Penyakit Tanaman Pertanian

Pemupukan Praktis Pada Kedelai

PEMUPUKAN KEDELAI DENGAN PUPUK ORGANIK NASA
DISTRIBUTOR RESMI NASA N-392133
TELP: 0858-7854-7715 BBM: 587BCD3B


Syarat tumbuh: Ph tanah antara 6,0 – 6,5

PEMUPUKAN UNTUK LUASAN LAHAN 1000 m2
  1. PUPUK 1
    • Usia 15 hari setalah tanam
    • 1 botol supernasa + 1 botol poc nasa + 5 kg tsp + 10 kg urea + 5 kg kcl
    • Larutkan supernasa denganpoc nasa kemudian campurkan dengan tsp, urea, kcl taburkan secara merata
  2. PUPUK 2
    • Usia 25 hari 
    • 1 botol poc nasa + 5 kg tsp + 5 kg urea + 10 kg kcl
    • Campur dan taburkan di sekeliling pohon
  3. PUPUK 3
    • Usia 40 hari
    • 1 poc nasa + 20 kg kcl
    • Campur dan taburkan secara merata
PENYEMPROTAN
  1. Usia 15 ~~ Dosis 4 ttp Poc Nasa + 4 ttp pestona + ½ ttp Aero + 14 liter air
  2. Usia 25 ~~ Dosis 6 ttp poc nasa + 6 ttp Pestona + 1 ttp hormonik + ½ ttp Aero + 14 liter air
  3. Usia 45 hari ~~ Dosis 8 ttp poc nasa + 6 ttp pestona + 2 ttp Hormonik + ½ ttp Aero + 14 liter air

Catatan :
  • Penyemprotan dan pemupukan sebaiknya dilakukan sore hari ( pengendalian hama )
  • 5 hari sebelum tanam lahan diberi dolomit 50 kg/1000 m2 
  • Saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan


PAKET PUPUK KACANG TANAH PER-1000M2
  • SUPERNASA 250gr Rp.42.500
  • POC NASA 500gr 4 botol @31.000 = Rp.124.000,-
  • HORMONIK 100gr Rp.26.000
  • PESTONA 500cc Rp.35.500,-
  • AERO 250CC Rp.27.000,-
TOTAL: Rp.255.000,- (Tidak termasuk ongkos kirim)

Cara Mudah Budidaya Kacang Tanah

PEMUPUKAN KACANG TANAH
DISTRIBUTOR RESMI NASA N-392133 TELP: 0858-7854-7715
PIN BBM: 587BCD3B

Syarat Tumbuh: Ph tanah antara 6,0 – 6,5

PEMUPUKAN UNTUK LUASAN LAHAN 1.000 m2
PUPUK
1 botol Supernasa + 1 botol poc nasa + 15 kg tsp + 10 kg Za + 15 kg kcl
Larutkan supernasa dengan Poc Nasa kemudian campur dengan tsp, urea & kcl.
Pupuk diberikan di kanan kiri lubang tanam sedalam 3 cm

Pemupukan Praktis Pada Kacang Tanah Dengan Pupuk Organik NASA

PENYEMPROTAN
  1. Usia 15 Hari ~~ Dosis 4 ttp POC NASA + 4 ttp pestona + ½ ttp Aero + 15 liter air
  2. Usia 21 Hari ~~ Dosis 6 ttp poc nasa + 6 pestona + 1 ttp hormonik + ½ ttp AERO + 15 liter air
  3. Usia 28 Hari ~~ Dosis 8 ttp poc nasa + 6 ttp Pestona + 2 ttp HORMONIK + ½ ttp Aero + 15 liter air

Catatan : ~~ Penyemprotan dan pemupukan sebaiknya dilakukan sore hari ( pengendalian hama ). 5 hari sebelum tanam lahan diberi dolomit 50 kg/1000 m2 saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan.



