembangbiakannya, maka tidak akan sulit untuk membasmi hama tikus tersebut. Menanggulangi hama tikus pada tanaman padi harus benar-benar dilakukan serius jika tidak ingin terjadi gagal panen. Karena akibat serangan hama tikus ini, banyak para petani yang mengalami kerugian, hasil panen menyusut karena tanaman padi habis dirusak dan dimakan tikus sawah tersebut. Untuk mengetahui cara membasmi hama tikus pada tanaman padi dengan mudah, anda bisa coba cara dibawah ini.

Tips Ampuh Mengatasi Hama Tikus Pada Tanaman Padi


1. Pembersihan Lahan dan Lingkungan Sekitar Lahan

Untuk mengatasi hama tikus pada tanaman padi ini anda harus selalu membersihkan lahan persawahan atau lahan tempat menanam padi dengan cara membersihkan rumput-rumput atau semak belukar yang ada disekitar tanaman padi. Karena tikus sangat senang tinggal disemak-semak sekitar padi. Selain itu juga anda harus membersihkan tanggul-tanggul sawah agar tidak dihuni oleh tikus.

2. Lakukan Pemburuan

Cara mengatasi hama tikus pada tanaman padi yang selanjutnya adalah dengan memburu dan membunuh tikus-tikus yang menyerang tanaman padi. Bongkar semua lubang atau sarang tikus yang ada diarea sawah atau lahan padi. Aliri sarang lubang tikus dengan air agar tikus keluar dari sarang. Jika perlu berikan racun tikus pada sarang tikus dan area yang biasa dilalui tikus. Namun pemberian racun tikus ini cukup beresiko jika lahan persawahan anda berdekatan dengan ternak.

3. Lakukan Penanaman Serempak

Untuk mengatasi hama tikus ini anda juga bisa melakukan penanaman serempak. Maksudnya ialah menanam padi secara bersamaan agar tersedianya makanan bagi tikus, jika tidak dilakukan penanaman serempak, maka yang akan diserang hanya lahan tertentu yang ditanami padi.
Baca Juga: Mengenal Jenis dan Hama Penyakit Pada Tanaman Padi

Itulah beberapa Tips Mengatasi Hama Tikus Pada Tanaman Padi, mudah-mudahan artikel singkat ini dapat menambah wawasan anda semua.

Inilah Cara Membasmi Hama Burung Pada Tanaman Padi

Dasar Pertanian - Hama burung merupakan masalah yang sering dihadapi oleh para petani padi, baik padi darat maupun padi sawah. Burung yang biasa mengganggu tanaman padi ini adalah burung pipit atau kami biasanya menyebut burung emprit. Jumlahnya sangat banyak dan bergerombol. Apalagi jika tanaman padi yang kita tanam merupakan padi yang enak dan wangi, wah sudah jalas burung yang datang sangat banyak. Hal ini tentu akan membuat para petani kerepotan untuk mengusirnya. Untuk membasmi burung yang suka mengganggu tanaman padi ini bisa kita lakukan beberapa cara, seperti yang akan admin share pada postingan kali ini.

Padi merupakan komoditas pangan yang memiliki tingkat produksi nomor wahid di berbagai negara. Bagaimana tidak ? Kita sangat membutuhkan nasi sebagai bahan pokok makanan. Sedangkan nasi berasal dari beras, beras dihasilkan dari padi yang diproduksi para petani. Jadi pertanian padi ini tidak bisa diremehkan dan dianggap sebagai pertanian biasa, kita harus mendukung para petani supaya mau dan senang menanam padi. 

Namun terkadang kendala yang dihadapi para petani adalah adanya gangguan berupa hama dan penyakit. Memang sudah sangat wajar jika setiap budidaya pertanian khususnya budidaya padi ini selalu ada hambatannya. Namun bukan berarti dengan adanya gangguan itu membuat kita patah semangat, seperti halnya gangguan hama burung pada tanaman padi. Untuk mengatasi gangguan hama burung pada tanaman padi ini sebenarnya cukup mudah kok. Karena hal ini sudah pernah kami praktekkan sendiri dan berhasil, sehingga tanaman padi yang kami tanam aman dari serangan hama burung. Untuk itu silahkan anda coba tips mengatasi hama burung pada tanaman padi berikut ini.

