Penyakit Tanaman Pertanian

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam Duri

Tanaman bayam duri termasuk familia Amaranthaceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh liar di kebun-kebun, tepi jalan, tanah kosong dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Tingginya dapat mencapai 1 meter. Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui bijinya yang bulat, kecil dan hitam.Sebagai tanda khas dari tumbuhan bayam duri yaitu pada pohon batang, tepatnya di pangkal tangkai daun terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri. Bayam duri tumbuh baik di tempat-tempat yang cukup sinar matahari dengan suhu udara antara 25 - 35 Celcius.


Klasifikasi Tanaman Bayam Duri
  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Hamamelidae
  • Ordo : Caryophyllales
  • Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
  • Genus : Amaranthus
  • Spesies : Amaranthus spinosus L.

Morfologi Tanaman Bayam Duri :
  • Akar tanaman bayam duri sama seperti akar tanaman bayam pada umumnya, yaitu memiliki sistem perakaran tunggang.
  • Batang tanaman bayam duri ini kecil berbentuk bulat, lunak dan berair. Batang tumbuh tegak bisa mencapai satu meter dan percabangannya monopodial. Batangnya berwarna merah kecoklatan. Yang menjadi ciri khas pada tanaman ini adalah adanya duri yang terdapat pada pangkal batang tanaman ini.
  • Memiliki daun tunggal. Berwarna kehijauan, bentuk bundar telur memanjang (ovalis). Panjang daun 1,5 cm sampai 6,0 cm. Lebar daun 0,5 sampai 3,2 cm. Ujung daun obtusus dan pangkal daun acutus. Tangkai daun berbentuk bulat dan permukaannya opacus. Panjang tangkai daun 0,5 sampai 9,0 cm. Bentuk tulang daun bayam duri penninervis dan tepi daunnya repandus. 
  • Bunga terdapat di axilaar batang. Merupakan bunga berkelamin tunggal, yang berwarna hijau. Setiap bunga memiliki 5 mahkota. panjangnya 1,5-2,5 mm. Kumpulan bunganya berbentuk bulir untuk bunga jantannya. Sedangkan bunga betina berbentuk bulat yang terdapat pada ketiak batang. Bunga ini termasuk bunga inflorencia. 
  • Buahnya berbentuk lonjong berwarna hijau dengan panjang 1,5 mm.
  • Bijinya berwarna hitam mengkilat dengan panjang antara 0,8 – 1 mm.
Nama lainnya :

bayam kerui (Lampung); senggang cucuk (Sunda); bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa); tarnyak duri, tarnyak lakek (Madura); bayam kikihan, bayam siap, kerug pasih (Bali); kedawa mawau, karawa rap-rap, karawa in asu, karowa kawayo (Minahasa); sinau katinting (Makassar); podo maduri (Bugis); maijanga, ma hohoru (Halmahera Utara); baya (Ternate); loda (Tidore).

Kandungan Bayam Duri :

Amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin.

Manfaat Bayam Duri

Bayam duri, terkadang dianggap sebelah mata. Di bandingkan bayam sayur biasa, meski rasanya sama, tumbuhan ini jarang disentuh. Padahal, banyak yang tidak menyadari, selain enak, tumbuhan ini penuh khasiat, menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti disentri, bisul, keputihan, gangguan pernafasan, bronchitis, serta mperlancar dan memperbanyak produksi ASI.

Tanaman ini juga mempunyai sifat masuk meridien jantung dan ginjal. Menghilangkan panas (anti piretik), peluruh kemih (diuretik), menghilangkan racun (anti-toksin) menghilangkan bengkak, menghentikan diare dan membersihkan darah. Tanaman ini juga bersifat : Rasa manis, pahit dan sejuk.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Buah Duku

Buah duku memiliki klasifikasi dan morfologi untuk menjelas bagaimana susunan nama dalam tingkatan suatu tanaman dan memberikan gambaran karakteritik dari tanaman buah duku, berikut ini adalah kalasifikasi dan morfologi tanaman buah duku yang harus anda tahu untuk mengenal lebih dekat tentang buah duku.

Klasifikasi Tanaman Buah Duku
  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Meliaceae
  • Genus : Lansium
  • Spesies : Lansium domesticum Corr

Morfologi Tanaman Buah Duku

Daun

Tanaman duku memiliki karakteristikdaun tersendiri. Daunnya merupakan daun majemuk, yaitu jika pada tumbuhan tersebut terlihat tangkainya bercabang-cabang , dan baru pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya. Daun tanaman ini adalah daun duduk. Tulang daunnya menyirip, pada bagian permukaan atas daunnya mengkilat, ujung daunnya meruncing pendek, tepi daun rata, dan merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki helaian daun (lamina), Tangkai daun (petiolus), yang dinamakan daun lengkap memiliki 3 ciri

Daun Duku

yaitu memiliki helaian daun (lamina), Tangkai daun (petiolus), dan Upih daun atau pelepah daun (vagina). Daunnya berwarna hijau. 