PAKET PUPUK KACANG TANAH PER-1000M2
  • SUPERNASA 250gr Rp.42.500
  • POC NASA 500gr 2 botol @31.000 = Rp.62.000,-
  • HORMONIK 100gr Rp.26.000
  • PESTONA 500cc Rp.35.500,-
  • AERO 250CC Rp.27.000,-
TOTAL: Rp.193.000,- (Tidak termasuk ongkos kirim)

Dapatkan Pupuk Organik NASA hanya melalui DISTRIBUTOR RESMI NASA
Ingin HARGA MURAH.....???? Gabung bersama kami sekarang juga....!!!

Teknis Budidaya Cabai Teknologi Organik NASA

CARA SUKSES BUDIDAYA CABAI
DISTRIBUTOR RESMI NASA N-392133, TELP: 0858-7854-7715

PH tanah berkisar 6,0 – 6,8
Tanaman mulai membentuk buah pada umur 35 – 40 hari dan panen pertama sekitar 70 – 80 Hari Setelah tanam ( tergantung varietas ). Populasi tanaman per hektar 15.000 s/d 17.000 dengan jarak tanam 60 cm x 70 cm.


PEMBIBITAN
Rendam benih cabai di air hangat ( 1 liter ) + 1 ttp Hormonik selama 15 s/d 30 menit.
Peram dengan kertas basah sampai berkecambah kemudian masukkan ke poliback pembenihan.

PENYIAPAN MEDIA PEMBENIHAN
1.   Campur 2 bungkus NATURAL GLIO (Gliocladium sp) + 20 kg pupuk kandang lembut (sudah di saring) / kompos + 10 kg tanah lembut ( sudah disaring ).
2.   Masukkan campuran tersebut ke poliback sebagai media pembenihan, taruh di tempat teduh dan jaga kelembabannya (pemberian Gliocladium dimasukkan untuk pencegahan terhadap jamur fusarium, antraknose dan layu bakteri) selanjutnya masukkan benih yang sudah berkecambah ke poliback tersebut.
3.   Pada usia benih 10 hari semprot dengan Poc Nasa dengan dosis 2 ttp/ 10 liter air dan 7 hari sebelum tanam semprot lagi dengan dosis 2 ttp POC Nasa + 2 ttp Pestona + 10 liter air.

PERSIAPAN BEDENG ATAU LAHAN TANAM
1.   Berikan dolomite sebanyak ¼ kg tiap meter bedeng, dolomite diberikan 10 hari sebelum tutup mulsa, tujuan pemberian dolomite untuk menetralkan PH tanah dan mencukupi kebutuhan Ca dan Mg yang sangat dibutuhkan oleh tanaman cabai, kekurangan Ca akan berakibat : Batang tanaman lemah, mudah patah, tangkai bunga membusuk, buah mudah busuk dan Ca memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan, pembungaan serta pembuahan karena dalam semua proses pembentukan protein dalam tubuh tanaman membutuhkan Ca, sedangkan ;Mg memiliki peran sebagai bahan pembentuk klorofil daun, klorofil daun merupakan dapurnya tanaman dan disinilah proses pemasakan semua zat yang diserap oleh tanaman, kekurangan Mg akan berakibat fatal karena semua proses, mulai pembentukan, pembungaan, dan pembuahan terganggu, tanaman jadi kerdil, bunga sedikit dan buah kecil- kecil.
2.   Berikan pupuk dasar ( N-P-K 16-16-16 ), dengan dosis 40 gr per tanaman, taburkan secara merata di bedengan ( sesuaikan dengan jumlah tanaman perbedeng ), contoh : 1 bedeng berisi100 tanaman berarti jumlah N-P-K yang ditabur dibedengan tersebut, 40 gr x 100 = 4000 gr, atau
4 kg N-P-K berikan 3 hari sebelum tutup mulsa.
3.   Setelah diberi pupuk dasar siram bedengan dengan larutan super nasadengan dosis 1 botol super nasa + 200 liter air ( untuk lahan seluas 1000 m ). Pemberian super nasa dimaksudkan untuk menggemburkan lahan, menetralkan Ph, mensuplai kebutuhan pupuk mikro dan mendeposit pupuk makro yang telah diberikan supaya tidak mudah hilang tergerus air, sehingga ketersediaan pupuk makro (N-P-K-Ca-Mg) terjamin. Selanjutnya tutup mulsa, dan lahan siap ditanami.