Cara Membasmi Hama Burung Pada Tanaman Padi
Hama Burung Pada Tanaman Padi

Cara Membasmi Hama Burung Pada Tanaman Padi


Cara Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi


1. Selalu Menunggu Tanaman Padi
Untuk mengasasi tanaman padi agar tidak diserang burung, cara pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menunggunya. Hal ini tentu melelahkan dan membosankan, karena kita diharuskan untuk berhari-hari tinggal diladang hanya untuk menunggu padi. Jika cara ini tidak sesuai dengan anda, silahkan pakai cara kedua.

2. Membentangkan Tali Keseluruh Penjuru Tanaman Padi
Cara ini bisa dibilang efektif karena kita tidak perlu repot-repot berlari kesana kemari hanya untuk menghalau burung. Jadi kinerja tali yang dipasang tadi dapat otomatis menghalau burung, ditambah lagi kita berikan bunyi-bunyian yang riauh seperti bekas kaleng. Dengan tiupan angin maka tali-tali akan bergerak dan kaleng akan berbunyi riuh, sehhingga burung-burung akan takut dan pergi. 

3. Membuat Jaring
Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan untuk mengatasi hama burung adalah dengan memasang jaring yang besar disetiap area dimana burung datang dan pergi. Memang cara ketiga ini membutuhkan banyak biaya untuk membeli jaringnya.

4. Membuat Orang-Orangan Sawah
Cara keempat untuk menghalau tanaman padi adalah dengan membuat orang-orangan sawah. Yaitu kita buat menggunakan kayu atau bambu juga bisa, dan kita pasangi baju dan topi layaknya orang. Hal ini bertujuan untuk menakuti hama seperti burung, babi, dan hama lainnya.

Demikianlah sedikit tips bagaimana Cara Mengatasi hama Burung Pada Tanaman Padi, mudah-mudah bermanfaat dan menginspirasi anda.

Mengenal Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah

Dasar Pertanian - Hama dan Penyakit merupakan masalah yang sering dihadapi oleh petani padi, baik petani padi sawah maupun padi darat. Khususnya padi sawah, hama dan penyakit ini sering kali muncul dan membuat para petani kerepotan. Bagaimana tidak repot, jika hama dan penyakit tidak dibasmi, maka akan membuat mereka gagal panen. Anehnya adalah setiap kali musim tanam padi, hama dan penyakit juga akan muncul, terutama pada musim kemarau. Banyak para petani padi yang merasa bingung dengan adanya hama dan penyakit pada tanaman padi mereka. Alhasil mereka mencari alternatif dan cara untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanaman padi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberantas hama penyakit pada padi sawah adalah dengan cara menyemprot hama dan penyakit secara rutin.

Jenis hama dan penyakit yang kerap muncul pada musim tanam sangat bervariasi. Pada awal padi mulai ditanam, biasanya hama yang sering menyerang tanaman padi adalah hama keong. Keong ini memiliki karakteristik dan ciri-ciri fisik seperti siput, atau biasa juga disebut sebagai siput air, namun lebih kecil dan bentuk cangkangnya lebih tipis. Kalau kami biasa menyebutnya keong mas, karena warnanya yang agak keemasan. Keong ini akan memakan daun-daun pada tanaman padi atau bibit padi yang mulai ditanam. Maka langkah untuk mengendalikan hama keong pada tanaman padi sawah ini bisa dilakukan dengan cara mengeringkan lahan sawah untuk sementara waktu, atau dengan membuat parit disetiap lahan sawah agar keong tidak menyerang tanaman padi. Selain dengan cara membuat parit disekeliling lahan, anda juga bisa melakukan penyemprotan menggunakan pestisida pembasmi keong, biasanya ditoko pertanian sudah ada yang menjualnya. Jika anda tidak mau menggunakan pestisida, cara lain untuk membasmi keong adalah langsung memungut satu persatu keong yang ada pada lahan sawah anda. Memang cara ini cukup melelahkan dan berlangsung lama.