Batang

Tanaman duku merupakan tanaman dikotil yaitu tanaman berkeping dua, jadi batang yang dimiliki tanaman ini batang berkayu (keras), Pada permukaan batang duku terdapat bintik bintik berwarna coklat. Batang berwarna abu-abu, berbentuk silindris, percabangan monopodial yaitu antara batang induk dengan cabang terlihat jelas dari perbedaan ukurannya, arah tumbuh batang tegak lurus dan arah tumbuh cabang condong ke atas.

Akar

Akar tanaman ini Tunggang, menancap ke bawah tanah, karena akar nya tunggang tanaman ini sangat berdiri tegak dan kokoh. Akar ini memiliki banyak cabang mulai dari cabang besar sampai paling ujung, yaitu tudung akar dan bulu akar.

Buah

Buah tanaman ini rasanya sangat manis, kenyal, dan memiliki kandungan air yang cukup banyak. Bentuknya bulat atau bulat memanjang (bulat buni) dengan diamter 2 sampai 4 cm, kulit buah duku muda berwarna hijau dan berubah menjadi kuning setelah buah masak. Daging buahnya tebal, kenyal dan buahnya melapisi bijinya.

Biji

Tanaman duku ini merupakan tanaman berbiji dikotil. Bijinya lonjong

Bunga

Bunga terletak dalam tandan yang muncul pada batang atau cabang yang besar, menggantung, sendiri atau dalam berkas 2-5 tandan atau lebih, kerap bercabang pada pangkalnya. Bunga-bunga berukuran kecil, duduk atau bertangkai pendek, menyendiri, dan berkelamin dua (terdiri dari putik dan benang sari)

Klasifikasi Tanaman Bawang Bombay

Salah satu bumbu dapur yang berperan dalam menguatkan rasa makanan adalah bawang Bombay. Jika Anda penggemar kuliner nusantara, pasti sudah paham betul bawang yang satu ini. Tapi apakah Anda sudah mengetahui detil si bawang yang identik dengan salah satu kota di India ini? Jika belum, berikut kami sajikan klasifikasi bawang Bombay. 

Dengan mengetahui tata binomialnya, kita bisa mengurai lebih jauh dan rinci tentang tanaman yang satu ini. Tapi sebelum itu, jauh lebih baik jika Anda mengetahu alasan mengapa kata “Bombay” melekat pada bawang ini. Alasannya didasarkan pada sejarah. Bawang dengan ukuran besar ini memang dahulu memasuki nusantara melalui pedagang-pedagang dari wilayah Bombay India. Kini nama Bombay (atau Bombai) telah berganti menjadi Mumbai. Memang, sama seperti Indonesia, India juga dikenal kaya akan rempah.


Klasifikasi Bawang Bombay Dalam Kajian Ilmiah 

Bawang Bombay dikategorikan ke dalam suku umbi-umbian. Ia masih berkerabat dekat dengan bawang merah dan juga bawang putih. Berikut urutan klasifikasi bawang Bombay yang dijadikan pedoman dalam kajian ilmiah
  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan dengan pembuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan yang berbunga)
  • Kelas: Liliopsida (berkeping satu atau monokotil)
  • Sub Kelas: Liliidae
  • Ordo: Liliales
  • Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
  • Genus: Allium
  • Spesies: Allium cepa L.
Dari uraian klasifikasi bawang Bombay di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa tanaman bawang Bombay sendiri masih berkerabat juga dengan jenis bawang lainnya yang juga masuk ke dalam suku Liliaceae atau bawang-bawangan misalnya bawang kucai, bawang daun dan lain-lain. Sebagai tanaman, bawang Bombay tidak memiliki batang sempurna sebab ia memang tumbuhan dengan pembuluh. Ia juga menghasilkan bebijian. 

Meski demikian, budidayanya selama ini lebih banyak dengan cara vegetatif ketimbang generatif. Adapun biji dari bawang Bombay digolongkan ke dalam jenis monokotil atau tidak berkeping. Bijian ini berukuran kecil sehingga Anda yang tak jeli mungkin akan susah menjumpainya. Hal lain yang perlu Anda ketahui mengenai bawang Bombay ini adalah “keramahannya”. Ia sama seperti bawang putih dan bawang leinnya kecuali bawang merah, sebab saat Anda kupas ia tidak membuat Anda berair mata. Meski demikian, aroma bawang Bombay juga tidak sekuat bawang lainnya.

Klasifikasi Sawi dan Jenis-jenisnya

Sawi adalah sayuran yang cukup di kenal di konsumen di Indonesia. Dengan rasanya yang mudah dan cocok diterima lidah orang dari berbagai bangsa dan memiliki khasiat dalam bidang kesehatan yang menjadikannya memiliki peluang pasar yang besar. Untuk mengenai lebih tentang tanaman sawi berikut kami jabarkan klasifikasi sawi dan jenis-jenisnya.