a) PEMUPUKAN  1   untuk cabai usia 1 minggu s/d 4 minggu
      Buat larutan induk :
      1 botol Supernasa (250gr) + 25 Kg NPK + 200 lt Air ( 1 drum ), untuk 10.000 pohon
      Cara Pemupukan :
      1 lt Larutan Induk + 10 lt Air kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Agua ), ini cukup untuk 50 pohon
      Dosis pemupukan diberikan usia 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu

      PENYEMPROTAN 1
      Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 4 ttp POC Nasa + 2 ttp Pestona + ½ ttp Aero, semprot pagi hari sebelum pukul 09.00 pagi
      Dosis ini diberikan usia 1 minggu sampai usia 4 minggu.

b) PEMUPUKAN  2 untuk cabai usia 5 minggu s/d 8 minggu    =>  untuk 5.000 pohon
      Buat larutan induk : 1 botol Powernutrition (250gr) + 50 Kg NPK + 200 lt Air
      Cara pemupukan :
      2 ltr larutan Induk + 10 lt Air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Agua), Larutan ini cukup untuk 50 pohon, berikan seminggu sekali

      PENYEMPROTAN  2
      Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 6 ttp POC NASA + 1 ttp Hormonik + 4 ttp Pestona + ½ ttp Aero + 15 lt Air ( 1 tangki )

c) PEMUPUKAN 3  untuk cabai usia 9 minggu s/d 20 minggu => untuk 5000 pohon
      Buat larutan induk : 1 botol Supernasa(250gr) + 1 botol POWER NUTRITION (250gr) + 75 Kg NPK + 200 ltr Air diberikan seminggu sekali

      Cara Pemupukan :
      2 lt Larutan induk + 10 lt air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Aqua ), larutan ini cukup untuk 50 pohon

      PENYEMPROTAN 3
      Dilakuakn seminggu sekali dengan dosis 8 ttp Poc Nasa + 1 ttp Hormonik + 6 ttp Pestona + ½ ttp Aero + 15 lt Air ( 1 tangki )

Catatan : Pemberian Glio cladium diberikan diminggu ke 4, 8, 12 dan 16, caranya campur dengan pupuk Induk. Tujuan pemberian Gliocladium untuk mencegah serangan Jamur ( fusarium dan antraknose ) serta layu bakteri. Untuk mengatasi cabai dari terserang lalat buah, gunakanlah METILAT LEM Lalat Buah 
Dosis Pupuk Makro ( Kimia ) Sesuai Rekomendasi Setempat / kebiasaan Petani

Dapatkan Pupuk Organik NASA untuk meningkatkan produktivitas panen CABAI Anda hanya di DISTRIBUTOR RESMI NASA PIN BBM: 587BCD3B


DENGAN PUPUK ORGAIK NASA
PANEN MENINGKA - UNTUNG BERLIPAT

Teknis Budidaya Durian Organik NASA

CARA BUDIDAYA DURIAN DENGAN PUPUK ORGANIK NASA
DISTRIBUTOR RESMI NASA N-392133
PIN BBM: 587BCD3B / 0858-7854-7715


ANJURAN PUPUK NASA YANG DIGUNAKAN:
~ SUPERNASA 250gr Rp.43.000,-
~ POC NASA 500cc Rp.31.000,-
~ HORMONIK 100cc Rp.26.000,-
~ GLIO 100gr Rp.26.000,-
~ PESTONA 500cc Rp.36.000,-
~ AERO 250cc Rp.27.000,-
~ BVR 100gr 26.000,-
~ POWER NUTRITION 250gr Rp.55.000,-
~ METILAT LEM 100CC Rp.55.000,-
~ PENTANA 100cc Rp.36.000,-

Harga 1 Paket Pupuk Melon Rp.361.000,- (Harga Wilayah Jawa tidak termasuk ongkos kirim)
Pembelian 2 paket akan mendapatkan bonus VCD Kompilasi Pertanian
Pembelian Rp.3.000.000,- Gratis Ongkos Kirim

Pupuk NASA adalah pupuk tambahan, jadi tetap harus menggunakan pupuk kimia tetapi dosisnya bisa dikurangi hingga 75% atau sesuai anjuran setempat.