Mengenal Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah
Contoh hama dan penyakit pada tanaman padi sawah


Setelah padi sudah mulai berisi, maka hama yang sering menyerang adalah walang sangit, hama wereng, ulat grayak, hama tikus, kepik daun, dan lain-lain. Maka pada masa ini petani padi biasanya akan melakukan penangan khusus yaitu dengan cara melakukan penyemprotan hama dan penyakit menggunakan produk-produk pembaswmi hama. Salah satu produk pembasmi hama yang sering kami gunakan untuk mengendilkan hama penyakit pada tanaman padi adalah Imidastar 200 SL. Untuk keunggulan Imidastar 200 SL ini anda tidak perlu meragukannya lagi.
Baca Juga Keunggulan Imidastar 200 SL

Untuk lebih lengkapnya apa saja hama dan penyakit yang menyerang padi sawah, bisa anda lihat dibawah ini.

Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah


Jenis Hama

Untuk jenis hama pada tanaman padi sawah ini biasanya adalah sebagai berikut :
  • Keong Mas
  • Ulat ( ada banyak jenis ulat ini )
  • Walang Sangit
  • Wereng
  • Kepik Daun
  • Penggerak Batang/sundep
  • Tikus
  • Ganjur
  • Burung
  • Dll

Jenis Penyakit

Untuk jenis penyakit yang sering menyerang padi sawah ini antara lain adalah sebagai berikut :
  • Bercak Cercospora
  • Bercak Daun Coklat
  • Penyakit Blas
  • Hawar Pelepah
  • Hawar Daun bakteri
  • Hawar Daun Jingga
  • Penyakit Busuk Batang
  • Tugro
  • Dll

Itulah beberapa Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Sawah yang biasa menggangu tanaman padi sawah. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan anda dalam bidang pertanian.

Tips Mengatasi Hama Penyakit Pada Tanaman Gambas

Dasar Pertanian - Mengatasi Hama dan Penyakit pada tanaman merupakan hal yang wajar dilakukan jika kita melakukan budidaya tanaman. Karena biasanya dalam melakukan budidaya tanaman, pasti masalah yang dihadapi adalah hama dan penyakit. Seperti halnya tanaman gambas, tentu akan mengalami masalah seperti terjangkit hama dan penyakit.

Gambas atau biasa juga disebut oyong, dalam bahasa latinnya ( Luffa acutangula ) adalah salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan masyarakat. Pembudidayaan gambas bisa dilakukan dikebun atau pekarangan, juga lebih baik jika ada lahan yang luas. Tanaman gambas ini memiliki masa panen yang singkat dan cepat. Gambas biasanya akan dijadikan sayuran dan tentunya memiliki nilai gizi yang cukup tinggi.

Didalam melakukan budidaya gambas, sudah tentu hal yang menjadi masalah adalah adanya serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit pada tanaman gambas ini biasanya akan menyerang pada daun gambas. Contoh hama tanaman gambas ini seperti, kumbang daun, ulat grayak, lalat buah, dan sebagainya. Nah pada kesempatan kali ini dasar pertanian akan share sedikit informasi tentang bagaimana cara mengatasi hama penyakit pada tanaman gambas.


Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Gambas


1. Lakukan Penyemprotan Hama dan Penyakit
Agar tanaman gambas terhindar dari hama dan penyakit, langkah yang harus anda lakukan adalah menyemprot atau membasmi hama penyakit dengan produk pembasmi hama dan penyakit. Anda bisa membeli ditoko pertanian sudah banyak yang menjualnya.

Untuk Hama jenis Kumbang Daun

Hama Kumbang Daun Pada Tanaman Gambas
Hama kumbang daun ini biasanya akan menyerang bagian daun dari tanaman gambas. Tanda-tandanya adalah daun akan berlubang, awalnyasedikit dan lama-lama menjadi banyak. Jika tidak segera ditanggulangi maka dapat menyebabkan tanaman gambas menjadi tidak maksimal dalam pertumbuhan dan menghasilkan buah.

Cara menanggulanginya :
  • Dengan cara kimiawi : yaitu melakukan penyemprotan dengan insektisida, seperti Decis 2, EC atau bisa juga yang 500 EC. Pemakaian bisa dilakukan sesuai anjuran dalam kemasan.
  • Dengan cara non-kimiawi : yaitu dengan cara mengatur waktu tanam serempak dan pergiliran ( rotasi ) tanaman dengan tanaman lain yang bukan inang utama kumbang. ( sumber dari ruangtani.com).
2. Rajin Memberi Nutrisi Bagi Tanaman Gambas
Agar tanaman kebal terhadap hama dan penyakit, maka rajinlah anda beri nutrisi pada tanaman gambas. Untuk nutrisi yang baik anda bisa cari ditoko pertanian pasti sudah banyak yang menjualnya. Dengan memberikan nutrisi tersebut, maka tanaman akan lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

3. Berikan Perawatan Intensif
Langkah yang harus anda lakukan agar tanaman gambas tidak diserang oleh hama dan penyakit adalah dengan merawatnya secara intensif. Jangan setengah-setengah dalam menanam gambas jika ingin mendapatkan hasil yang baik.