Klasifikasi Sawi

Begitupun dengan klasifikasi sawi, secara umum dengan menggunakan klasifikasi pada tumbuhan kita dapat menelusuri divisi (divisio), kelas (class), bangsa (ordo), keluarga (famili), marga (genus), jenis (spesies). Spesies adalah kelompok yang terkecil sedangkan divisi merupakan yang terbesar. Semakin besar kelompoknyanya akan memiliki sifat yang lebih banyak.


Pada klasifikasi yang lebih detail, klasifikasi tersebut masih bisa dibagi lebih jauhu menjadi bagian yang lebih kecil lagi yang disebut sub-sub tingkatan. Jenis atau spesies bisa dibagi lagi ke dalam beberapa varietas.

Berikut klasifikasi tanaman sawi:
  • Divisi (divisio) : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Class (kelas) : Dicotyledonae
  • Ordo (bangsa) : Rhoeadales (Brassicales)
  • Famili (keluarga) : Cruciferae (Brasscaceae)
  • Genus : Brassica
  • Spesies : Brassica juncea
Jenis-jenis Sawi

Umumnya sawi memiliki daun yang lonjong, halus, tidak berkrop, dan tidak berbulu. Di Indonesia, petani di masa lalu hanya mengenal dan dan biasa membudidayakan 3 jenis sawi yaitu sawi putih, sawi hijau, dan sawi huma. Sedangkan saat ini caisim atau sawi bakso lebih dikenal oleh konsumen. Selain jenis-jenis sawi tersebut dikenal pula sawi monumen dan sawi keriting.

Sawi Putih atau Sawi Jabung

Sawi ini memiliki rasa yang paling enak diantara sawi yang lain sehingga paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tanaman sawi putih ini bisa dibudidayakan di tempat kering. Jika sudah dewasa sawi jenis ini mempunyai daun lebar yang berwarna hijau tua, tangkainya panjang tetapi halus dan lemas. Batangnya pendek tetapi bersayap dan tegap.

Sawi putih ini memiliki beberapa varietas yaitu prain dan rugosa roxb. Varietas-varietas ini cocok tumbuh di Indonesia meskipun berasal dari luar negeri. Ketinggian yang cocok 500-1.000 m dpl.

Sawi Hijau atau Sawi Asin

Sawi Asin atau sawi hijau jarang dikonsumsi sebagai sayuran segar karena memiliki rasa yang agak pahit. Namun, dengan pengasinan rasa pahit pada daun sawi hijau ini dapat dihilangkan. Umumnya masyarakat mengolahnya menjadi sawi asin sebelumnya digunakan untuk digunakan dalam berbagai jenis masakan.

Daun sawi hijau memiliki daun yang lebar sama seperti sawi putih namun memiliki warna hijau yang lebih tua. Memiliki batang yang begitu pendek tetapi tegap. Tangkai daunnya agak pipih dan berliku tetapi kuat.

Baca Selengkapnya tentang "Teknis Budidaya Tanaman Sawi"

Jenis sawi hijau banyak dibudidayakan di lahan yang kering, namun memiliki cukup pengairan.

Sawi Huma

Sawi huma disebut demikian karena jenis sawi ini tumbuh baik apabila ditanam di tempat yang kering seperti huma dan tegalan. Biasanya tanaman ini ditanam setelah usai musim hujan karena sifatnya tidak tahan terhadap genangan air.

Ciri-ciri sawi huma berdaun sempit, panjang, dan juga berwarna hijau keputih-putihan. Berbeda dengan sawi hijau dan sawi putih, sawi huma ini memiliki batang yang kecil tetapi panjang. Memiliki tangkai berukuran sedang seperti memiliki sayap.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya termasuk semak rendah, tergolong tanaman yang bersifat sukulen dan menyukai hidup di tempat kering. Batang tanaman pendek, mempunyai daun yang bersap-sap melingkar (roset). Panjang daun 40-90cm, lebar 6-13cm, dengan ketebalan lebih kurang 2,5cm dipangkal daun, serta bunga berbentuk lonceng.

Klasifikasi Lidah Buaya
  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
  • Ordo: Asparagales
  • Famili: Asphodelaceae
  • Genus: Aloe
  • Spesies: Aloe vera L.
Morfologi Lidah Buaya

a. Batang

Batang tanaman lidah buaya berserat atau berkayu. Pada umumnya sanagt pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Namun, ada juga beberapa species yang berbentuk pohon dengan ketinggian 3-5m. Species ini dapat dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika. Melalui batang iniakan tumbuh tunas yang akan menjadi anakan.

b. Daun

Seperti halnya tanaman berkeping satu lainya, daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang. Daunnya berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan; serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Namuntidak demikian halnya dengan tanaman lidah buaya jenis kecil atau lokal. Hal ini kemungkinan disebabkan faktor genetiknya. Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna.

c. Bunga

Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3cm, berwarna kuning sampai orange, tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai yang menjulang keatas sepanjang sekitar 50-100cm.

d. Akar

Lidah buaya mempunyai sistem perakaran yang sangat pendek dengan akar serabut yang panjangnya bisa mencapai 30-40cm.
Back To Top