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman durian tumbuh optimal pada ketinggian 50-600 m dpl,intensitas cahaya 40-50 %, dengan suhu 22-30 0C, curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun. Tanah yang cocok, lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7.

PEMBIBITAN
Pilih bibit tanaman yang subur, segar, sehat, daun banyak, batang kokoh, bebas hama & penyakit, percabangan 2-4 arah dan ada tunas baru

PERSIAPAN LAHAN
Pembukaan lahan sebaiknya pada musim kemarau. Bersihkan alang-alang dan gulma lain serta tanaman keras yang mengganggu masuknya sinar matahari. Lahan miring sebaiknya dibuat terasering. Buat saluran-saluran pembuangan air.

JARAK TANAM
Jarak tanam yang umum 8 x 12 m atau 10 x 10 m

TANAMAN PELINDUNG
Skala luas di tempat terbuka mutlak diperlukan tanaman pelindung,misal lamtoro,turi,gamal,sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan.

LUBANG TANAM
Buat lubang tanam ukuran 50 cm2. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama + 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang matang 20 kg + 5 gr Natural GLIO + 10 kg Dolomit sampai rata sebagai media tanam, kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.

PENANAMAN
Penanaman yang ideal pada awal musim hujan. Gali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik pembungkus tanah secara hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk lalu siramkan setiap pohon atau siramkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air per pohon.

PENGAIRAN
Pengairan dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanaman berproduksi. Pada waktu berbunga, penyiraman dikurangi. Penyiraman paling baik pagi hari.

PEMANGKASAN
Pangkas terhadap tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian tertentu 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.

PEMUPUKAN
Dosis dan jenis pupuk tergantung pada jenis dan kesuburan tanah atau sesuai rekomendasi setempat, misal sebagai berikut :

 
Umur  (hari)
Pukan (kg/ph)
NPK (kg/ph)
Frekwensi per-tahun
1 - 3
30 - 50
0,5 - 1,0
3 - 4
4 - 6
75 - 150
1,5 - 2,5
2 - 3
15 - 10
200 - 300
3,0 - 5,0
1 - 2

Pemupukan sejak awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan pupuk NPK yang kadar N tinggi.
Waktu pemupukan pupuk kandang sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Sedangkan pupuk Makro sesuai dengan umur tanaman. Caranya dengan menaburkan memutar sesuai dengan lebar pendeknya tajuk tanaman.
Siramkan pupuk organik SUPERNASA (0-3 thn) dan POWER NUTRITION (diatas 3 thn) dengan cara sesuai di atas . Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki tiap 1-2 bulan selama masih bisa dijangkau alat semprot.

PEMBUAHAN DI LUAR MUSIM
Caranya mengatur pembungaan di setiap pohon durian per blok, yaitu jika menginginkan panen durian bulan Agustus - November, maka sekitar bulan Maret tanaman pada blok diberi pupuk 1,5-2 kg NPK + 1 sendok makan POWER NUTRITION per 10 liter air per pohon dan akan lebih bagus ditambah penyemprotan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 7-10 hari sekali sebanyak 3-4 kali. Selain itu kira-kira 3 bulan sebelumnya tanah areal penanaman harus dikeringkan. Jika waktu pengeringan turun hujan, tanah di sekeliling tanaman dalam radius 5-7 meter diberi mulsa dan dibuatkan saluran pembuangan air. Setelah bunga mekar dan menjadi buah atau 2 bulan setelah bunga mekar, tanaman diberi pupuk NPK dosis 0,5 - 1 kg per tanaman. Setelah terbentuk buah, usahakan tanaman tidak mengeluarkan tunas daun karena dapat menyebabkan terjadinya perebutan unsur hara antara buah dan daun, sehingga perlu disiram POWER NUTRITION lagi (1 botol untuk 30-50 pohon).