Mungkin ketiga hal diatas jika anda terapkan dengan baik, maka tanaman gambas anda tidak akan diserang hama dan penyakit. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Penyebab Tanaman Gambas Tidak Optimal

Dasar Pertanian: Budidaya gambas dalam pekarangan rumah merupakan cara alternatif yang sering saya lakukan ketika ada waktu kosong dan luang. Karena berkebun dan menanam sayuran adalah hobi saya yang sejak dulu saya lakukan. Dan terakhir ini saya menanam sayuran gambas yang ada dibelakang rumah. Namun masalahnya adalah cuaca yang akhir-akhir ini sering berubah-ubah membuat hasil panen gambas kurang maksimal. Pada awal penanaman memang tidak mengalami kendala apapun dan justru bibit gambas dapat tumbuh sempurna dan subur. Karena pupuk yang saya gunakan adalah pupuk kandang yang memang bagus untuk tanaman. Ketika tanaman gambas mulai merambat dan berbunga, muncul berbagai macam penyakit, ujung-ujungnya pertumbuhan gambas kurang optimal.
Penyebab Tanaman Gambas Tidak Optimal
pertumbuhan gambas kurang optimal ( foto pribadi: wahyu hendro wibowo )

Penyebab tanaman tidak dapat tumbuh optimal sebenarnya cukup banyak. Diantaranya adalah :

1. Serangan hama dan penyakit
Hama dan penyakit merupakan problem bagi para petani atau pekebun yang membudidayakan tanaman dalam kategori pertanian. Semua tanaman pasti akan mengalami masalah ini yaitu terjangkit hama dan penyakit. Akibatnya jika tanaman sudah terserang oleh hama dan penyakit, maka sudah jelas akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi tidak maksimal. Oleh sebab itu agar hasil tanaman atau pertanian berhasil maka perawatan intensif adalah mutlak untuk dilakukan supaya terhindar dari wabah hama dan penyakit.

2. Gulma 
Gulma atau rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman menjadikan masalah lain dalam dunia pertanian khususnya sayuran. Gulma ini akan mudah tumbuh dengan subur disekeliling tanaman, terutama jika tanaman dipupuk. Maka untuk menanggulanginya diperlukan pembersihan gulma agar tidak menggangu pertumbuhan tanaman.

3. Kondisi tanah yang tidak subur
Faktor kondisi tanah yang kurang subur juga berpengaruh terhadap hasil panen tanaman. Maka sebelum melakukan budidaya pertanian diperlukan pemberian pupuk dasar tertama jika kondisi lahan pertanian kurang subur.  

4. Kurang perawatan
Faktor perawatan juga penting sekali untuk memaksimalkan hasil tanaman. Tanaman yang tidak dirawat dengan baik akan menghasilkan panen yang tidak baik pula. Jika anda sebagai petani tidak melakukan perawatan tanaman anda dengan baik maka jangan heran kalau hasilnya tidak maksimal. Perawatan disini meliputi pemupukan, penyiraman, pembasmian hama penyakit, gulma dan sebagainya.

Nah pada kasus tanaman gambas yang saya alami memang tidak begitu berat, hanya saja ada sedikit kendala yang membuat tanaman tidak berbuah maksimal. Kadang ada yang bungkik atau kerdil, kadang ada juga yang bagus.  Untuk buah yang mulai memunculkan ciri-ciri tidak sehat, biasanya saya langsung membuang supaya tanaman yang busuk tidak menular pada buah yang lain. Selain itu jika perawatan tanaman ini kurang maksimal maka akan menimbulkan masalah lain seperti gagal panen.

Itulah sedikit informasi yang dapat saya bagikan kepada anda, mudah-mudahan setelah anda tahu apa saja yang menyebabkan tanaman tidak tumbuh optimal maka anda akan berusaha untuk mencegahnya.


Back To Top