PENYERBUKAN
Tidak semua bunga bisa menjadi buah karena bunga durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga tidak banyak serangga penyerbuk. Selain itu juga tidak semua bunga durian muncul secara bersamaan, padahal penyerbukan berhasil jika serbuk sari dan kepala putik harus matang secara bersamaan. Oleh karena itu perlu dilakukan penyerbukan buatan, caranya sapukan kuas halus pada bunga mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan varietas yang lain.

PERAWATAN BUAH
Penyeleksian buah setelah berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik, jarak ideal buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Untuk mencegah kerontokan buah setelah buah berumur 10 hari sejak terbentuk, lebih bagus jika diberikan pupuk makro NPK (0,5-1 kg/pohon) ditambah POWER NUTRION (1 botol untuk 30-50 pohon).

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
1. Penggerek Batang (Batocera sp. , Xyleutes sp.)
Menyerang dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Pengendalian; sanitas kebun, potong dan musnahkan batang, dahan, atau ranting yang parah terserang, tutup bekas lubang gerekan dengan kapas yang sudah diberi PESTONA + POC NASA atau disemprotkan.

2. Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis )
Gejala buah menjadi busuk berulat dan akhirnya rontok. Semprotkan sejak awal dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 sejak buah berumur 1 minggu, Gunakan perangkap Natural METILAT.

3. Kutu Putih ( Pseudococus sp.)
Hama ini menyerang dengan mengisap cairan dan bisa sebagai pembawa penyakit embun jelaga dan penyebaran dibantu semut. Gejala serangan daun keriting dan merana, sehingga bunga dan buah bisa rontok. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

4. Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)
Ketiga ulat menyerang dengan cara memakan daun sehingga berlubang dan rusak. Semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

5. Penyakit Kanker Batang (Phytophthora palmivora)
Gejala serangan adanya luka yang mengeluarkan lendir warna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, pemangkasan, sejak awal sebelum tanam sebarkan Natural GLIO atau oleskan pada batang yang luka kemudian tutup dengan parafin, kerok batang terserang sampai warna coklat tidak kelihatan kemudian semprot PESTONA + POC NASA.

6. Penyakit Busuk Akar (Jamur Fusarium sp.)
Jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur + Natural GLIO, perbaiki sistem drainase serta sejak awal pakai Natural GLIO sebagai pencegahan.

7. Penyakit Bercak Daun (Jamur Colletotrichum sp.)
Gejala adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman yang akhirnya berlubang. Potong daun terserang, semprotkan Natural GLIO + POC NASA sebagai pencegahan gunakan fungisida berbahan aktif tembaga.

8. Penyakit Jamur Upas (pink disease)
Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Potong bagian terserang, kurangi kelembaban, Oleskan Natural GLIO + POC NASA pada bagian terserang atau fungisida berbahan aktif tembaga

9.Penyakit Akar Putih (JamurRigodoporus lignosus)
Daun kuning kemudian coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Buang semua tanaman inang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan.

10. Penyakit Busuk Buah ( Jamur Phytophthora sp.)
Gejala adanya bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk dan pada bagian terserang terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih. Gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai tindakan pencegahan, sanitasi kebun.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

PEMANENAN
Waktu panen berbeda tergantung jenis varietas. Jenis monthong sekitar 125 - 135 hari setelah bunga mekar, jenis chanee sekitar 110 - 116 hari setelah bunga mekar. Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Cara penen dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah.


Durian Lokal Milik Bpk, Tugiman
DesaKalirejo, Kec.Singorojo, Kab.Kendal
 Seandainya anda punya 100 batang, pohon durian monthong, dan tiap pohon berbuah 100 butir=10.000 butir tinggal mengalikan berat buah 10kg = 100.000kg dikali harga perkilo durian montong Rp 20.000=2.000.000.000 atau 2 milyar/tahun hanya dengan 100 batang saja, dan akan diperoleh mulai tahun ke 5...selamat mencoba dan jadi Milyarder tidak perlu jadi pejabat dan di rayu untuk KORUPSI


Teknis Sukses Budidaya Melon Organik NASA

PANDUAN LENGKAP BUDIDAYA MELON DENGAN PUPUK ORGANIK NASA
DISTRIBUTOR RESMI NASA N-392133 
TELP/SMS/WA: 0858-7854-7715 / BBM: 587BCD3B

PENDAHULUAN
     Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hamadan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produktivitas melon secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3 ).



Panduan lengkap pemupukan tanaman melon dengan menggunakan pupuk organik NASA

ANJURAN PUPUK NASA YANG DIGUNAKAN:
~ SUPERNASA 250gr Rp.43.000,-
~ POC NASA 500cc Rp.31.000,-
~ HORMONIK 100cc Rp.26.000,-
~ GLIO 100gr Rp.26.000,-
~ PESTONA 500cc Rp.36.000,-
~ AERO 250cc Rp.27.000,-
~ BVR 100gr 26.000,-
~ POWER NUTRITION 250gr Rp.55.000,-

Harga 1 Paket Pupuk Melon Rp.270.000,- (Harga Wilayah Jawa tidak termasuk ongkos kirim)
Pembelian 2 paket akan mendapatkan bonus VCD Kompilasi Pertanian
Pembelian Rp.3.000.000,- Gratis Ongkos Kirim


II. SYARAT PERTUMBUHAN2.1. IklimPerlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.
2.2. Media TanamTanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA3.1. Pembibitan3.1.1. Pembuatan Media Semai

  • Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan + 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
  • Campurkan tanah halus (diayak) 2 bagian/2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian/1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang 1-2 kg . Masukkan media semai ke dalam polybag ukuran 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.
3.1.2. Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit
  • Rendam benih dalam 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam + 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.
  • Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
  • Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polibag dibuka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan jangan sampai kekurangan air.
3.2. Pengolahan Media Tanam3.2.1. Pembukaan LahanSebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.

3.2.2. Pembentukan BedenganPanjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan 100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.

3.2.3. PengapuranPenggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
3.2.4. Pemupukan Dasar


Pupuk
Kandang
(ton/ ha)
Dosis Pupuk Makro
( gram/ pohon )
Dosis  POC NASA
Urea
SP36
KCl
4-5
12
20
8
30-60 tutup /1000 m2
+ air secukupnya (siramkan)


Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :
  • Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASAdiencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 meter bedengan. 
3.2.5. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per 1000 m2


3.2.6. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.


3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.
3.3.2. Cara Penanaman
Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polibag.


3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari
3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar.
3.4.3. Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
3.4.4. Pemupukan


Waktu
Dosis Pupuk Makro ( gram/ pohon )
Urea
SP-36
KCl

Umur 10 hari
12
12
10

Umur 20 hari
12
12
10

Umur 30 hari
12
8
12

Umur 40 hari
12
8
20
POC NASA :
( per ha )
Mulai umur 1 minggu –  6 atau 7 minggu

POC NASA disemprotkan ke tanaman :
  • Alternatif 1 :  6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
  • Alternatif 2 : 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki

3.4.5. Penggunaan Hormonik
Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC NASAsetiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali.

3.4.6. Penyiraman
Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.
3.4.7. Pemeliharaan Lain
a. Pemasangan Ajir
    Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya.
b. Pemangkasan
    Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.


3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot Pestonaatau Natural BVR.
b. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.


3.5.2. Penyakit
a. Layu Bakteri
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan Natural GLIO sebelum tanam.
b. Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan.

Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.5.3. Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.


3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan Umur Panen
a. Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen
    1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
    2. Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
    3. Warna kulit hijau kekuningan.
b. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
c. Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.


3.6.2. Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.
3.6.3. Penyimpanan
Buah melon tidak boleh ditumpuk, yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih dan bersih.



VIDEO KESAKSIAN PRODUK NASA PADA TANAMAN MELON

Cara Mengatasi Hama Tanaman Cabai

Semangat pagi petani Indonesia....
Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan Trik  Bagaimana Cara Mengatasi Hama & Penyakit Pada Tanaman Cabai/Cabe tentu saja dengan menggunakan Tehnologi Organik NASA.

Cara mengatasi hama tanaman cabai dengan menggunakan pestisida organik NASA
Produk Untuk Mengatasi Hama Cabai
Sebenarnya, Hama dan Penyakit pada semua tanaman bisa dicegah dan itu akan lebih baik daripada tanaman terkena hama dan penyakit barulah kita bingung cara mengatasinya.
Cara pencegahannya adalah sebagai berikut, yaitu:

  • Semprot PENTANA 3 - 5 tutup/tangki atau PESTONA 5 - 10 tutup/tangki + AER0-810 0,5 (setengah) tutup/tangki dan sebaiknya penyemprotan dilakukan rutin setiap 5 - 10 hari sekali.
  • Semprot Natural BVR -+ 30 gr/tangki (selang seling dengan PENTANA atau PESTONA) interval 5 - 10 hari sekali.
  • Pasang perangkap METILAT LEM untuk memerangkap lalat buah dan serangga lainnya yang dapat merusak tanaman cabai/cabe/lombok.
Cara Mengatasi Hama Cabai:
  1. Kutu Daun Persik (Aphids sp) ~~ Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yang ditemukan, semprot tanaman dengan Natural BVR atau PESTONA.
  2. Hama Thripd parvispinus ~~ Gejala serangan daun berkerut, bercak klorosis karena cairan daun dihisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan Natural BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
  3. Hama Tungau (polyphagotarsonemus latus) ~~ Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasinya sama seperti pada Aphids dan Thrips yaitu semprot dengan Natural BVR atau PESTONA
  4. Lalat Buah (Dacus dorsalis) ~~ Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah cabai sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah cabai busuk basah. Sebagai vektor Antraknose, Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah/hektar. Pengendalian menggunakan METILAT LEM.
Dapatkan Produk Pestisida Organik NASA untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanaman cabai Anda agar mencapai hasil panen yang maksimal hanya di Distributor Resmi NASA...
Telp/Sms/Wa: 0858-78547715 
Pin BB: 587BCD3B

Pemupukan Praktis Pada Tanaman Tomat

TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN TOMAT DENGAN PUPUK ORGANIK NASA

Panduan LengkapPemupukan praktis pada tanaman tomat dengan pupuk NASA

1. PEMUPUKAN DASAR (SEBELUM TANAM)

  • Setelah lahan selesai dibuat bedengan, maka berikanlah pupuk dasar 4 kg Urea/ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCL per 1000 m2 di atas bedengan tersebut, aduk dan ratakan dengan tanah.
  • Atau jika pakai pupuk majemuk NPK (15-15-15) dosis -+ 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
  • Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1 - 2 botol / 1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPERNASA (dosis -+ 1-2 botol / 1000 m2) dengan cara sebagai berikut:
    • Alternatif 1 ~~ 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk, kemudian setiap 50 liter air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    • Alternatif 2 ~~ setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok SUPERNASA untuk menyiram 10 meter bedengan.
  • Sebarkan Natural GLIO 1 - 2 kotak @ 100 gram yang telah dicampur dengan pupuk kandang (-+ diperap selama seminggu) merata di atas bedengan pada sore hari.
  • Biarkan selama 5 - 7 hari sebelum tanam.
2. PENGELOLAAN TANAMAN TOMAT
  • Pada saat persemaian, media semai taman sebaiknya campuran tanah dan pupuk kandang yang telah di campur dengan Natural GLIO.
  • Semprot bibit pada umur 10 dan 17 hari dengan menggunakan POC NASA dengan dosis 2 tutup botol / tangki.
  • Setelah bibit ditanam, siramkan langsung dengan POC NASA dengan dosis 2 - 3 tutup per 15 liter air.
  • Amati tanaman, apabila terserang hama seperti ULAT GRAYAK maka secepatnya harus di semptor dengan Natural VITURA.
  • Untuk mengendalikan penyakit busuk daun, layu akibat jamur fusarium, maka secepatnya di semprot dengan Natural GLIO dicampur gula pasir dengan perbandingan 1 : 1. Sementara untuk triphs, kutu kebul, banci, kutu persik dan tungau, kendalikan dengan penyemprotan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian.
  • Semprotkan POC NASA 3 - 4 tutup + HORMONIK 1 - 2 tutup / tangki interval 7 - 10 hari sekali. Agar tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan Perekat perata AERO 810 dengan dosis 0,5 tutup/tangki.
Demikianlah Tips dan Trik Pemupukan pada tanaman Tomat dengan menggunakan Pupuk Organik NASA, untuk hasil maksimal, tambahkan POWER NUTRITION pada saat pemupukan menjelang tanaman berbunga, manfaatnya adalah untuk mengurangi kerontokan bunga dan buah, serta memperbaiki kualitas buah dari segi warna dan rasa.

Ini merupakan tanaman tomat oleh petani yang menggunakan pupuk organik NASA, lokasi Sampit, Kalimantan


Semoga bermanfaat untuk semua petani Tomat di Nusantara ini agar mencapai hasil panen yang maksimal.
Untuk pemesanan Pupuk Organik NASA untuk tanaman tomat bisa hub Distributor Resmi NASA Pin BB; 587BCD3B, atau Sms/Telp/Wa: 0858-7854-7715

Pemupukan Praktis Pada Tanaman Jagung

Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksinya belum optimal, untuk itu PT Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan (Aspek K-3)


Pemupukan yang praktis pada tanaman jagung dengan pupuk NASA

TABEL PEMUPUKAN PRAKTIS TANAMAN JAGUNG UNTUK LUAS LAHAN 1 HEKTAR

PEMUPUKAN
UMUR 7 HARI
21 HARI
40 HARI



DOSIS
1 Botol SUPERNASA + 1 Botol POC NASA + 10 Kg UREA + 5 Kg KCL

CARANYA:
Larutkan semuanya dan taburkan merata di sekeliling pohon (pupuk sebaiknya dimasukkan ke dalam tanah.
1 Botol POC NASA + 5 Kg TSP + 15 Kg UREA + 5 Kg KCL

CARANYA:
Larutkan semuanya dan taburkan merata di sekeliling pohon (pupuk sebaiknya dimasukkan ke dalam tanah.
1 Botol POC NASA + 10 Kg UREA + 5 Kg ZA + 10 Kg KCL

CARANYA:
Larutkan semuanya dan taburkan merata di sekeliling pohon (pupuk sebaiknya dimasukkan ke dalam tanah.


PENYEMPROTAN
15 HARI
25 HARI
45 HARI

DOSIS
4 Ttp POC NASA + 4 Ttp PESTONA + ½ Ttp AERO + 14 Liter air (1 tangki semprot)
6 Ttp POC NASA + 1 Tto HORMONIK + 6 Ttp PESTONA + ½ Ttp AERO + 14 Liter Air (1 Tangki)
8 Ttp POC NASA + 2 Ttp HORMONIK + 6 Ttp PESTONA + ½ Ttp AERO + 14 Liter Air (1 Tangki)

Catatan:
Pemupukan dan penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, terutama untuk pengendalian hama (PESTONA)

Untuk Pemesanan Produk NASA Hub:
Pin BB: 587BCD3B
Wa: 0858-7854-7715
Telp: 0821-3647-4444
Back To Top